Sebut LSL Pengidap HIV/AIDS di Jawa Barat Sebagai Gay Salah Kaprah dan Ngawur LSL tidak otomatis sebagai laki-laki gay karena ada yang punya istri
Oleh : Syaiful W Harahap | 06 Agu 2026, 05:39:26 WIB | 👁 105 Lihat Opini
Keterangan Gambar : Ilustrasi (Sumber: borgenproject.org)
Oleh: Syaiful W Harahap*
RADARMEDAN.com – “Kelompok lelaki seks lelaki (LSL) atau gay menjadi penyumbang tertinggi kasus baru HIV sepanjang tahun 2024 di Jawa Barat. Dari total 1,19 juta orang yang menjalani tes HIV tahun lalu, 52.105 di antaranya berasal dari kelompok LSL.” Ini lead pada berita “3274 Gay di Jawa Barat Positif HIV” (detik.com, 27 Juni 2025).
Pernyataan terkait gay pada lead dan judul berita ini ngawur, karena:
Pertama, wartawan dan redaktur media siber ini terlalu menggampangkan menyebut LSL sebagai gay yang akhirnya menyeret berita itu jadi misleading (menyesatkan). Berita dengan sensasi yang bombastis pada akhirnya hanya omong kosong belaka.
Kedua, frasa ‘lelaki seks lelaki (LSL) atau gay’ tidak akurat. LSL adalah Lelaki Suka Seks Lelaki yang merupakan padanan MSM (Men Who Have Sex with Men) yang tidak otomatis sebagai gay yaitu laki-laki dengan orientasi seksual sebagai homoseksual (secara seksual hanya tertarik kepada sejenis dalam hal ini laki-laki).
Lagi pula ada laki-laki yang terdeteksi HIV/AIDS yang disebut-sebut LSL di Jawa Barat (Jabar) justru ada yang punya istri dan anak. Dalam berita disebutkan: Menurut Landry (Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, Landry Kusmono-Pen.), temuan ini menjadi tantangan besar dalam upaya pengendalian HIV. Pasalnya, banyak LSL di Jawa Barat ternyata juga memiliki pasangan lawan jenis yang tak menyadari mereka turut menghadapi risiko penularan.
Nah, fakta ini memembatalkan pernyataan LSL atau gay karena gay tidak punya istri. Mereka sama sekali tidak tertarik secara seksual dengan perempuan.
Di sebuah pesta gay di Manila, Filipina (2001), penulis menyaksikan laki-laki yang ada di pesta itu sama sekali tidak tertarik kepada beberapa cewek dengan penampilan yang seksi. Mereka justru jingkrak-jingkrak mengikuti musik yang mengiringi pertunjukan gay di panggung.
Ketiga, apakah Landry bisa membuktikan bahwa laki-laki yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS yang disebut-sebut LSL itu memang benar-benar tertular HIV/AIDS dengan faktor risiko seks anal?
Mustahil!
Keempat, apakah Landry bisa membuktikan bahwa laki-laki yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS yang disebut-sebut LSL itu memang benar-benar tidak pernah melakukan hubungan seksual penetrasi (vaginal) berisiko dengan perempuan?
Mustahil!
Kelima, sudah ada peringatan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC-Centers for Disease Control and Prevention) AS menyebut LSL merupakan kelompok yang beragam dalam hal perilaku, identitas, dan kebutuhan perawatan kesehatan. Istilah “LSL” sering digunakan secara klinis untuk merujuk pada perilaku seksual semata, tanpa memandang orientasi seksual (misalnya, seseorang mungkin mengidentifikasi dirinya sebagai heteroseksual tetapi masih diklasifikasikan sebagai LSL). (cdc.gov - 2021)
Maka, laki-laki pengidap HIV/AIDS yang disebut-sebut sebagai LSL di Indonesia tidak otomatis sebagai laki-laki gay dengan orientasi seksual sebagai homoseksual (secara seksual tertarik kepada sesama jenis) karena ternyata ada yang mempunyai istri dan anak. Sejatinya gay tidak tertarik kepada perempuan, maka yang disebut-sebut sebagai LSL di Indonesia adalah: laki-laki heteroseksual dengan perilaku seksual sebagai LSL. Ini fakta!
Data pada Jumlah Kasus Penyakit - HIV/AIDS - Kasus Baru 2025 (BPS) menunjukkan di Jabar:
Sepanjang tahun 2025 terdeteksi 9.212 kasus HIV-positif
Angka ini (9.212) merupakan terbanyak kedua secara nasional di belakang Jawa Timur (Jatim) dengan 1.0612kasus HIV-positif
Sementara itu secara jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Jabar sejak tahun 1987 – Maret 2025 sebanyak 92.314 (peringkat ke-3 secara nasional) yang terdiri atas:
HIV: 77.200
AIDS: 15.114
Tapi, perlu diingat jumlah kasus yang dilaporkan, dalam hal ini di Jabar yaitu 9.212 tidak menggambarkan jumlah kasus yang sebenarya di masyarakat karena epidemi HIV/AIDS erat kaitannya dengan fenomena gunung es.
Kasus HIV/AIDS yang dilaporkan atau terdeteksi digambarkan sebagai puncak gunung es yang muncul ke atas permukaan air laut, sedangkan kasus HIV/AIDS yang tidak terdeteksi di masyarakat digambarkan sebagai bongkahan gunung es di bawah permukaan air laut (Lihat gambar).
Gambar: Fenomena Gunung Es pada epidemi HV/AIDS. (Foto: Dok Pribadi/AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap)
Maka, ada warga Jabar yang mengidap HIV/AIDS tapi tidak terdeteksi. Mereka inilah yang jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS secara horizontal di masyarakat, terutama melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah.
Sejatinya, Pemprov Jabar merancang program untuk mencari warga pengidap HIV/AIDS yang tidak terdeteksi.
Jika warga Jabar pengidap HIV/AIDS yang tidak terdeteksi tidak ditemukan, maka penyebaran HIV/AIDS ibarat ‘silent disaster’ (bencana terselubung) yang merupakan ‘bom waktu’ yang kelak jadi ‘ledakan AIDS’ di Jabar. [*]
* Syaiful W Harahap adalah penulis buku: (1) PERS meliput AIDS, Pustaka Sinar Harapan dan The Ford Foundation, Jakarta, 2000 (ISBN 979-416-627-8); (2) Kapan Anda Harus Tes HIV?, LSM InfoKespro, Jakarta, 2002 (ISBN 979-96905-0-1); (3) AIDS dan Kita, Mengasah Nurani, Menumbuhkan Empati, tim editor, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2014 (ISBN 978-602-231-192-8); (4) Menggugat Peran Media dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, YPTD, Jakarta, 2022 (ISBN 978-623-5631-25-7); (5) 70 Tahun Syaiful W. Harahap Sepanjang Karir Menggeluti Berita HIV/AIDS (IWP MEDIA PUBLISHING, Jakarta, 2025 – QRCBN 62-6099-2529-730). (Kontak via e-mail: infokespro@yahoo.com).
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .