Penderes Pinus Ilegal Marak di Desa Pardomuan Nauli, Kelompok Tani Hutan Minta Ditertibkan
Oleh : Radar Medan | 12 Mar 2021, 18:57:45 WIB | 👁 2800 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Inilah bekas Penderes ilegal yang sering beraksi di Desa Pardomuan Nauli tepatnya di Sitatar
RADARMEDAN.COM, SAMOSIR - Penderes kayu pinus di Desa Pardomuan Nauli tepatnya di Sitatar marak yang ilegal. Salahsatu pemilik ijin dari kehutanan, Hasiholan Sinaga menyampaikan sebagai Kelompok Tani Hutan (KTH) yang memiliki izin dari pemerintah secara resmi ternyata tidak ada manfaatnya jika Penderes pinus ilagal masih banyak beraksi.
Hasiholan Sinaga menambahkan, dalam menderes pinus ada aturan mainnya selain tidak bisa terlalu lebar pada batang pinus juga tidak bisa terlalu dalam. Sebab jika itu dilakukan akan merusak pohon pinus dan semakin lama bisa mematikan pohon.
"Sistem Penderes ilegal ini kita perhatikan tidak mematuhi aturan yang ada. Mereka seolah-olah ingin mematikan pohonnya. Kita temukan dilapangan selain dalam juga lebar deresan nya, ini tentunya sudah menyalahi aturan," kata Hasiholan Sinaga kepada RADARMEDAN.COM, Rabu (10/3/2021).
Dia juga sangat menyayangkan jika penderes tidak memiliki ijin untuk apa kelompok tani yang mereka bentuk mengurus izin dari pemerintah secara resmi. Selain itu hasil getah pinus juga ditampung oleh toke ilegal yang membuat harga seenaknya saja dan tentunya merugikan kelompok tani.
"Penderes ilegal ini tidak membayar pajak, mereka tidak memikirkan biaya lain seperti mangkok dan peralatan yang digunakan untuk menderes pinus. Ini juga merugikan, selain produksi kelompok tani berkurang penjualannya juga ditampung oleh toke ilegal. Di sinilah kami memerlukan kehadiran pemerintah, "katanya.
Hasiholan juga menyebutkan beberapa nama Penderes ilegal bahkan terkadang ada ancaman akan di siram pakai cukai ketika ditegur saat melakukan aksinya. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Camat dengan tembusan kepolisian.
"Kita sudah 3 kali mengirim surat kepada kepala desa, surat tersebut ada tembusan ke Polsek dan Dinas Kehutanan. Kami berharap agar ada penertiban bagi Penderes ilegal ini," kata Hasiholan Sinaga. (Berman Situmorang /PR)
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .