Lappet: Kue Tradisional Batak yang Melegenda dan Digemari Sejak Dahulu

Oleh : Radar Medan | 09 Mar 2025, 08:32:30 WIB | 👁 3341 Lihat
Unik
Lappet: Kue Tradisional Batak yang Melegenda dan Digemari Sejak Dahulu

Keterangan Gambar : Gambar ilustrasi lappet sedang dimasak (Ist)


RADARMEDAN.COM - Lappet merupakan salah satu makanan khas suku Batak yang telah digemari sejak zaman dahulu.

Kue ini dikenal dengan teksturnya yang kenyal dan cita rasa manis gurih yang khas. Tidak hanya menjadi camilan favorit, Lappet juga sering disajikan dalam berbagai acara adat dan keluarga di wilayah Sumatera Utara.

Kenapa Lappet Disukai Sejak Dahulu?

Lappet menjadi makanan yang digemari sejak dulu karena beberapa alasan.

Pertama, bahan-bahannya mudah ditemukan dan murah, sehingga dapat dibuat oleh siapa saja.

Kedua, kue ini memiliki rasa yang lezat, perpaduan antara manis dari gula aren dan gurih dari kelapa parut yang dicampurkan dalam adonannya.

Selain itu, proses pembuatannya yang cukup sederhana membuatnya menjadi camilan yang praktis untuk dikonsumsi kapan saja.

Di masa lalu, Lappet juga sering dijadikan bekal bagi para petani dan pekerja di ladang karena mampu memberikan energi dalam waktu lama. Aromanya yang khas dari daun pisang sebagai pembungkus juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmatnya.

Bahan-Bahan Utama Lappet

Lappet dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan, yaitu:

  • Tepung beras

  • Kelapa parut

  • Gula aren atau gula merah

  • Air

  • Garam

  • Daun pisang sebagai pembungkus

Bahan-bahan ini merupakan bahan alami yang sering digunakan dalam berbagai kuliner khas Nusantara.

Lappet banyak ditemukan di Sumatera Utara, terutama di daerah yang memiliki populasi suku Batak yang besar, seperti Tapanuli, Samosir, Medan, hingga Pematang Siantar. Di kota-kota besar seperti Medan, Lappet sering dijual di pasar tradisional, warung kopi, hingga toko oleh-oleh khas Batak. Tak jarang, Lappet juga dijual di luar Sumatera oleh masyarakat Batak yang merantau dan ingin memperkenalkan makanan tradisional ini kepada masyarakat luas.

Cara Membuat Lappet

Jika ingin mencoba membuat Lappet sendiri di rumah, berikut langkah-langkahnya:

Bahan:

  • 250 gram tepung beras

  • 100 gram kelapa parut

  • 150 gram gula aren, serut halus

  • Sejumput garam

  • 100 ml air hangat

  • Daun pisang secukupnya untuk membungkus

Cara Membuat:

  1. Campurkan tepung beras, kelapa parut, dan gula aren dalam satu wadah.

  2. Tambahkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan tercampur rata dan bisa dipulung.

  3. Ambil selembar daun pisang, lalu letakkan sedikit adonan di tengahnya.

  4. Bungkus adonan dengan daun pisang berbentuk lonjong atau kerucut, lalu sematkan dengan lidi atau lipat rapi.

  5. Kukus dalam panci selama kurang lebih 30-40 menit hingga matang.

  6. Setelah matang, angkat dan sajikan Lappet dalam keadaan hangat agar teksturnya lebih nikmat.

Lappet adalah salah satu warisan kuliner khas Batak yang terus bertahan hingga kini. Kelezatannya yang sederhana namun menggugah selera menjadikan makanan ini tetap diminati dari generasi ke generasi. Dengan bahan yang mudah didapat dan cara pembuatan yang praktis, Lappet menjadi salah satu kuliner Nusantara yang patut dilestarikan.(Hanson Munthe)


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas