PT Bilah Platindo Dituding Cemari Lingkungan Desa Kampung Bilah, Maneger Bungkam
Oleh : Radar Medan | 24 Jul 2023, 19:14:28 WIB | 👁 1015 Lihat Sekitar Kita
Keterangan Gambar : Ilustrasi
RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU - Baru-baru ini Manegemen Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Indonesia melakukan audit lingkungan terhadap PT Bilah Platindo sekira awal Juli 2023 lalu. Namun masyarakat menduga hasil laporan perusahaan tidak sesuai fakta dilapangan.
Menurut warga desa Kampung Bilah Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, saat penilaian lingkungan oleh RSPO, pihak perusahaan tidak mengundang Kepala Desa terdekat, guna mendapatkan standart kebenaran penilaian. Dan item apa saja yang menjadi esensi penilain yang pada akhirnya akan mendapatkan Sertifikat RSPO, guna mewujudkan industri yang berkelanjutan serta ramah lingkungan.
Kehadiran RPSO dianggap menjadi salah satu standart Internasional guna menghindari kekhawatiran mengenai dampak buruk akibat pesatnya industri kelapa sawit mengenai dampak lingkungan, mulai dari terancamnya keanekaragaman hayati, peningkatan efek rumah kaca hingga permasalahan sosial.
Sementara keluhan lingkungan yang dirasakan warga desa Kampung Bilah selaku desa terdekat dengan anak perusahaan Evans Grup itu beragam, mulai dari abu jalanan, upah pekerja yang diduga tidak dibayar, dan pencemaran lingkungan dampak replanting.
Dimana saat replanting, pohon sawit yang dicincang lalu dikubur di dalam parit yang alirannya menuju anak Sungai Kalundang, sehingga warga tidak dapat memanfaatkan anak Sungai Kalundang guna memenuhi kebutuhan, karena sudah tercemar.
Maneger PT Bilah Platindo Rinto Sidabutar, saat dikonfirmasi Sabtu (22/7/2023), terkait kedatangan tim auditor RSPO tidak melibatkan Kepala Desa Kampung Bilah sebagai desa tetangga, yang disebut ikut terimbas pencemaran lingkungan saat perusahaan melakukan replanting. Hingga saat ini Senin (24/7/2023), Rinto Sidabutar belum bersedia membalas konfirmasi.
Anehnya, saat audit dilakukan, manegemen perusahaan asing itu mengundang ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kampung Bilah, dan sifatnya diduga tertutup.
Kepala Desa Kampung Bilah Beni Ismail, saat dimintai tanggapan sebagai desa tetangga mengaku kecewa dengan sikap perusahaan.
"Ketika PT Bilah Platindo melakukan replanting sawit, kemudian mengubur batang sawit kedalam parit yang mana telah mencemari lingkungan sehingga warga saya tak bisa memanfaatkan air anak Sungai Kalundang. Ini namanya apa kalau bukan pencemaran lingkungan? Saksinya ratusan warga saya, dokumennya ada.Tak bisa dibantah," kesal Beni
Sementara singgung Beni, menurut Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014 Pasal 3 ayat a mengatakan, perusahaan perkebunan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Selain itu katanya, Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014 pasal 67 diubah sebagaimana yang tercantum didalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja berbunyi, pelaku usaha perkebunan wajib memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup. (BS)/PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .