Terkait Aksi Penggerebekan Narkoba di Siantar, Seorang Wartawan Diancam Dibunuh
Oleh : Radar Medan | 18 Jan 2025, 05:56:11 WIB | 👁 2953 Lihat Hukum dan Kriminal
Keterangan Gambar : Samsudin Harahap langsung melaporkan ancaman penganiayaan dan ancaman pembunuhan tersebut ke Polres Pematangsiantar. Jumat, (17/1/2025).
RADARMEDAN.COM, PEMATANGSIANTAR - Informasi ancaman ini disampaikan oleh salah seorang wartawan bernama Samsudin Harahap, melalui grup WhatsApp Pers Siantar - Simalungun. Jumat, (17/1/2025).
Selain itu, berdasarkan hasil rekaman CCTV yang diterima redaksi, terlihat Samsudin Harahap awalnya datang ke salah satu warung yang ada di seputaran Jalan Cipto, untuk minum kopi, jelang beberapa saat segerombolan orang datang dan mengelilingi Samsudin Harahap, terlihat salah seorang berbaju hitam hendak menghantamkan kepalanya ke arah kepala Samsudin, namun Samsudin Harahap melakukan perlawanan dan mendorong orang tersebut.
Dalam rekaman CCTV itu juga terlihat kondisi saling komentar (cekcok/ribut-red) lalu jelang beberapa saat sekelompok orang tersebutpun pergi meninggalkan Samsudin.
Kronologi kejadian Pengancaman
Awalnya, informasi tentang penggerebekan lokasi peredaran narkoba di Gang Air Bersih, Kelurahan Naga Pitu, Kecamatan Siantar Martoba, Rabu (15/1/2025) sekitar pukul 17.15 WIB, tiga pria berinisial AN (27), HG (31), dan MS (30) ditangkap. Rabu, (15/1/2025) sekira pukul.17.15 WIB oleh POLDA Sumatera Utara.
Salah satu tersangka, MS, Kenjiro atau penjaga keamanan bandar narkoba berusaha melawan petugas saat penangkapan berlangsung.
Saat diinterogasi, AN mengaku mendapatkan barang tersebut dari HG, yang langsung ditindaklanjuti dengan pengembangan ke tempat persembunyian HG.
HG ditangkap di sebuah rumah di lokasi yang sama. Saat penggeledahan, petugas menemukan 515 paket sabu siap edar dengan berat 67,24 gram netto, serta satu bungkus ganja seberat 48 gram netto.
Namun, ketika penangkapan berlangsung, MS yang bertugas sebagai penjaga keamanan lokasi sekaligus pengawas aktivitas peredaran narkoba berusaha menghalang-halangi petugas dan memprovokasi warga. Petugas akhirnya berhasil mengamankan MS dan membawanya bersama dua tersangka lainnya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, S.I.K., S.H., M.H mengungkapkan bahwa peran MS melindungi bandar dalam menjalankan aktivitas peredaran narkoba.
“MS perannya menjaga bandar, mengawasi lingkungan sekitar dan memastikan transaksi narkoba. Selain itu, HG adalah bandar yang menerima barang dari seseorang (dalam penyelidikan), sementara AN bertindak sebagai perantara yang menghubungkan pembeli dengan HG,” jelasnya.
Barang bukti yang disita dalam kasus ini meliputi 515 paket sabu, satu bungkus ganja, serta sejumlah barang bukti lainnya.
Kini, ketiga tersangka berada dalam tahanan Polda Sumut untuk proses hukum lebih lanjut.
“Siapapun yang menghalangi tugas kepolisian dalam pemberantasan narkoba patut dicurigai bagian dari jaringannya, polisi tidak akan ragu menindak," pungkas Kombes Pol Hadi Wahyudi.
Komentar Wartawan Senior Samsudin Harahap Tuai Ancaman dan Intimidasi
Wartawan senior Samsudin Harahap turut berkomentar dan kecam terkait maraknya Narkoba di Gang air bersih yang disebut Gang Bajigur, baik di grup WhatsApp maupun di postingannya.
Seperti yang dipostingnya hari ini di akun Facebooknya, Jumat, (17/1/2025) sekira pukul 22.03 WIB, "Aku diserang dan diancam bunuh oleh anggota dan sepupu serta ayah si Umar Harahap itu adalah karena statusku yg ini. Makanya aku jadi sangat heran, kenapa mereka marah sama aku, padahal yang kusoroti/kukritisi adalah Kapolres, Kasat Narkoba dan Kepala BNN kota Pematangsiantar. Jadi timbul curigaku, apakah mereka ini sudah bersatu untuk menghabisi aku. ancorrr...ancorrrrr. ..!!," tulisnya dalam akun Facebooknya sembari menampilkan isi kritikannya. Sehari sebelumnya, yang berisi,
"Terkait penangkapan pengedar narkoba di Gg Bajigur. seharusnya Kapolres, Kasat Narkoba dan Kepala BNN Kota Pematangsiantar dibawa juga ke Mapoldasu untuk diperiksa. Kenapa mereka membiarkan peredaran narkoba di Gang Bajigur itu merajalela? apakah mereka juga sudah menerima "dana stabil" dari bandar narkoba itu ??",...ancooorrr...ancoooorrrrrrrrrrrr...!!," tulisnya.
Alhasil gegara postingan Facebook itu, Samsudin Harahap pun didatangi diduga antek-antek keluarga bandar narkoba tersebut saat mengopi di jalan Cipto bawah, Pematangsiantar.
"Saya lagi sedang minum kopi, lalu di datangin ramai-ramai kepada antek-antek tersebut, saya mendapatkan pukulan dan siraman air panas di badan saya serta ancaman akan membunuh keluarga saya," ucapnya.
Terkait kejadian tersebut, Samsudin Harahap langsung melaporkan ancaman penganiayaan dan ancaman pembunuhan tersebut ke Polres Pematangsiantar.
Dalam hal ini, Polres Pematangsiantar, Polda Sumatera Utara harus Pro-aktif memberantas para pengancam khususnya yang menolak Narkoba jadi musuh bersama sehingga terjadi ancaman kepada wartawan di Pematangsiantar.(Jaith)/pe
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .