Sidak Harga Beras di Pasar Sei Sikambing, Dinas Koperasi Medan Pastikan Monitoring Setiap Hari
Oleh : Radar Medan | 07 Sep 2026, 14:44:29 WIB | 👁 89 Lihat Ekonomi
Keterangan Gambar : Tim Direktorat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap harga dan mutu pangan, khususnya komoditas beras, di Pasar Sei Sikambing, Kota Medan, Senin (7/9/2026).
RADARMEDAN.COM - Tim Direktorat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap harga dan mutu pangan, khususnya komoditas beras, di Pasar Sei Sikambing, Kota Medan, Senin (7/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan langsung ke sejumlah toko kelontong dan pedagang, di antaranya Toko Kelontong Agam WD dan Toko Kelontong Icut Pedang. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan harga beras di tingkat pedagang sesuai dengan ketentuan pemerintah sekaligus mengetahui kondisi distribusi dan harga dari tingkat distributor.
Tim Direktorat Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas RI dipimpin Yola Novita. Kegiatan ini juga melibatkan Badan Pangan Nasional, Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Polda Sumut, Polrestabes Medan, Bulog Wilayah Sumatera Utara serta Bulog Kantor Cabang Medan.
Mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, Rina selaku Tim Kerja Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan menegaskan, pihaknya secara rutin melakukan monitoring harga bahan pokok, terutama komoditas beras.
Menurutnya, monitoring harga tersebut tidak hanya dilakukan ketika terjadi gejolak harga, tetapi telah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari.
"Sudah menjadi kegiatan rutin kami melakukan monitoring harga bahan pokok, terutama beras. Monitoring dilakukan setiap hari dan hasilnya diinput ke SP2KP sesuai dengan harga yang ada di pasar setiap harinya," ujar Rina.
Ia menjelaskan, pencatatan harga secara rutin tersebut menjadi bagian penting dalam memantau perkembangan harga bahan pokok di Kota Medan. Dengan adanya data harga harian, pemerintah dapat mengetahui pergerakan harga di lapangan sekaligus menjadi bahan evaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait.
"Jadi, harga yang kami temukan di lapangan setiap hari terus dipantau dan dilaporkan melalui sistem yang ada. Ini penting agar kondisi harga pangan di Kota Medan dapat terus terpantau," katanya.
Rina menambahkan, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan dengan baik.
Sementara itu, Kepala Pasar (Kapas) Sei Sikambing, Imelda, menyambut baik kunjungan tim pengawasan tersebut. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak terhadap stabilitas harga bahan pokok di pasar.
"Pasar Sei Sikambing merupakan salah satu pasar percontohan di Kota Medan. Besar harapan kami dengan adanya kunjungan dan pengawasan ini terjadi perubahan terhadap harga yang beredar di pasaran, sehingga dapat membantu menekan inflasi," ujar Imelda.
Imelda mengatakan, pihak pengelola pasar juga melakukan pengecekan harga setiap hari. Hasil pemantauan tersebut kemudian dilaporkan kepada dinas terkait sebagai bahan informasi mengenai perkembangan harga komoditas di pasar.
"Kalau dari lapangan, setiap hari kami melakukan pengecekan harga-harga dan melaporkannya kepada dinas terkait. Untuk kondisi di lapangan, kami juga terus berupaya agar barang yang beredar di pasar dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Yola Novita mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengawasan harga dan mutu pangan yang dilaksanakan berdasarkan penugasan Kepala Badan Pangan Nasional. Pengawasan difokuskan terhadap sejumlah komoditas pangan, khususnya beras.
"Pada hari ini kami bersama tim melakukan pengawasan harga dan mutu pangan, khususnya komoditas beras. Kegiatan ini sudah dimulai sejak 1 September dan hari ini kami bersama-sama turun melakukan pengawasan di Pasar Sei Sikambing," kata Yola.
Menurut Yola, selain Pasar Sei Sikambing, tim juga melakukan pengawasan di sejumlah pasar lainnya di Kota Medan. Pengecekan dilakukan untuk melihat kesesuaian harga di tingkat pedagang dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, baik untuk beras medium maupun beras premium.
"Dari hasil pengecekan sementara, rata-rata harga memang masih ada yang berada di atas HET. Namun, berdasarkan keterangan pedagang, harga dari distributornya memang sudah tinggi," ungkapnya.
Yola menambahkan, kegiatan pengawasan harga dan mutu pangan tersebut dilaksanakan secara nasional selama dua bulan, mulai 1 September hingga Oktober 2026.
"Pengawasan dilakukan di 13 provinsi di Indonesia oleh Direktorat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah masyarakat," tutupnya.(HM)
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .