Adu Penalti Jadi Akhir Perjalanan Jerman di Kompetisi Sepak Bola Piala Dunia FIFA 2026
Untuk pertama kalinya, Jerman kalah dalam pertandingan Piala Dunia FIFA lewat adu penalti

Oleh : Syaiful W Harahap | 01 Jul 2026, 08:43:04 WIB | 👁 46 Lihat
Olahraga
Adu Penalti Jadi Akhir Perjalanan Jerman di Kompetisi Sepak Bola Piala Dunia FIFA 2026

Keterangan Gambar : Penampilan Timnas Jerman yang kembali mengecewakan berakibat pada kekalahan lewat adu penalti dengan Paraguay. (Foto: dw,com/id - Peter Cziborra/REUTERS)


RADARMEDAN.comJerman tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026 setelah kalah 3-4 dalam adu penalti dengan Paraguay. Untuk pertama kalinya, Jerman kalah dalam pertandingan Piala Dunia FIFA lewat adu penalti. Jonathan Harding melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 30/6/2026).

Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan catatan yang lagi-lagi mengecewakan bagi Jerman. Meskipun kali ini mereka berhasil lolos dari fase grup, tidak seperti di Qatar dan Rusia, kekecewaan atas tersingkirnya mereka di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini terasa sama dalamnya.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Jerman kalah dalam pertandingan Piala Dunia FIFA lewat adu penalti. Untuk kedua kalinya dalam sepekan ini, mereka lebih banyak mengikuti ritme permainan lawan ketimbang mengambil kendali. Ini juga menjadi kegagalan ketiga secara beruntun bagi Jerman untuk melangkah sejauh yang diharapkan di Piala Dunia FIFA.

"Satu-satunya yang bisa saya katakan adalah maaf. Kembali meraih hasil mengecewakan tentu tidak menyenangkan," ujar Kai Havertz, yang gagal mengeksekusi salah satu penalti, kepada ZDF. "Kami berusaha (menyerang) dari sisi sayap, tetapi tidak berjalan efektif. Saya rasa kali ini kami memang tidak pantas menang."

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, tetap memberikan dukungan untuk Timnas Jerman melalui media sosial. "Meskipun tersingkir terasa menyakitkan, pertandingan tadi tetap luar biasa. Dengan dedikasi dan semangat tim, kalian sudah menginspirasi banyak orang di negara ini. Kami bangga pada kalian,” ujar Merz dikutip dari akun media sosialnya.

Dari keberagaman hingga semangat kolektif, skuad Jerman saat ini memang memiliki banyak hal yang patut diapresiasi. Namun, momen yang dibutuhkan untuk membalikkan keadaan tidak kunjung datang.

Kepastian masa depan Julian Nagelsmann sebagai pelatih kepala timnas Jerman kini dipertanyakan. (Foto: dw.com/id - Peter Cziborra/REUTERS)

Bayang-bayang kekalahan dari Ekuador

Sebelumnya, pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, mengatakan timnya perlu mengadopsi "mentalitas pejuang" agar bisa melaju ke babak selanjutnya. Namun, ketangguhan seperti itu nyaris tak terlihat dari tim Jerman. Mereka tampak terlalu lama bermain ragu-ragu dan tak tegas saat momen krusial.

Meskipun berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal satu gol di waktu normal, serta dua kali menggagalkan tendangan penalti Paraguay yang berpotensi menjadi penentu kemenangan, Jerman tetap tak mampu meraih kemenangan. Ternyata, banyak hal yang hilang di New York-New Jersey, bukan hanya kekalahan dalam pertandingan melawan Ekuador.

Momentum yang hilang akibat kekalahan itu masih membayangi tim Jerman di Boston hanya empat hari kemudian. Meskipun Deniz Undav diturunkan sebagai starter, tim asuhan Julian Nagelsmann tampak lamban. Setelah lebih dari setengah jam pertandingan, Jerman telah melakukan umpan tujuh kali lebih banyak daripada lawan mereka. Paraguay seolah-olah menantang, bahkan mungkin berani menantang Jerman untuk menembus pertahanan mereka. Jerman tak mampu menemukan celah.

Paraguay justru mampu memanfaatkan peluang pertama mereka menjadi gol di babak pertama. Serangan Paraguay dibangun dari sisi sayap sebelum umpan silang disambut Julio Enciso, yang lolos dari kawalan dan menyundul dari jarak dekat. Gol ini memperlihatkan rapuhnya lini belakang Jerman sekaligus menegaskan tumpulnya lini serang mereka.

Jerman kembali berjuang keras, tetapi tak kunjung menemukan solusi. Untuk ketiga kalinya berturut-turut dalam turnamen ini, Jerman membutuhkan sesuatu yang dapat membangkitkan semangat mereka. Kali ini, perubahan taktis dengan lebih sering mengirim umpan silanglah yang membawa gol penyama kedudukan. Sundulan tipis Kai Havertz cukup untuk membawa Jerman kembali ke dalam permainan. Awalnya, sepertinya momen itu akan mengubah jalannya pertandingan dan Jerman akan meraih kemenangan 2-1 yang penuh perjuangan dan tak indah.

Namun, seperti yang terjadi pada Jerman di turnamen Piala Dunia FIFA belakangan ini, gol penyama kedudukan itu ternyata hanya harapan palsu. Begitu pula dengan gol Jonathan Tah yang dianulir pada babak perpanjangan waktu. Sundulan pemain belakang itu dianulir karena terjadi pelanggaran dalam prosesnya. Hal ini dianggap Nagelsmann sebagai sebuah keputusan "skandal." Namun, dia juga mengakui bahwa Jerman seharusnya sudah bisa menentukan hasil pertandingan lebih awal.

Karena gagal memanfaatkan peluang, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Kegagalan Kai Havertz dan Nick Woltemade membuat posisi Jerman semakin sulit. Namun, peluang sempat kembali terbuka ketika Antonio Sanabria gagal memanfaatkan kesempatan untuk memastikan kemenangan Paraguay. Manuel Neuer kemudian menggagalkan penalti Fabian Balbuena, menjaga peluang Jerman tetap terjaga.

Namun, Jonathan Tah, yang tampil di Piala Dunia pertamanya, melepaskan tendangan penalti pertama di babak adu penalti mendadak melambung tinggi dan Jose Canale memastikan kemenangan Paraguay pada percobaan ketiga. Sesuai dengan karakter tim ini yang sering mengalami harapan palsu dan awal yang lambat, kekalahan mereka datang dari serangkaian pukulan kecil, bukan satu pukulan telak.

Manuel Neuer sempat berhasil membalikkan keadaan bagi Jerman, tetapi timnya tidak mampu memanfaatkannya (Foto: dw.com/id - Paul Rutherford/IMAGN Images/REUTERS)

Dampak kekalahan yang mengecewakan

Kekalahan dengan skor 4-3 dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu memunculkan pertanyaan, bagaimana Jerman bisa membiarkan hal seperti ini terjadi?

Pertanyaan lain juga akan banyak muncul, melihat kekalahan Jerman seperti ini.

Kembalinya Manuel Neuer dari masa pensiun tidak memberikan dampak signifikan selain catatan statistik. Karier internasional kapten Joshua Kimmich kini diwarnai serangkaian kekecewaan dan pada usia 31 tahun muncul pertanyaan kesempatannya untuk tampil di Euro 2028. Antonio Rüdiger (33), Leon Goretzka (31), dan Leroy Sané (30) kemungkinan juga tidak lagi masuk dalam rencana jangka panjang Timnas Jerman. Perubahan besar tampaknya tidak terelakkan.

Pertanyaan juga tertuju pada Julian Nagelsmann, yang kontraknya berlaku hingga 2028 setelah diperpanjang pada awal 2025.

"Saya di sini untuk bekerja dan Jika DFB (federasi sepak bola Jerman) memiliki keputusan lain, mereka harus menyampaikannya kepada saya," ujar Nagelsmann. "Saya bukan tipe orang yang akan melarikan diri dari tanggung jawab."

Jerman kembali tersingkir lebih awal dan kian menjauh dari posisi mereka sebagai kekuatan utama sepak bola dunia. Evaluasi besar hampir tak terhindarkan, disusul kritik dan berbagai pertanyaan. Perjalanan panjang untuk mengembalikan Jerman ke level tertinggi pun kembali dimulai. (Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris/Diadaptasi oleh Pratama Indra/Editor: Muhammad Hanafi)/dw.com/id. [*]


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas