Sejumlah Pemilik Bangunan Sekitar Gedung Tua Warenhuis Sempat Melakukan Perlawanan
Oleh : Radar Medan | 13 Sep 2019, 22:18:49 WIB | 👁 1636 Lihat Metropolitan
RADARMEDAN.COM - Penertiban sejumlah bangunan liar yang dilakukan Satpol PP di sekitar gedung tua Warenhuis Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat dalam rangka mendukung penataan kota yang dilakukan Pemko Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) sempat ricuh, Jumat (13/9).
Sejumlah warga yang sudah puluhan tahun mendiami bangunan melakukan perlawanan. Namun perlawanan berhasil diredam, bangunan liar pun akhirnya berhasil dirubuhkan dan diratakan dengan tanah.
Guna membersihkan bangunan liar di seputaran gedung tua yang dulunya merupakan supermarket pertama di Kota Medan tersebut, Kasatpol PP Kota Medan HM Sofyan yang memimpin langsung penertiban menurunkan sekitar 250 orang petugasnya. Selain Satpol PP, penertiban juga didukung organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Medan serta jajaran Kecamatan Medan Barat serta dibantu petugas dari Polrestabes Medan dan Kodim 0201/BS.
Selain itu penertiban yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut didukung satu unit alat berat backhoe loader milik Dinas Pekerjaan Umum guna mendukung kelancaran penertiban. Sebelum melakukan penertiban, Sofyan lebih dulu menggelar apel di Lapangan Merdeka Medan. Dalam apel tersebut, Sofyan mengingatkan agar penertiban yang dilakukan harus lebih mengutamakan pendekatan persuasif.
Usai apel, Sofyan bersama seluruh tim selanjutnya bergerak menuju lokasi penertiban dengan berjalan kaki. Kemudian mantan Camat Medan Area tersebut minta kepada seluruh warga untuk segera mengosongkan seluruh bangunan. Namun sebanyak 7 kepala keluarga (KK) yang mendiami bangunan liar di kawasan tersebut dengan tegas menolak dilakukannya penertiban. Namun Sofyan tidak bergeming sedikit pun, penertiban terus dilakukan.
Diawali dengan pembongkaran bangunan warung nasi. Selain tidak ada izin, bangunan juga didirikan di atas jalan. Tanpa kesulitan, backhoe loader berhasil merubuhkan bangunan warung nasi. Seluruh material hasil pembongkaran langsung diperintahkan Sofyan untuk diangkut dengan menggunakan truk milik Dinas PU.
Setelah itu pembongkaran diarahkan dengan bangunan lainnya, termasuk bangunan satu unit rumah yang dihuni sekitar 7 KK. Namun pembongkaran terkendala, sebab penghuni rumah, terutama kaum ibu menolak untuk mengosongkan rumah tersebut. Mereka sengaja duduk di pinggir jalan untuk menghalangi backhoe loader melakukan pembongkaran. Di samping itu mereka juga sengaja meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil didalam rumah.
Namun Sofyan tetap bersikukuh melaksanakan penertiban, sebab telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). “Sebelum melakukan penertiban, Dinas PKPPR telah menyurati tiga kali kepada seluruh penghuni bangunan untuk segera mengosongkan lokasi karena Pemko Medan akan melakukan penataan. Namun surat peringatan tidak diindahkan sehingga dilakukan penertiban hari ini,” jelasnya.
Sofyan yang didampingi Camat Medan Barat Rudi Lubis selanjutnya memberi waktu setengah jam kepada penghuni rumah untuk segera mengosongkan rumah tersebut. Bukannya mengikuti, penghuni rumah justru bertahan sambil melontarkan kalimat sumpah dan makian kepada petugas Satpol PP, termasuk kepada Sofyan. Sejumlah pemuda juga mendatangi Sofyan dan minta agar prosesi pembongkaran dihentikan. Namun upaya tersebut kandas, Sofyan minta backhoe loader maju untuk melanjutkan pembongkaran.
Penghuni rumah, terutama kaum wanita berupaya menghalangi jalannya backhoe loader dengan duduk di jalan. Kembali upaya tersebut gagal, selang setengah jam dari waktu yang ditetapkan, para penghuni juga tidak mengosongkan rumah, Sofyan pun memerintahkan petugasnya untuk mengeluarkan seluruh barang dan peralatan rumah tangga dari dalam rumah. Tak pelak perlawanan pun terjadi, petugas pun dilempari dengan panci, piring, helm, baskom maupun gilingan kayu.
Namun petugas tetap saja memasuki rumah dan mengeluarkan barang yang didapat guna mempermudah proses pembongkaran. Pemilik rumah semakin panik dan menjerit-jerit sambil melontarkan kalimat makian serta menyiram petugas dengan air, termasuk santan dan air yang sangat bau. Sebagian barang-barang dari dalam rumah berhasil dikeluarkan, Sofyan pun minta backhoe loader maju untuk merubuhkan rumah tersebut.
Lantaran masih ada sejumlah anak-anak yang bertahan di dalam rumah, pembongkaran pun urung dilakukan. Selanjutnya Sofyan minta kepada anggotanya untuk mengevakuasi anak-anak agar tidak ada yang cedera ketika pembongkaran dilakukan. Penghuni rumah dibantu sejumlah warga sekitar melakukan perlawanan sehingga sempat terjadi baku hantam tetapi petugas Satpol PP berhasil meredamnya dalam hitungan menit.
Kemudian sejumlah petugas Satpol PP berhasil memasuki rumah dan melakukan evakuasi terhadap sejumlah anak-anak. Setelah itu backhoe loader merangsek maju dan berhasil membongkar bangunan dapur. Setelah itu dilanjutkan dengan pembongkaran dinding rumah, tidak hanya menggunakan backhoe loader tetapi juga palu besar.
Suasana kembali ricuh menyusul datangnya seorang pria berkepala plontos. Pria tersebut marah-marah dan memaki Kasatpol PP menyusul pembongkaran yang dilakukan. Bahkan, pria itu sampai membantingkan televisi hingga hancur. Kehadirannya memantik penghuni rumah dan warga yang sempat diam kembali mengamuk dan melakukan perlawanan sehingga baku hantam kembali terjadi.
Kembali petugas Satpol PP berhasil meredam perlawanan penghuni rumah dan sejumlah pemuda sehingga pembongkaran kembali dilanjutkan hingga sebagian bangunan rumah hancur. Pria berkepala plontos itu yang masih dipenuhi emosi itu selanjutnya membakari benda-benda yang mudah terbakar dalam rumah. Setelah itu dia membawa sejumlah pemuda yang turut membantu penghuni rumah melakukan perlawanan meninggalkan lokasi sambil terus melontarkan kalimat makian.(humas/PR)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .