Kasus Pemukulan Wartawan di Tapteng Korban Masih Terbaring Sakit, Polisi Cek TKP
Oleh : Radar Medan | 06 Feb 2026, 10:49:00 WIB | 👁 1165 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Tim penyidik Satreskrim Polres Tapteng menggelar pra olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Kamis (5/6/2026)
RADARMEDAN.COM,TAPANULI TENGAH – Upaya pengungkapan kasus kekerasan terhadap insan pers di Tapanuli Tengah (Tapteng) mulai memasuki babak baru.
Tim penyidik Satreskrim Polres Tapteng menggelar pra olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Kamis (5/6/2026), guna mendalami dugaan penganiayaan yang menimpa Marhamadan Tanjung, jurnalis dari media online WartaPembaharuan.co.id.
Proses hukum ini merupakan tindak lanjut atas laporan korban yang mengaku dipukuli oleh sejumlah orang diduga ajudan bupati Tapteng saat menjalankan tugas jurnalistiknya bersama aktivis Laskar Gibran, Erik Firmansyah Pasaribu.
Namun, dalam agenda olah TKP tersebut, Marhamadan Tanjung terpaksa absen karena kondisi fisiknya yang belum memungkinkan.
Saat dikonfirmasi ia mengaku masih harus menjalani perawatan intensif akibat luka-luka pasca-insiden kekerasan yang dialaminya.
"Saya belum sembuh bg, teman saya (Erik) yang hadir saat olah TKP, saya masih berobat, saat ini rawat jalan. Kita tunggu perkembangannya bg," ujar Marhamadan.
Kehadiran korban dalam proses rekonstruksi tersebut akhirnya diwakili oleh Erik Pasaribu, serta dihadiri oleh pihak Satpol PP, kepolisian, dan tim kuasa hukum.
Peristiwa ini bermula saat Marhamadan dan Erik tengah melakukan investigasi terkait status rumah dinas yang ditempati Bupati Tapteng di sebuah gang di wilayah Pandan.
Mereka berupaya mengonfirmasi informasi mengenai kebenaran apakah rumah tersebut merupakan milik pribadi yang disewa oleh pemerintah daerah.
Nahas, saat berada di lokasi, keduanya justru diadang oleh para orang tak berseragam diduga ajudan Bupati. Meski Marhamadan mengeklaim telah menunjukkan kartu pers sebagai bukti legalitas tugasnya, aksi kekerasan tetap terjadi hingga ponsel miliknya dan Erik sempat disita sebelum akhirnya dikembalikan, sehingga mereka tak bisa merekam kejadian.
Menanggapi perkembangan kasus ini, Kasi Humas Polres Tapteng, Iptu Dariaman Saragih, menyatakan bahwa pihaknya masih terus bekerja melakukan pendalaman.
Ia menegaskan bahwa seluruh bukti dan hasil olah TKP akan menjadi bahan penting dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan.
"Izin pak masih dalam proses penyelidikan Pak, Kalau ada perkembangan akan kami kabari terimakasih. Atau langsung konfirmasi dengan pak Kasat Reskrim," jelas Iptu Dariaman singkat saat dikonfirmasi oleh awak media.
Di sisi lain, upaya perimbangan informasi terus diupayakan guna memperjelas keterlibatan para ajudan dalam aksi premanisme tersebut.
Namun, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, belum memberikan respons resmi terkait insiden yang mencoreng kemerdekaan pers di wilayahnya. Hingga lebih dari 1 x 24 jam, pesan konfirmasi yang dilayangkan melalui aplikasi WhatsApp hanya menunjukkan status centang dua tanpa adanya jawaban.(HM)
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .