Inspektorat Didesak Periksa Penggunaan Dana BOS di SD Negeri 173119 Peanajagar Tarutung
Oleh : Radar Medan | 25 Okt 2025, 09:19:21 WIB | 👁 954 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : SD Negeri 173119 Peanajagar, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara
RADARMEDAN.COM, TAPANULI UTARA - Penggunaan Dana BOS di SD Negeri 173119 Peanajagar, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, dinilai perlu diaudit. Pasalnya, dana yang seharusnya digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar itu diduga tidak dikelola sesuai ketentuan, Sabtu, 25/10/2025.
Kondisi fisik sekolah juga tampak memprihatinkan. Sejumlah kaca jendela rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Situasi ini menimbulkan dugaan bahwa pengelolaan Dana BOS di sekolah tersebut dilakukan asal-asalan.
Menanggapi hal itu, tim media berkoordinasi dengan pihak Inspektorat untuk meminta dilakukan audit serta pemeriksaan penggunaan Dana BOS di SD Negeri 173119.
Permintaan ini muncul karena pihak sekolah dinilai tertutup dan kurang transparan dalam memberikan informasi.
Diketahui, sekolah tersebut kini dipimpin oleh seorang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah yang sebelumnya menjabat sebagai bendahara Dana BOS.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya tumpang tindih peran dan potensi penyalahgunaan anggaran.
Sesuai petunjuk teknis (juknis) Dana BOS, anggaran tersebut dapat digunakan untuk beberapa kegiatan, antara lain: penerimaan peserta didik baru, pengembangan perpustakaan, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, asesmen dan evaluasi, pengelolaan administrasi sekolah, pembayaran honor guru maksimal 50 persen dari total alokasi, pemeliharaan sarana prasarana, pengadaan alat multimedia, pengembangan profesi guru, serta dukungan digitalisasi sekolah.
Namun, pelaksanaan di SD Negeri 173119 dinilai tidak mencerminkan penggunaan anggaran sesuai juknis.
Plt Kepala Sekolah, R. Hutabarat, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, mengaku tidak mengetahui secara rinci penggunaan Dana BOS di sekolah tersebut. Ia bahkan menyebut baru mengetahui Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) setelah menjabat sebagai Plt.
“Jujur, saya tidak tahu ke mana anggaran itu digunakan. Saya hanya bagian pencairan saja, yang belanja kepala sekolah. RKAS juga baru ini saya lihat,” ujar R. Hutabarat.
Ketika ditanya siapa yang kini mengatur belanja rutin sekolah, R. Hutabarat mengaku bahwa dirinya yang melakukannya.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan soal profesionalitas dan transparansi pengelolaan Dana BOS di sekolah itu. Apalagi, posisi Plt Kepala Sekolah dijabat oleh mantan bendahara BOS yang seharusnya memahami tata kelola administrasi dan keuangan sekolah.
Pihak Inspektorat Kabupaten Tapanuli Utara diharapkan segera memanggil dan memeriksa pertanggungjawaban keuangan (SPJ) Dana BOS SD Negeri 173119 serta mengevaluasi kinerja Plt Kepala Sekolah. Hal ini penting untuk memastikan pelaksanaan anggaran berjalan sesuai aturan dan prinsip akuntabilitas publik.
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .