Sebelum Wafat Pengacara Yang Adukan Gubernur Edy Rahmayadi Cs Sempat Minta Berkas PTPN II
Pengakuan Anak Almarhum : Ayahnda Tidak Pernah Sakit Apapun

Oleh : Radar Medan | 02 Mar 2020, 08:59:39 WIB | 👁 53558 Lihat
Umum
Sebelum Wafat Pengacara Yang Adukan Gubernur Edy Rahmayadi Cs Sempat Minta Berkas PTPN II

Keterangan Gambar : Pengacara Kondang asal Medan, Hamdani Harahap wafat dan telah dikebumikan Minggu (1/3) di Pekuburan Sampali, Deliserdang Sumatera Utara. Ia ditemukan tergeletak di kamar mandi, dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Haji sebelum wafat.


RADARMEDAN.COM,  Pengacara Kondang asal Medan, Hamdani Harahap wafat dan telah dikebumikan Minggu (1/3) di Pekuburan Sampali, Deliserdang Sumatera Utara. Ia ditemukan tergeletak di kamar mandi, dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Haji sebelum wafat.

Hamdani Harahap, pengacara kondang dari Medan ini merupakan pengacara dari Kantor Hukum Citra Keadilan yang mengadukan Gubenur Sumut Edy Rahmayadi, mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Mantan Kakanwil BPN Sumut Bambang Priono, Direktur Utama PTPN 2 Mohammad Abdul Ghani, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 13 Februari 2020 lalu.

BACA JUGA : Penjualan Lahan Eks HGU PTPN 2, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Cs Dilaporkan Warga Sumut ke KPK

Salah satu anak Almarhum Hamdani menuturkan bahwa ayahnya tidak pernah sakit apapun.

" Kami kaget karena ayahanda sehat - sehat saja. Malah beliau masih sempat ke kantor hukum Citra Keadilan di Jalan Sutomo Medan, Sabtu pagi, 29 Februari 2020 hingga menjelang siang hari. Ayah tidak mengeluh sakit apapun. Bahkan ayah masih sempat hadir acara pesta adat." kata Raja Makayasa Harahap. 

Raja Makayasa minta semua pihak tidak berspekulasi terkait kematian ayahnya, apalagi ayahnya saat ini jadi kuasa hukum enam aktivis antikorupsi yang mengadu ke KPK perihal penerbitan daftar nominatif dan perintah pembayaran lahan eks hak guna usaha atau HGU PTPN II, Kamis 13 Februari 2020 lalu.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah menerima satu berkas laporan mengenai dugaan korupsi yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut). Namun belum diketahui apakah laporan tersebut terkait Gubernur Sumut Edy Rahmayadi atau bukan.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, laporan itu dilayangkan ke bagian persuratan KPK oleh masyarakat Sumatera Utara.

"Benar, KPK melalui persuratan telah menerima satu berkas laporan dari masyarakat Sumatera Utara pada tanggal 13 Februari 2020," kata Ali kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/2) lalu.

BACA JUGA : KPK Akui Terima Berkas Laporan Korupsi dari Warga Sumut 

Sahat Simatupang, jurnalis Tempo, salah satu dari 6 orang warga yang melapor dikenal dekat dengan Hamdani mengatakan, Jumat petang (28/2/2020), dia bertemu dengan Hamdani setelah paginya sekitar pukul 09. 30 WIB Hamdani menghubunginya  memintanya datang usai Sholat Jumat. Namun Sahat datang menemui Hamdani sekitar pukul 16.00 WIB.

" Dalam pertemuan itu, Bang Hamdani meminta satu dokumen yang berkaitan dengan kepemilikan saham perusahaan di lahan eks HGU PTPN II di dekat Rumah Sakit Haji yang perkaranya sudah diperiksa kejaksaan." kata Sahat.

Menurut Sahat, dalam pertemuan itu, Hamdani mengatakan, membutuhkan dokumen tersebut karena menyangkut salah satu kliennya sedang berperkara dengan orang dalam dokumen pemeriksaan tersebut." Beliau menyebut istilah garuda versus naga dilahan eks HGU PTPN II." ujar Sahat. 

Esok harinya atau Sabtu 29 Februari 2020, sambung Sahat, Hamdani  meneleponnya sekitar pukul 12. 33 WIB." Nada bicara beliau tidak terdengar seperti orang yang sedang sakit. Beliau mengatakan akan melengkapi berkas pengaduan ke KPK dan mengucapkan terimakasih telah membantunya." kata Sahat. 

Sahat mengaku tidak mengetahui Hamdani bertemu siapa saja sepanjang Sabtu siang 29 Februari 2020 sebelum pulang ke rumahnya dan ditemukan meninggal dunia malam harinya. (SS/PE)/red

BACA JUGA : Gubsu Ancam Laporkan 6 Aktivis Anti Korupsi, Kuasa Hukum : Harusnya Berterimakasih 


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas