Jeritan Tangis Rosti Simanjuntak saat Autopsi Ulang Brigadir Yoshua
Keluarga Minta Presiden Jokowi Beri Atensi Khusus Kasus Brigadir J

Oleh : Radar Medan | 27 Jul 2022, 12:42:00 WIB | 👁 3023 Lihat
Nasional
Jeritan Tangis Rosti Simanjuntak saat Autopsi Ulang Brigadir Yoshua

RADARMEDAN.COM, JAMBI - Rosti Simanjuntak tidak berhenti menangis sejak tiba dilokasi makam anaknya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (27/7/2022).
Rosti dan keluarganya tiba di lokasi sejak pagi, sebelum makam bintara Polri yang diduga tewas akibat baku tembak dengan Bharada E di rumah kediaman Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) yang lalu digali.

Sejak tiba di lokasi makam, guru sekolah dasar itu sudah histeris melihat makam anaknya. Untai kata kesedihan terdengar kuat dalam jeritan ibu empat anak itu. Dia tidak kuasa melihat makam anaknya yang akan dibongkar.

Sejumlah keluarga dan pengurus ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) setia menemani istri dari Samuel Hutabarat itu. Memberikan dukungan agar kuat untuk mencari kebenaran dibalik kematian anak keduanya yang diduga melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo.

Rosti terus menangis, sesekali menjerit histeris memohon kekuatan dari Tuhan. Sesaat sebelum pembongkaran kuburan dimulai, pihak keluarga dan Ormas PBB melakukan ibadah singkat yang dipimpin pendeta.

Selanjutnya Rosti didudukkan di kursi yang ada di sekitar lokasi. Sejumlah keluarga yang ada di lokasi terlihat ikut menangis.

Ibu Brigadir Yoshua terdengar beberapa kali menyampaikan permintaan tolong kepada Presiden Jokowi agar memperhatikan proses autopsi ini. Dia juga menyampaikan permintaan agar pihak TNI ikut membantu mengungkap kasus ini.

Proses pembongkaran makam Brigadir Yoshua dilakukan setelah ibadah. Sebanyak 5 orang anggota ormas PBB dihunjuk keluarga untuk menggali kuburan tersebut. Proses penggalian kuburan berlangsung selama 30 menit.

Setelah selesai digali, peti mati Brigadir Yoshua diangkat ke atas. Kemudian dibersihkan oleh pihak keluarga. Pihak keluarga meminta untuk membuka tutup peti yang sudah diangkat dari liang lahat. Untuk melihat jasad brigadir Yoshua sebelum dilakukan autopsi ulang.

Setelah dibuka, ditutup kembali dan diangkat ke ambulans untuk dibawa ke rumah sakit lokasi pelaksanaan autopsi. Puluhan orang terlihat mengerumuni makam Brigadir Yoshua di Desa Suka Makmur.

"Pak Presiden, tolong kami," kata salah seorang anggota keluarga Brigadir Yoshua.

Sepanjang langkah kaki Rosti mengikuti pemindahan jasad anaknya dari kuburan ke ambulance diiringi tangisan dan jeritan duka.

"Tolong kami Tuhan, biar terungkap semuanya. Tolong keluarga kami Tuhan," katanya.

Pelaksanaan autopsi ulang terhadap Brigadir Yoshua dilakukan untuk mengungkap fakta atas kematian ajudan Ferdy Sambo tersebut. Banyak pihak menduga kematian tersebut menyimpan misteri.

Terlebih pihak keluarga yang menduga adanya penganiayaan terhadap personel Polri yang dulu bertugas di Jambi tersebut.

Alasan terjadinya pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo dinilai tidak benar. Karena selama ini Brigadir Yoshua selalu bercerita tentang kebaikan keluarga Ferdy Sambo dan dia sudah dipercaya mengurusi berbagai hal di lingkungan keluarga Sambo.

Banyaknya luka tidak wajar ditubuh Brigadir Josua dinilai sebagai bentuk adanya tindakan kekerasan dan penganiayaan yang tidak manusia. Pihak keluarga juga menilai keterangan yang diberikan pihak kepolisian atas kematian Josua ditangan seorang personel tamtama tidak masuk akal.

Selain itu, larangan membuka peti jenazah yang sempat terjadi di rumah keluarga Hutabarat dinilai sebagai gambaran adanya kebohongan dibalik kematian Brigadir Yoshua.

Proses ekshumasi dan autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J mendapat atensi khusus dari Kompolnas dan Komnas HAM. Pantauan wartawan media ini di lokasi maupun di RSUD Sungai Bahar tempat jenazah Brigadir Yoshua diautopsi disaksikan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dan Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

Choirul Anam dan Poengki juga mendampingi Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan kepada media di RSUD Sungai Bahar. Namun Choirul maupun Poengky saat itu tak memberikan keterangan apa pun.

Usai Irjen Dedi berbicara kepada awak media, mereka bertiga langsung masuk ke rumah sakit. Tim dokter yang melakukan autopsi ulang ini, dipastikan Irjen Dedi bersifat independen dan imparsial.

"Artinya bahwa hasil autopsi ulang yang dilaksanakan pada hari ini, ini memiliki dua konsekuensi. Konsekuensi pertama dari sisi keilmuan harus betul-betul sahih dan bisa dipertanggujawabkan," ucapnya.

"Konsekuensi yang kedua karena ekshumasi ini adalah dalam rangka keadilan dilaksanakan oleh pihak berwenang dan oleh kedokteran forensik ini harus menjadi konsekuensi yuridis, dalam hal ini penyidik," lanjutnya.

Di sisi lain Dedi menyebut proses ekshumasi dan autopsi ulang ini dilakukan sebagai komitmen Polri mengungkap kasus ini.

"Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dari Bapak Kapolri sesuai arahan dari Bapak Presiden agar kasus ini dibuka secara terang benderang," ucapnya.

Komnas HAM dan Kompolnas memang dilibatkan dalam pengusutan kasus kematian Brigadir J. Mereka masuk dalam tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Tim khusus ini dibentuk Kapolri agar pengusutan kasus polisi tembak polisi ini dilakukan secara terang benderang dan transparan. Hal ini untuk menjawab keraguan publik soal penanganan kasus tersebut.

Saat ini proses autopsi sedang berjalan. Pihak keluarga dan kerabat termasuk anggota ormas PBB menunggu proses autopsi di Rumah Sakit. (detiksumut)/pe


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Deli_Serdang.jpg

Bantah Antikritik Soal Akun Anonim, Pemkab Deli Serdang Buka Suara Terkait Anggaran Rp38,5 Miliar

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔11:27:41, 22 Okt 2026

RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat. Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas