Kasus Covid-19 Terus Menurun, Isolasi Terpusat KM Bukit Raya Dipulangkan

Oleh : Radar Medan | 05 Okt 2021, 12:16:47 WIB | 👁 2214 Lihat
Berita Kota
Kasus Covid-19 Terus Menurun, Isolasi Terpusat KM Bukit Raya Dipulangkan

RADARMEDAN.COM - Menyusul terus menurunnya kasus Covid-19 di Kota Medan, Wali Kota Medan Bobby Nasution memulangkan KM Bukit Raya yang selama ini dijadikan sebagai tempat isolasi terpusat (isoter) terapung bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di kawasan Medan bagian Utara kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Apalagi selama dua pekan sebelum pemulangan dilakukan, tak ada lagi warga yang menjalani isolasi di kapal buatan Jerman yang diproduksi tahun 1994 tersebut.

Seperti  diketahui, KM Bukit Raya sudah berada di Kota Medan, tepatnya di Pelabuhan Belawan sejak 16 Agustus 2021. Lebih kurang sebulan, kapal penumpang buatan perusahaan galangan Jerman bernama Meyer Werft itu dioperasikan sebagai tempat isoter  terhitung mulai 20 Agustus 2021. Saat dioperasikan sebagai insoter, KM Bukit Raya yang merupakan satu dari 25 kapal milik PT Pelni memiliki 450 tempat tidur. Dengan pemulangan KM Bukit Raya tersebut, Pemko Medan kini tinggal memiliki dua tempat isoter yakni eks Hotel Soechi Jalan Cirebon dan Gedung P4TK Jalan Setia Budi, Helvetia.
 
Sebelumnya, Kapal milik PT Pelni (Persero) itu dijadikan tempat isolasi mandiri (isoman) bagi warga yang terkonfirmasi poitif Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala (OTG). Selain mencegah warga yang terpapar berinteraksi dengan warga yang belum terpapar, isoman itu dilakukan  guna mempermudah penanganan. Apabila kondisi warga yang terpapar memburuk, bisa langsung  dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan yang lebih maksimal.

Saat meninjau KM Bukit Raya bulan Agustus lalu, Bobby mengatakan, KM Bukit Raya ini tidak hanya diperuntukan bagi masyarakat Medan Bagian Utara saja, tapi juga bagi seluruh warga Kota Medan. “Ini sebagai langkah awal, jika ada warga Medan bagian Utara yang terkonfirmasi dan berada dalam zona merah, akan sangat kejauhan jika dibawa ke wilayah bagian Barat ataupun Selatan. Untuk itu, kita persiapkan KM Bukit Raya sebagai tempat penanganan awal,” jelas Bobby Nasution ketika itu.

Selain warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, jelas Bobby, ketiga tempat isoter itu juga digunakan untuk menampung warga yang melakukan isoman di rumah namun tidak memenuhi persyaratan, sebab fasilitas yang disediakan di isoter lebih baik. “Selain ada yang mengawasi dan suster yang melayani, juga cepat menangani jika  sewaktu-waktu terjadi perubahan kondisi tubuh yang darurat. Di samping itu juga sudah disiapkan rumah sakit rujukan,” ungkapnya.

Sejak dioperasikan sebagai isoter, KM Bukit Raya paling tinggi menampung warga yang terpapar Covid-19 sebanyak 80-an di akhir  Agustus 2021. Setelah itu jumlah warga yang menjalani isolasi terus mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Medan, jumlah warga yang dirawat pada 2 – 3 September sebanyak 11 orang. Kemudian, 4 September (13 orang), 5 September (12 orang). 6 September (11 orang) serta 10 september (10 orang).  Setelah itu sejak 11-15 September, jumlah warga yang menjalani isolasi hanya 1 orang. Selanjutnya, mulai 16 – 30 September,  taka da lagi warga yang menjalani isoter di KM Bukit Raya. “Setelah dua minggu kosong, makanya KM Bukit Raya kita kembalikan kpada PT Pelni,” jelas Bobby Nasution.

Pemulangan KM Bukit Raya yang dilakukan Bobby Nasution ini mendapat sambutan baik dari Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga MD KAHMI Medan sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran USU dr Muhammad Fauzi Siregar Sp Onk Rad. Menurutnya, pemulangan isoter terapung ini berbanding lurus dengan menurunnya angka Covid-19 di Medan. Dikatakannya, pemulangan ini juga sebagai salah satu bukti kesuksesan Bobby Nasution dalam mengendalikan dan menangani Covid-19.

Dengan pemulangan KM Bukit Raya, kata Fauzi,  2 isoter milik Pemko Medan dan fasilitas lainnya seperti rumah sakit dapat dipergunakan. Sebab, terangnya, isoter terapung ini hanya bersifat sementara untuk mengatasi jika terjadi kasus lonjakan Covid-19 di Kota Medan beberapa waktu lalu.  “Saat ini kasus Covid-19 turun,  artinya ada keberhasilan dalam menurunkan angka positivity rate. Tetapi tentunya program lainnya yang selama ini dilakukan Pemko Medan harus tetap dilanjutkan, misalnya mengenai sosialisasi protokol kesehatan (prokes), cakupan vaksinasi lebih diperluas dan dipercepat lagi. Jadi memang ada penurunan kasus, kita anggap ini sebagai suatu hal yang baik. Kita berharap status level Kota Medan ini akan semakin turun,” ungkap Fauzi

Selanjutnya, Fauzi berharap agar angka kasus Covid-19 di Kota Medan ke depannya terus menurun. Untuk itu, sarannya, Pemko Medan harus lebih mensosialisasi tentang prokes kepada masyarakat. Sebab, meskipun kasus Covid-19 turun namun pandemi Covid-19 belum berakhir. Apalagi katanya mengingatkan, beberapa ahli memprediksi bisa saja terjadi lonjakan kasus di bulan Desember ini.

“Kita tentunya tidak menginginkan hal itu terjadi. Untuk mencegahnya, kita harapkan Pemko Medan terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk disiplin melaksanakan prokes, lalu vaksinasi diperluas cakupannya disertai sosialisasi akan pentingnya vaksinasi sehingga masyarakat semakin sadar dan mau untuk divaksin. Jika ini dapat dilakukan, saya yakin  kasus Covid-19 akan terus menurun,” ujarnya optimis. (ril)/Hanson Munthe/PE


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas