Nepal Diterjang Banjir Bandang 300 Lebih Tewas dan Hampir 1.400 Dinyatakan Hilang Banjir bandang akibat longsoran es gletser melanda wilayah perbatasan Nepal dan China
Oleh : Syaiful W Harahap | 27 Agu 2026, 20:05:55 WIB | 👁 45 Lihat Internasional
Keterangan Gambar : Situasi di Desa Trishuli di Distrik Nuwakot, Nepal, usai banjir bandang yang disebabkan longsornya gletser di pegunungan Himalaya. (Foto: dw.com/id - Navesh Chitrakar/REUTERS)
RADARMEDAN.com – Ratusan orang tewas dan hampir 1400 orang dilaporkan hilang dalam banjir bandang di perbatasan Nepal-China, termasuk 500-an warga asing. Bencana diduga disebabkan longsoran gletser di pegunungan Himalaya. Muhammad Hanafi* melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 27/8/2026).
Banjir bandang akibat longsoran es gletser melanda wilayah perbatasan Nepal dan China. Hingga Kamis sore (27/8/2026), bencana telah menewaskan sedikitnya 300 orang. Sementara, jumlah korban hilang masih terus bertambah.
Otoritas Nepal pada Kamis (27/8/2026) menyebutkan jumlah orang yang hilang di negaranya melonjak menjadi 826 orang. Angka tersebut mencakup wisatawan, baik warga Nepal maupun asing.
Secara keseluruhan, total korban hilang di Nepal dan China tercatat sudah melampaui 1.300 orang, menurut kantor berita dpa. Di wilayah China sendiri, 558 orang dilaporkan hilang.
Menurut para ahli, bencana ini dipicu oleh longsoran es dari gletser di kawasan Himalaya yang memanas akibat perubahan iklim.
Pegunungan Himalaya membentang melintasi beberapa negara di Asia Selatan serta memiliki banyak puncak tertinggi dan gletser yang masih tersisa di dunia. (Foto: dw.com/id - Niranjan Shrestha/AP Photo/picture alliance)
Rekaman pesawat nirawak (drone) menunjukkan jalan-jalan utama yang hancur dan bangunan yang terkubur lumpur tebal berwarna menyerupai semen basah. Kantor berita Pemerintah China, Xinhua, melaporkan masih adanya kemungkinan korban jiwa dalam jumlah besar.
Lembah-lembah terjal di kawasan tersebut merupakan urat nadi ekonomi dan jalur perlintasan utama, tetapi memiliki tingkat kerawanan bencana yang ekstrem.
Sejumlah foto kejadian menunjukkan lumpur menyelimuti hingga lantai dua bangunan di Distrik Nuwakot, Nepal, yang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak. Puing-puing tersangkut di dahan pohon dan kabel listrik, kendaraan terkubur tanah, dan para penyintas tampak berlumuran lumpur.
Hampir tidak ada waktu bagi warga untuk menyelamatkan diri.
"Ketika saya tiba di pasar Dhunge, dalam waktu setengah jam, banjir datang dan merusak seluruh pasar. Saat itu, orang-orang sedang bersiap untuk pergi ke kantor," kata seorang warga setempat, Shoyam Rajbhandari, kepada kantor berita AP. "Berapa banyak orang yang hilang atau tewas, kami tidak tahu," ungkapnya.
Para ahli iklim di International Centre for Integrated Mountain Development yang berbasis di Kathmandu menyatakan bahwa longsoran salju dari gletser kemungkinan menjadi penyebab banjir bandang pada hari Rabu (26/8/2026). (Foto: dw.com/id - Niranjan Shrestha/AP Photo/picture alliance)
Korban hilang saat berziarah ke situs suci
Peristiwa maut ini bertepatan dengan perayaan festival lokal Janai Purnima pada Jumat. Meski musim monsun dinilai kurang ideal untuk aktivitas alam, periode ini justru menjadi puncak musim pendakian menuju Kailash melalui rute di Distrik Rasuwa.
Pada Rabu (26/08), pejabat di Nepal menyatakan 403 orang, termasuk 341 warga asing, dilaporkan hilang.
Sunil Sharma, juru bicara badan pariwisata setempat, merinci 133 orang di antaranya adalah warga negara India yang sedang menjalani ziarah ke Gunung Kailash di Tibet, sebuah situs suci bagi umat Hindu.
Selain itu, 47 warga Amerika Serikat, 34 warga Australia, 33 warga Inggris, dan 24 warga Kanada juga dilaporkan hilang. Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah memantau warga negara mereka yang terdampak.
Sementara itu, Sharma juga mengatakan setidaknya 62 warga Nepal yang hilang sedang melakukan pendakian (treking) di kawasan Danau Gosaikunda, Distrik Rasuwa. Distrik yang berbatasan langsung dengan Gyirong, Tibet, ini termasuk wilayah paling terpukul oleh bencana.
Juru bicara Kepolisian Nepal, Abi Narayan Kafle, mengungkapkan kepada kantor berita AP bahwa sedikitnya 28 personel kepolisian turut dilaporkan hilang.
Pemerintah memperingatkan warga di beberapa distrik agar menjauh dari bantaran Sungai Trishuli, Bhotekoshi, dan Narayani. Arus deras menyapu sedikitnya 19 jembatan dan nyaris 40 kilometer jalan raya. Menurut pejabat setempat, Sungai Bhotekoshi mulai meluap sekitar pukul 09.00 pagi pada Rabu (26/08), lalu menghancurkan beberapa desa dan proyek pembangkit listrik tenaga air.
"Kami telah meminta bantuan dari India maupun China untuk operasi penyelamatan," ujar juru bicara pemerintah, Sasmit Pokharel.
Badan Survei Geologi AS (USGS) awalnya melaporkan terjadinya gempa bumi bermagnitudo 4,4 pada Rabu (26/08) dini hari, sekitar 66 kilometer di utara Kathmandu. Namun, USGS kemudian merevisi analisisnya. Aktivitas seismik yang terdeteksi ternyata merupakan longsoran gletser masif, setara guncangan bermagnitudo 5,2 yang melepaskan material berton-ton ke hilir dan meratakan permukiman.
Kesimpulan ini didasarkan pada data stasiun seismik terdekat dan citra satelit, yang mengonfirmasi bahwa tidak ada aktivitas tektonik murni yang terjadi.
Respons berbagai negara
Pemerintah Korea Selatan melaporkan sembilan warganya yang bekerja di proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air di Nepal termasuk dalam daftar orang hilang.
Kementerian Luar Negeri Malaysia mengumumkan kehilangan kontak dengan 11 warga negaranya yang diyakini berada di Distrik Rasuwa. Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia di Nepal menyatakan empat warga negaranya hilang di zona bencana.
Perdana Menteri India Narendra Modi telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Nepal Balendra Shah untuk menawarkan bantuan langsung. "India siap memberikan segala bentuk bantuan kemanusiaan yang dimungkinkan kepada Nepal. Tim kami berkoordinasi erat dalam upaya penyelamatan dan pemberian bantuan," tulis Modi di media sosial.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mulai memobilisasi bantuan. "Dalam upaya memenuhi apa yang jelas akan menjadi kebutuhan kemanusiaan yang sangat besar," tegas juru bicara PBB, Stephane Dujarric.
Melalui pernyataan bersama, Australia, Inggris, Uni Eropa, Finlandia, Prancis, Norwegia, dan Swiss menyampaikan solidaritas mereka. "Kami mendorong semua pihak di wilayah terdampak untuk mematuhi arahan otoritas setempat dan peringatan keselamatan resmi, mengingat situasi yang masih terus berkembang."
Lembah-lembah terjal di kawasan tersebut merupakan urat nadi ekonomi dan jalur perlintasan. (Foto: dw.com/id - Skanda Gautam/ZUMA/dpa/picture alliance)
Bukan bencana pertama akibat gletser
Pakar iklim di Pusat Pengembangan Pegunungan Terpadu Internasional (ICIMOD) yang berbasis di Kathmandu menegaskan, longsoran salju dan es dari gletser kemungkinan besar merupakan pemicu utama banjir bandang tersebut.
"Pengamatan hidrologi menunjukkan kecepatan dan besarnya gelombang banjir yang sangat luar biasa," tulis para pakar dalam pernyataan resmi mereka. Tinggi permukaan air di salah satu titik Sungai Trishuli dilaporkan melonjak hingga sembilan meter hanya dalam waktu setengah jam.
Menurut ICIMOD, Sungai Lhende Khola, anak sungai Bhotekoshi, menelan dampak banjir terparah.
"Lhende Khola telah dua kali dilanda banjir dalam 14 bulan terakhir. Kali ini pemicunya adalah longsoran bebatuan es dari gletser di sisi Nepal, yang kemudian menyumbat sungai dan melepaskan lonjakan air bah secara tiba-tiba ke hilir," terang Saswata Sanyal, spesialis pengurangan risiko bencana di ICIMOD.
Wilayah ini sebelumnya pernah diterjang banjir bandang serupa pada Agustus tahun 2025. (Foto: dw.com/id - Subaas Shrestha/NurPhoto/picture alliance)
Sanyal mendesak implementasi sistem peringatan dini yang lebih tangguh di "kawasan Himalaya yang semakin memanas".
saat sebuah danau glasial di Tibet meluap imbas peningkatan suhu ekstrem. Bencana itu menewaskan sembilan orang dan memutus infrastruktur vital, termasuk jembatan penghubung Nepal dan China. (Sumber: AP, AFP, dpa)/Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris/Editor: Tezar Aditya Rahman, Rizki Nugraha)/dw.com/id. [*]
*Muhammad Hanafi Jurnalis untuk Deutsche Welle Indonesia di Jakarta.@hanafiaryanbly
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .