Pemprov Sumut Ajak Masyarakat Kenali Risiko dan Siaga Hadapi Bencana
Oleh : Radar Medan | 15 Sep 2026, 13:30:31 WIB | 👁 261 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kominfo Sumut melaksanakan kegiatan Talk Show dengan topik " Sumut Siaga Bencana : Kenali Resikonya, Siap Mitigasinya" bekerja sama dengan BMKG Wilayah Sumut dan BPBD Provinsi Sumut di Stasiun Radio Kardopa Jalan Iskandar Muda Medan, Selasa (15/9/2026).
RADARMEDAN.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana alam yang dapat terjadi di wilayah Sumut. Masyarakat juga diminta mengenali risiko bencana di lingkungan masing-masing, serta menyiapkan langkah mitigasi dan penyelamatan sejak dini.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut yang diwakili Penelaah Teknis Kebijakan Kebencanaan, Afdoli, saat menjadi narasumber dalam talk show di Radio Kardopa, Jalan Iskandar Muda, Medan, Selasa (15/9/2026). Kegiatan hasil kerja sama Dinas Kominfo Sumut dengan Radio Kardopa tersebut mengangkat topik “Sumut Siaga Bencana, Kenali Risikonya, Siap Mitigasinya.”
“Sejumlah potensi bencana yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain gempa bumi, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ditandai dengan munculnya titik api. Serta bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan angin kencang,” kata Afdoli.
Menurutnya, dalam menghadapi berbagai ancaman bencana tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membentuk gerakan nasional pengurangan risiko bencana berbasis komunitas melalui Keluarga Tangguh Bencana (Katana). Program tersebut mendorong masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapan, dan kemampuan mandiri untuk menghadapi, mengurangi risiko, serta pulih dengan cepat dari dampak bencana.
Selain itu, sosialisasi dan edukasi kebencanaan terus dilakukan ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini. Afdoli menekankan pentingnya masyarakat mendapatkan informasi yang cepat, tepat, dan mudah dipahami, sehingga tidak hanya mengetahui potensi bencana, tetapi juga memahami cara membaca informasi peringatan dini, mengenali kondisi lingkungan, serta menentukan tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Dalam kesempatan itu, Afdoli mengajak masyarakat mengenali risiko bencana di lingkungan masing-masing dan menyiapkan langkah mitigasi. Kesiapsiagaan sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko kerugian harta benda maupun jatuhnya korban jiwa ketika bencana terjadi.
Masyarakat juga diimbau tidak mengabaikan informasi resmi terkait kondisi cuaca, aktivitas gunung api, potensi banjir, maupun ancaman bencana lainnya. Informasi peringatan dini harus menjadi dasar bagi masyarakat dalam menentukan langkah penyelamatan secara cepat dan tepat.
“Peringatan dini jangan hanya dibaca, tetapi perlu dipahami. Jika kita ingin bepergian, gunakan saluran resmi untuk mendapatkan informasi cuaca,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Wilayah I Medan yang diwakili Pengamat Meteorologi Geofisika Budi Prasetyo menekankan pentingnya masyarakat memahami potensi bencana yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan karakteristik wilayah Sumut.
Menurutnya, ancaman hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor perlu menjadi perhatian, terutama ketika terjadi curah hujan tinggi. Hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko banjir sekaligus memicu longsor di wilayah yang memiliki kondisi lereng dan tanah yang rentan.
Selain bencana hidrometeorologi, masyarakat juga perlu mewaspadai bencana geofisika, khususnya gempa bumi. Sumut berada di kawasan yang dipengaruhi aktivitas tektonik di sepanjang wilayah Sumatera, sehingga potensi gempa bumi perlu menjadi bagian dari kesiapsiagaan masyarakat.
“Ancaman gempa juga perlu diantisipasi masyarakat di wilayah pesisir karena gempa bumi kuat di laut dapat berpotensi diikuti tsunami. Selain itu, masyarakat pesisir perlu memperhatikan potensi banjir rob dan gelombang tinggi,” jelasnya.
Kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian masyarakat, termasuk nelayan. Ketika terdapat informasi gelombang tinggi dan kondisi laut tidak aman, masyarakat diimbau tidak memaksakan diri melaut serta mengikuti informasi dan rekomendasi keselamatan dari pihak berwenang.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak hanya membaca informasi cuaca dan peringatan dini, tetapi memahami konsekuensi serta tindakan yang perlu dilakukan berdasarkan informasi tersebut,” jelasnya. (FS)/PE
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .