Lebih dari 1.300 Orang Tewas karena Gelombang Panas di Eropa
Gelombang panas ekstrem landa Eropa sejak pertengahan Juni 2026 telan korban jiwa dalam jumlah besar

Oleh : Syaiful W Harahap | 01 Jul 2026, 05:17:58 WIB | 👁 41 Lihat
Internasional
Lebih dari 1.300 Orang Tewas karena Gelombang Panas di Eropa

Keterangan Gambar : Suhu ekstrem di atas 40 derajat Celsius di beberapa negara Eropa pada hari Minggu (28/6/2026). (Foto: dw.com/id - Jaap Arriens/Sipa USA/picture alliance)


RADARMEDAN.com – WHO mencatat ada lebih dari 1.300 orang yang tewas di Eropa karena gelombang panas sejak akhir Juni. Jerman sendiri kini telah mencapai suhu rekor setinggi 41,7°C. Rana Taha, Emmy Sasipornkarn, Mark Hallam, Zac Crellin, Roshni Majumdar, Jon Shelton, Matt Ford,* dan Wesley Dockery melaporkannya untuk Deutcsche Welle (DW, Juni 2026).

Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa sejak pertengahan Juni 2026 telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO-World Health Organization) melaporkan lebih dari 1.300 kematian berlebih terjadi sejak 21 Juni, bertepatan dengan dimulainya periode suhu tinggi yang memecahkan rekor di berbagai wilayah.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa dampak gelombang panas ini sangat luas, dengan sekitar 150 juta orang saat ini hidup di bawah kondisi panas ekstrem. Situasi tersebut tidak hanya menyebabkan ratusan kematian, tetapi juga memaksa penutupan sekolah serta menekan infrastruktur penting seperti jaringan listrik.

"Lebih dari 1.300 kematian berlebih telah tercatat sejak 21 Juni yang terkait dengan suhu tinggi di Eropa,” kata Tedros dalam pernyataannya.

WHO menilai krisis ini sebagai ancaman kesehatan serius yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Organisasi PBB tersebut kini bekerja sama dengan negara-negara anggota dan berbagai mitra untuk memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan langkah pencegahan, serta memperkuat sistem layanan kesehatan dalam menghadapi suhu ekstrem. Selain itu, WHO juga mendorong penerapan rencana aksi kesehatan terkait panas di setiap negara.

Sementara itu, gelombang panas ekstrem sejak akhir Juni juga menyebabkan sekitar 1.000 kematian tambahan di Prancis, menurut Kementerian Kesehatan. Suhu yang memecahkan rekor, dengan puncaknya pada 23 Juni, mendorong lonjakan kematian harian hingga lebih dari 1.400 kasus, jauh di atas rata-rata normal.

Dalam situasi ini, lansia menjadi kelompok paling terdampak, mencakup 85% korban. Kematian meningkat di rumah sakit, panti jompo, dan rumah, dengan lonjakan signifikan di rumah mencapai 40%. Wilayah berstatus peringatan merah mengalami dampak paling parah.

Hingga kini, pihak otoritas setempat menegaskan data tersebut masih sementara dan baru mencakup sekitar 60% laporan kematian nasional.

Rekor suhu tertinggi resmi untuk Jerman tercatat pada 41,2 derajat Celsius, yang diukur pada 25 Juli 2019 (Foto: dw.com/id - Axel Schmidt/REUTERS)

Rekor suhu ekstrem melanda Jerman, Polandia, dan Republik Ceko

Jerman kembali mencatat rekor suhu hingga 41,7 derajat Celsius pada hari Minggu (28/6/2026), menandai hari ketiga berturut-turut terjadinya suhu tertinggi baru, menurut Dinas Cuaca Jerman (DWD). Rekor tersebut tercatat di permukiman pedesaan Coschen, Brandenburg, dengan pengukuran yang masih bersifat sementara dan menunggu verifikasi resmi.

Dalam beberapa hari terakhir, pusat suhu ekstrem bergeser ke wilayah timur, meliputi Brandenburg dan Sachsen. Sebelumnya, suhu 41,5 derajat Celsius tercatat di Drewitz, Sachsen-Anhalt, pada hari Sabtu (27/6/2026), dan angka yang sama kembali terjadi di Bad Muskau, Sachsen, di perbatasan Polandia pada hari Minggu (28/6/2026). Gelombang rekor ini bermula dari suhu 41,3 derajat Celsius yang tercatat di Saarbrücken pada hari Jumat (26/6/2026).

Sementara itu, Polandia dan Republik Ceko juga mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius pada hari Minggu (28/06). Di Republik Ceko, desa Doksany, sekitar 50 kilometer di utara Praha mencapai suhu 41,9 derajat Celsius, menurut Institut Meteorologi Ceko (CHMI).

"Ini adalah pertama kalinya kami mencatat suhu 41 derajat dalam jaringan stasiun cuaca resmi kami,” tulis CHMI dalam unggahan di X. Rekor tersebut melampaui suhu 40,9 derajat Celsius yang tercatat sehari sebelumnya.

CHMI menyebut kenaikan suhu dipicu oleh aliran udara panas dari barat daya yang melanda kawasan Eropa Tengah. Di tengah suhu ekstrem, aktivitas warga tetap terlihat di sejumlah lokasi, termasuk di Sungai Vltava di Cesky Krumlov, di mana warga memadati area perairan untuk mencari kesejukan.

Aspal dan beton meleleh dan menyumbat jalur trem dan wesel di berbagai lokasi di sekitar Leipzig, Jerman. (Foto: dw.com/id - Heiko Rebsch/dpa/picture alliance)

Panas ekstrem lumpuhkan layanan trem di Leipzig

Layanan trem di Leipzig, Jerman timur, dihentikan hingga Senin pagi akibat dampak suhu ekstrem yang melanda kota tersebut.

Suhu tinggi menyebabkan aspal meleleh dan merusak rel serta titik percabangan di berbagai lokasi. Otoritas Transportasi Leipzig (LVB) semula hanya menangguhkan operasional hingga Sabtu (27/6/2026) malam, namun kemudian memperpanjang penghentian layanan sepanjang akhir pekan.

Kerusakan terjadi ketika bahan penyegel pada sambungan antara aspal dan beton mencair serta menggumpal, sehingga rel menjadi tidak aman untuk dilalui.

Di tengah penghentian tersebut, layanan bus di kota berpenduduk lebih dari setengah juta jiwa itu tetap beroperasi dan sebagian besar berjalan sesuai jadwal.

Masalah ini meluas, meskipun intensitas kerusakannya bervariasi di seluruh kota. (Foto: dw.com/id - Heiko Rebsch/dpa/picture alliance)

Gelombang panas ekstrem Eropa dipicu perubahan iklim?

Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa disebut tidak mungkin terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim, menurut studi terbaru World Weather Attribution (WWA). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kondisi panas yang terjadi saat ini hampir mustahil terjadi 50 tahun lalu, dan kini 200 kali lebih mungkin terjadi dibandingkan dua dekade sebelumnya.

Para ilmuwan menemukan bahwa gelombang panas serupa di masa lalu jauh lebih rendah intensitasnya, baik pada siang maupun malam hari. Bahkan, peristiwa seperti ini dinilai hampir tidak mungkin terjadi pada kondisi iklim dekade 1970-an.

Penelitian juga mencatat hampir setengah dari 850 kota di 30 negara Eropa telah memecahkan atau berpotensi memecahkan rekor tingkat stres panas, indikator yang menggabungkan suhu dan kelembapan. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi manusia.

Eropa, yang menjadi benua dengan pemanasan tercepat di dunia, dinilai belum siap menghadapi suhu ekstrem. Keterbatasan infrastruktur, seperti minimnya pendingin udara, memperparah dampak gelombang panas yang kini juga mengganggu aktivitas publik, mulai dari transportasi hingga kegiatan sekolah.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa kejadian serupa akan semakin sering terjadi dan menekankan perlunya adaptasi serta pengurangan emisi karbon sebagai langkah utama menghadapi krisis iklim. (Sumber: AFP, AP, dpa, dan Reuters)/Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris/Diadaptasi oleh Levie Wardana/Editor: Adelia Dinda Sani/dw.com/id. [*]

*Matt Ford Reporter dan editor DW Sports, spesial meliput sepak bola Eropa, budaya fans, dan politik olahraga.@matt_4d

 


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas