Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Nilai Gubsu Rendah Adab, Minta Wagub Jalankan Keteladanan
Oleh : Radar Medan | 29 Des 2021, 18:15:35 WIB | 👁 2882 Lihat Politik
RADARMEDAN.COM - Wakil Ketua DPD PDIP Sumatera Utara (Sumut) Aswan Jaya menilai sikap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang memaki pelatih biliar Choki Aritonang di depan umum, memperlihatkan rendahnya adab dan mempermalukan diri sendiri. Sikap itu sangat tidak mencerminkan visinya yang ingin membawa Sumut bermartabat.
"Jewer pelatih dengan kata-kata yang tidak pantas, Edy Rahmayadi sebagai gubernur tidak memberikan keteladanan, hanya mempertontonkan rendahnya adab, mempermalukan diri sendiri. Sedikit pun tak mencerminkan visinya untuk membawa masyarakat sumut bermartabat," kata Aswan, Rabu (29/12/2021)
Menurut Aswan, sebaiknya, Musa Rajeksyah sebagai Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) mengambil langkah-langkah untuk menjalankan fungsi keteladanan sebagai pemimpin rakyat di Sumut. Lagipula Wagubsu lebih banyak mengambil peran untuk menyelamatkan Sumut dibanding Edy Rahmayadi yang sudah berkali-kali melakukan tindakan dan mengeluarkan pernyataan yang membuat ricuh.
"Di sisi lain, kita mengetahui bahwa pembangunan di Sumut tidak berjalan dengan baik tapi justru banyak menimbulkan kontroversi, karena itu dalam situasi emergensi seperti ini maka Wagubsu perlu mengambil peran lebih banyak. Kita khawatir, presiden nanti pun akan dijewernya saat hanya karena tidak tepuk tangan saat Edy Rahmayadi pidato. Sumut dalam keadaan darurat kepemimpinan," tegas Aswan, pakar ilmu komunikasi politik ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Edy Rahmayadi memaki Choki di acara pemberian tali asih atlet PON XX Papua Tahun 2021, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Senin (27/12/2021) sore.
Mantan Pangdam I Bukit Barisan ini mengusir pelatih cabang olahraga biliar dari dalam ruangan tempat acara tersebut gara-gara tak ikut bertepuk tangan. Gubernur Edy yang dalam sambutannya membakar semangat para atlet. Ia menginstruksikan agar semua memberi yang terbaik, terlebih karena Sumut akan menjadi tuan rumah PON XXI bersama Aceh pada 2024.
Berapi-api Edy memberi motivasi. Para atlet dan hadirin bertepuk tangan menyambut motivasi Edy. Nah, rupanya Edy mendapati ada yang tidak tepuk tangan. Lalu ia memanggilnya untuk maju ke depan. Dengan sigap, orang yang dipanggilnya itu pun maju. Sesampai di atas panggung, Edy menanyakan mengapa tidak ikut bertepuk tangan.
"Kau orang mana ini, saya pengen tau, sok-sokan kali," sebut Edy. "Kau orang mana, masih main?" tanya Edy. "Atlet apa kau, biliar, pelatih? Pelatih aja tak mau tepuk tangan heh," kata Edy.
Edy tak berhenti sampai di situ. Ia terus mengomentari sikap pelatih itu. "Pelatih tak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih ini. Berdiri yang benar kau, sontoloyo kau," tegas Edy.
Lantas pelatih biliar itu langsung turun dari panggung meskipun belum dipersilahkan Edy Rahmayadi. "Udah pulang, tak usah dipake lagi," tegas Edy.
"Kau langsung keluar, tak usah di sini. Sekarang kita modelnya begitu. Yang tak mau, berdiri, keluar," tegas Edy
Choki dalam pernyataannya keesokan harinya balik membalas. Ia menyebut Gubernur Edy Rahmayadi perlu rajin ke psikolog. Pasalnya, tanpa sebab Edy bisa marah-marah. Dalam kaitan pengembangan olahraga, khususnya biliar, Choki menyebut peran Edy nyaris tidak ada.
"Aku bingungnya, apa yang harus ditepuk tangankan dari beliau. Toh semua-semuanya biasa aja, tidak ada yang spektakuler jadi kenapa hanya karena tidak tepuk tangan, jadi kena marah di depan orang ramai. Marah-marah, maki-maki tak nyambung itu kan aneh, emosional tidak jelas. Kalau marah-marah, maki-maki tapi dunia olahraga maju, ya bagus, ini kan tidak," ujarnya. Choki menyarankan agar Edy rajin konsultasi ke psikolog biar bisa menahan diri dan tahu menghargai orang. (re-MB)/AJ/PE
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .
RADARMEDAN.COM, BINJAI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui Sopian Daulai Nadeak, guru SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, yang dilaporkan orang tua siswa ke polisi. Pertemuan berlangsung di rumah Sopian, di Binjai, Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan harapannya agar . . .