Serang Polisi Saat Gerebek Narkoba di Jalan Multatuli, Enam Pria Positif Sabu Diamankan
Oleh : Radar Medan | 30 Mei 2026, 13:56:26 WIB | 👁 69 Lihat Hukum dan Kriminal
Keterangan Gambar : Keenam terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MRS, DP, AP, FH, RR, dan RZ.Kamis (28/5/2026)
RADARMEDAN.COM — Enam pria yang diduga menyerang personel Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) saat penggerebekan bandar narkoba di Jalan Multatuli, Kecamatan Medan Maimun, akhirnya diringkus. Dari hasil pemeriksaan, keenam pria tersebut terbukti positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.
Peristiwa pelemparan dan perlawanan terhadap aparat penegak hukum ini terjadi saat petugas melaksanakan Operasi Antik Toba 2026 pada Kamis (28/5/2026) sore.
Kericuhan bermula ketika personel Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan penyergapan terhadap seorang target operasi berinisial FF. Sebelumnya, petugas telah melakukan penyamaran sebagai pembeli (undercover buy) dan berhasil mendapatkan satu paket sabu dari pelaku.
Namun, saat proses penangkapan tengah berlangsung, situasi mendadak memanas. Pihak keluarga dari pelaku bersama sejumlah warga sekitar tiba-tiba melakukan penyerangan dengan cara melempari petugas menggunakan batu. Akibat kericuhan dan situasi yang tidak kondusif tersebut, target utama yakni FF berhasil melarikan diri dari lokasi.
Mendapat serangan yang membahayakan, petugas di lapangan langsung berkoordinasi meminta bantuan. Dengan dukungan personel dari Brimob dan Polsek Medan Kota, aparat langsung melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Hasilnya, enam pria yang diduga kuat terlibat dalam penyerangan tersebut berhasil diamankan.
Keenam terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MRS, DP, AP, FH, RR, dan RZ.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan adanya penangkapan dan penyerangan tersebut. Ia juga mengungkapkan fakta mengejutkan dari hasil pemeriksaan terhadap para penyerang.
“Dari hasil tes urine, keenam orang yang diamankan seluruhnya positif amphetamine atau narkotika jenis sabu,” ujar Kombes Pol Ferry.
Selain mengamankan para pelaku penyerangan, pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP). Barang bukti tersebut meliputi sabu dengan berat bruto 2,45 gram, timbangan digital, alat sekop sabu, plastik klip kosong, serta sejumlah barang lain yang diduga erat kaitannya dengan aktivitas peredaran gelap narkotika.
Terkait insiden ini, Kombes Ferry menegaskan bahwa pihaknya tidak akan main-main terhadap siapa pun yang mencoba menghalangi tugas kepolisian. Seluruh pelaku penyerangan akan diproses secara hukum yang berlaku.
“Polda Sumut tidak akan memberi toleransi terhadap siapa pun yang melakukan perlawanan terhadap petugas, apalagi dalam upaya pemberantasan narkoba,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Ditresnarkoba Polda Sumut masih terus melakukan pengejaran terhadap tersangka FF yang melarikan diri saat proses penindakan berlangsung.(hm)
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .