Guru Honorer di Dairi Mengeluh ke DPRDSU, Masih Terima Gaji Rp300 Ribu/Bulan
Oleh : Radar Medan | 20 Des 2019, 12:10:40 WIB | 👁 2815 Lihat Sekitar Kita
RADARMEDAN.COM - Anggota F-PDI Perjuangan DPRD Sumut H Anwar Sani Tarigan menerima keluhan masyarakat dan guru-guru tenaga honorer di Kabupaten Dairi yang masih menerima gaji Rp300 ribu per bulan.
"Masalah guru di Dairi masih sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian serius dari pemerintah kabupaten maupun provinsi," ujar Anwar Sani Tarigan kepada wartawan, Kamis (19/12) di DPRD Sumut, seusai melakukan reses di beberapa kecamatan Kabupaten Dairi.
Anwar Sani menyebutkan, persoalan yang sama dikeluhkan masyarakat saat reses baik di Desa Sarintonu, Desa Lau Sireme Kecamatan Tiga Lingga, Desa Pamah Kecamatan Tanah Pinem dan Kecamatan Gunung Sitember, yaitu masalah guru, infrastruktur jalan, bantuan rumah bedah dan wabah penyakit kolera babi.
Terkait masalah guru, kata anggota dewan dari Dapil (daerah pemilihan) Sumut XI meliputi Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini, sangat berharap kepada Pemkab Dairi dan Pemprov Sumut segera menyikapinya, karena guru merupakan ujung tombak pendidikan dalam mencerdaskan bangsa.
"Kita akan suarakan masalah guru ini ke pemerintah. Saat ini di beberapa kecamatan Dairi sangat kekurangan guru, karena satu sekolah terkadang hanya ada seorang guru PNS, sehingga pihak sekolah menyediakan guru honor yang digaji oleh orang tua murid hanya Rp300 ribu per bulan. Hal ini sangat memprihatinkan," ujar Sani.
Di bidang infrastruktur jalan, lanjut Anwar Sani yang saat ini Ketua Komisi D DPRD Sumut membidangi pembangunan, kondisi jalan Sumbul- Karo dan jalan Sumbul-Pegagan rusak parah, perlu segera dilakukan perbaikan, agar masyarakat yang melintas ruas jalan tersebut lebih nyaman dan transportasi pengangkutan komoditi pertanian dari Kabupaten Dairi lebih lancar.
Anwar Sani juga minta Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut agar segera melakukan perbaikan terhadap jalan provinsi yang menuju objek wisata Tanjung Beringin ke Silalahi yang mengalami kerusakan parah.
"Kita saat ini sedang giat-giatnya mempromosikan wisata ke luar, harusnya pemerintah juga memperhatikan sektor pendukung objek wisata yang ada di daerah-daerah," katanya.
Persoalan lain yang dikeluhkan masyarakat di empat desa di Kabupaten Dairi, tambah politisi PDI Perjuangan ini, masalah bedah rumah diharapkan dapat lebih ditingkatkan, karena masih banyak rumah warga yang benar-benar membutuhkan perbaikan agar rumah-rumah mereka menjadi tempat hunian yang layak.
"Pada saat reses, warga yang beternak hewan babi minta pemerintah memberikan bantuan, karena banyak ternak mereka mati akibat kolera babi," ujarnya seraya menyebutkan semua yang dikeluhkan warga akan disampaikan kepada pemerintah dan diharapkan segera ditindaklanjuti. (M03/q)SIB/PE/red
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .