Warga Asal Sumatera Utara di Puri Anggrek Banten Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Oleh : Radar Medan | 02 Jun 2025, 17:02:53 WIB | 👁 2524 Lihat
Hukum dan Kriminal
Warga Asal Sumatera Utara di Puri Anggrek Banten  Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Keterangan Gambar : Petugas melakukan olah TKP di Perumahan Puri Anggrek, Walantaka, Kota Serang, Banten, Minggu (1/6/2025)


RADARMEDAN.COM, BANTEN - Tragedi kekerasan mengguncang Perumahan Puri Anggrek, Walantaka, Kota Serang, Banten, Minggu (1/6/2025) dini hari. Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun menjadi saksi pertama sekaligus penyelamat dengan berlari dari rumahnya sambil menjerit minta tolong. Teriakannya membawa tetangga menemukan ayahnya, Wadison Pasaribu (47), terikat di dalam karung namun masih hidup di dapur, dan ibunya, Petry Sihombing (35), tewas terikat di kamar tidur.

Jansen Pasaribu (57), tetangga korban, menjadi orang pertama yang mendengar teriakan anak itu sekitar pukul 05.00 WIB.

"Saya lihat anaknya nangis sambil minta tolong. Karena pintu depan digembok, saya masuk lewat belakang bersama dua orang tetangga lain," ujar Jansen.

Mereka menemukan Wadison terikat di karung.

"Anaknya bilang, 'Bapak saya di karung'. Kami buka ikatannya, ternyata dia masih hidup. Kami langsung bawa ke rumah sakit," lanjutnya.

Jansen kemudian menemukan Petry tak bernyawa di kamar tidur, dalam posisi tengkurap dengan tangan terikat.

"Setelah saya buka ikatan tangannya, ternyata sudah kaku," katanya. Ia langsung membatasi akses ke kamar.

Kapolresta Serang, Kombes Pol Yudha Satria, menyatakan hasil pemeriksaan awal menemukan tanda pembobolan pada pintu belakang rumah.

"Engsel pintu belakang rusak, diduga pelaku masuk lewat sana. Dugaan kami pelakunya lebih dari satu orang," tegas Yudha.

Wadison saat ini dirawat intensif di RS Bhayangkara Serang. Pemeriksaan keterangan darinya masih menunggu kondisi membaik.

Keluarga korban dikenal harmonis dan ramah oleh warga. Petry aktif bersosialisasi dengan ibu-ibu kompleks.

"Orangnya ramah, supel. Sering ikut kegiatan bareng ibu-ibu. Nggak pernah ada masalah," kata Jansen.

Wadison diketahui bekerja sebagai pegawai bank keliling di Malingping, Lebak, dan jarang pulang ke rumah.

"Setahu saya, mereka keluarga harmonis. Tidak pernah ada cekcok atau konflik. Kami semua kaget," tambah Jansen.

Sejumlah warga menduga kasus ini terkait urusan bisnis keluarga.

"Informasinya baru ada transaksi tanah, dan yang tanda tangan istrinya. Mungkin ada masalah di situ, tapi biarlah polisi yang selidiki," ujar seorang warga.

Polisi masih mendalami kasus, mengumpulkan bukti, keterangan saksi, serta melakukan olah TKP.

Diduga motif ekonomi atau dendam pribadi menjadi salah satu yang diselidiki.(R/PE)


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas