Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Nilai Gubsu Rendah Adab, Minta Wagub Jalankan Keteladanan

Oleh : Radar Medan | 29 Des 2021, 18:15:35 WIB | 👁 3013 Lihat
Politik
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Nilai Gubsu Rendah Adab, Minta Wagub Jalankan Keteladanan

RADARMEDAN.COM -  Wakil Ketua DPD PDIP Sumatera Utara (Sumut) Aswan Jaya menilai sikap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang memaki pelatih biliar Choki Aritonang di depan umum, memperlihatkan rendahnya adab dan mempermalukan diri sendiri. Sikap itu sangat tidak mencerminkan visinya yang ingin membawa Sumut bermartabat.

"Jewer pelatih dengan kata-kata yang tidak pantas, Edy Rahmayadi sebagai gubernur tidak memberikan keteladanan, hanya mempertontonkan rendahnya adab, mempermalukan diri sendiri. Sedikit pun tak mencerminkan visinya untuk membawa masyarakat sumut bermartabat," kata Aswan, Rabu (29/12/2021)

Menurut Aswan, sebaiknya, Musa Rajeksyah sebagai Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) mengambil langkah-langkah untuk menjalankan fungsi keteladanan sebagai pemimpin rakyat di Sumut. Lagipula Wagubsu lebih banyak mengambil peran untuk menyelamatkan Sumut dibanding Edy Rahmayadi yang sudah berkali-kali melakukan tindakan dan mengeluarkan pernyataan yang membuat ricuh.

"Di sisi lain, kita mengetahui bahwa pembangunan di Sumut tidak berjalan dengan baik tapi justru banyak menimbulkan kontroversi, karena itu dalam situasi emergensi seperti ini maka Wagubsu perlu mengambil peran lebih banyak. Kita khawatir, presiden nanti pun akan dijewernya saat hanya karena tidak tepuk tangan saat Edy Rahmayadi pidato. Sumut dalam keadaan darurat kepemimpinan," tegas Aswan, pakar ilmu komunikasi politik ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Edy Rahmayadi memaki Choki di acara pemberian tali asih atlet PON XX Papua Tahun 2021, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Senin (27/12/2021) sore.

Mantan Pangdam I Bukit Barisan ini mengusir pelatih cabang olahraga biliar dari dalam ruangan tempat acara tersebut gara-gara tak ikut bertepuk tangan. Gubernur Edy yang dalam sambutannya membakar semangat para atlet. Ia menginstruksikan agar semua memberi yang terbaik, terlebih karena Sumut akan menjadi tuan rumah PON XXI bersama Aceh pada 2024.

Berapi-api Edy memberi motivasi. Para atlet dan hadirin bertepuk tangan menyambut motivasi Edy. Nah, rupanya Edy mendapati ada yang tidak tepuk tangan. Lalu ia memanggilnya untuk maju ke depan. Dengan sigap, orang yang dipanggilnya itu pun maju. Sesampai di atas panggung, Edy menanyakan mengapa tidak ikut bertepuk tangan.

"Kau orang mana ini, saya pengen tau, sok-sokan kali," sebut Edy. "Kau orang mana, masih main?" tanya Edy. "Atlet apa kau, biliar, pelatih? Pelatih aja tak mau tepuk tangan heh," kata Edy.

Edy tak berhenti sampai di situ. Ia terus mengomentari sikap pelatih itu. "Pelatih tak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih ini. Berdiri yang benar kau, sontoloyo kau," tegas Edy.

Lantas pelatih biliar itu langsung turun dari panggung meskipun belum dipersilahkan Edy Rahmayadi. "Udah pulang, tak usah dipake lagi," tegas Edy.

"Kau langsung keluar, tak usah di sini. Sekarang kita modelnya begitu. Yang tak mau, berdiri, keluar," tegas Edy

Choki dalam pernyataannya keesokan harinya balik membalas. Ia menyebut Gubernur Edy Rahmayadi perlu rajin ke psikolog. Pasalnya, tanpa sebab Edy bisa marah-marah. Dalam kaitan pengembangan olahraga, khususnya biliar, Choki menyebut peran Edy nyaris tidak ada.

"Aku bingungnya, apa yang harus ditepuk tangankan dari beliau. Toh semua-semuanya biasa aja, tidak ada yang spektakuler jadi kenapa hanya karena tidak tepuk tangan, jadi kena marah di depan orang ramai. Marah-marah, maki-maki tak nyambung itu kan aneh, emosional tidak jelas. Kalau marah-marah, maki-maki tapi dunia olahraga maju, ya bagus, ini kan tidak," ujarnya. Choki menyarankan agar Edy rajin konsultasi ke psikolog biar bisa menahan diri dan tahu menghargai orang. (re-MB)/AJ/PE


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Deli_Serdang.jpg

Bantah Antikritik Soal Akun Anonim, Pemkab Deli Serdang Buka Suara Terkait Anggaran Rp38,5 Miliar

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔11:27:41, 22 Okt 2026

RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat. Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas