Terima Kunjungan Komunitas Riders Indonesia, Bupati Dairi Kampanye Wisata dan Perkenalkan Pelleng
Oleh : Radar Medan | 29 Jan 2021, 21:37:51 WIB | 👁 1732 Lihat Wisata
RADARMEDAN.COM,DAIRI - Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menjamu dan menerima tamu dari Komunitas Royal Riders Indonesia Jakarta, Jumat (29/1/2021) di Poda Cafe Sidikalang.
Presiden Komunitas Royal Riders Indonesia, Doni Hendaris menyampaikan kedatangan mereka bertujuan untuk mengeksplor wisata yang belum terekspos dengan baik. Dikatakannya, saat ini mereka akan mengelilingi Pulau Sumatera selama 20 hari.
"Dimasa pandemi Covid-19 kami melakukan kampanye pariwisata dengan touring. Dengan touring, kita sudah menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, kita juga selalu memakai masker, menghindari kerumunan. Selain itu, sebelum melakukan perjalanan, kami selalu tes swab sehingga kami dipastikan tidak membawa virus Covid-19," ujarnya.
Ditambahkannya, komunitas Royal Riders Indonesia melakukan kampanye pariwisata dengan membawa tim directory, videografer dan fotografer sehingga ketika mereka mengunjungi suatu tempat mereka melakukan kampanye pariwisata melalui foto dan video yang mereka buat.
"Setiap kami mengunjungi suatu tempat, kami melakukan dokumentasi dan hasilnya akan kami ekspos di media sosial dan ke berbagai komunitas sehingga orang lain yang belum pernah berkunjung akan tertarik dengan keindahan yang ada," jelasnya.
Selanjutnya, Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengucapkan terimakasih kepada komunitas Royal Riders Indonesia karena telah singgah dan berkunjung ke Dairi. Disampaikannya, masih banyak tempat wisata Dairi yang belum dikenal oleh orang banyak sehingga membutuhkan promosi dan kampanye pariwisata.
"Terimakasih telah singgah ke Dairi yang kita cintai ini. Kami tau, teman-teman memiliki jadwal yang padat, namun tetap menyempatkan diri untuk singgah di Dairi. Kami juga meminta kepada teman-teman supaya jangan lupa untuk mengkampanyekan Dairi serta keindahan yang dimiliki oleh Danau Silalahi, sehingga pariwisata kita lebih dikenal dan hidup kembali," pintanya.
Selain itu, Bupati Dairi juga memperkenalkan Kopi Sidikalang serta makanan khas Pakpak yaitu Pelleng. Diakuinya, Kopi merupakan produk unggulan Sidikalang yang menjadi oleh-oleh khas dari Dairi begitu juga dengan tenunan Silalahi yang saat ini sedang dikembangkan.
Di akhir acara Doni Hendaris mengucapkan terimakasih kepada Bupati Dairi Eddy Berutu atas jamuan dan waktunya.
"Ditengah kesibukan Pak Eddy masih meluangkan waktu kepada kami. Kami bisa merasakan "hospitality" nya orang Dairi dalam menerima wisatawan terlihat dari Bapak menerima kami", ujarnya.
Beliau juga berjanji akan menceritakan dan mengkampanyekan potensi wisata dan produk lokal Dairi kepada teman dan berbagai komunitas baik langsung maupun lewat media sosial.(HM)/PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .