Perusahaan Asian Agri Grup Dinilai Tak Tanggap Keluhan Masyarakat
Oleh : Radar Medan | 26 Jul 2024, 23:50:07 WIB | 👁 2017 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Puluhan masyarakat Sei Tampang yang mengatasnamakan Persatuan Pemuda Simpang Hari Sawit Jaya ( PAS-HSJ), kembali melakukan aksi unjuk rasa terhadap perusahaan perkebunan PT Hari Sawit Jaya (HSJ) Rabu (24/07)
RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU - Puluhan masyarakat Sei Tampang yang mengatasnamakan Persatuan Pemuda Simpang Hari Sawit Jaya ( PAS-HSJ), kembali melakukan aksi unjuk rasa terhadap perusahaan perkebunan PT Hari Sawit Jaya (HSJ) karena tuntutan selama ini belum ada terealisasi.
General Manager (GM) PT HSJ Andi Prasetyo saat dimintai tanggapannya, Rabu (24/07) mengaku tidak mengetahui adanya aksi unjuk rasa. "Gak copy aku. Lagi kunjungan dengan tamu ke lapangan," balas Andi melalui WhatsApp.
Saat disinggung terkait tuntutan masyarakat sebelumnya, yakni pada 5 Juli 2023, dan hasil mediasi yang digelar pada 10 November 2023 lalu, belum terealisasi. Andi meminta untuk mempertanyakan hal itu kepada Humas.
"Komunikasi dengan humas ya bang. Infonya humas ada berikan bantuan," ujarnya.
"Nanti humas diskusi dengan bapak, " tambah Andi saat dikonfirmasi, Kamis (25/07/2024).
Sementara itu, Humas PT HSJ Ray Saragih saat dimintai tanggapannya, tidak bersedia memberikan keterangan.
Koordinator aksi PAS-HSJ, Rimba Sianturi saat dihubungi membenarkan ia dan masyarakat sekitar telah melakukan aksi, namun kecewa karena pihak perusahaan tidak bersedia menemui massa pengunjuk rasa.
"Padahal surat pemberitahuan aksi sudah kita layangkan pada Selasa 16 Juli 2024 kemarin, tapi gak apa-apa kita akan buat aksi lebih besar lagi," kata Rimba.
Rimba juga menjelaskan, aksi ini kembali dilakukan karena sejumlah tuntutan warga selama ini satu pun tidak terealisasi.
"Belum ada terealisasi, semua hanya PHP," tegas Rimba.
Aksi yang terjadi pada Rabu (24/07), menuntut agar perusahaan PT HSJ menghentikan kegiatan kendaraan yang lalu lalang karena diduga telah mengakibatkan kerusakan rumah warga akibat getaran yang ditimbulkan truk milik perusahaan yang diduga melebihi tonase. Juga mengakibatkan polusi udara saat truk keluar-masuk.
Tak sampai disitu, warga juga menuding perusahaan Asian Agri Grup itu telah merusak kelestarian lingkungan hidup. (BS)
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .