Fenomena hidup di Kampung, Dambaan Setiap Insan

Oleh : Radar Medan | 18 Jan 2024, 06:48:17 WIB | 👁 1267 Lihat
Opini
Fenomena hidup di Kampung, Dambaan Setiap Insan

 

RADARMEDAN.COM - Suasana tenang, nyaman dan tenteram adalah harapan setiap orang. Kondisi mudah serta tidak banyak hiruk-pikuk yang hingar-bingar, juga tempat peristirahatan menjadi impian yang didamba-damba.

Kehidupan di desa berbeda dengan fenomena di perkotaan yang sudah lebih majemuk dan tingkat kemajuan baik ekonomi, sosial dan teknologi yang melebihi pedesaan. Kondisi alam yang asri dan kehidupan yang belum banyak tersentuh manusia menjadi ciri lain pedesaan dibanding perkotaan mana pun.

Maka desa sering menjadi primadona banyak orang untuk ditinggali, bagi sebagian lagi menjadikan desa sebagai tujuan untuk melepas berbagai kepenatan katanya, istilahnya "healing"; mengobati berbagai hasrat yang dirasa tidak tercipta di suasana perkotaan.

Namun disadari atau tidak, setiap kehidupan ada tantangan dan kelebihan masing-masing. Tidak ada kehidupan tanpa ada rintangan dalam hidupnya. Artinya, setiap orang baik yang tinggal di kota maupun juga orang desa memiliki tantangan atau cobaan hidup. Bahkan, tidak jarang, cobaan hidup di kampung dirasa banyak yang dirasa kurang cocok untuk hidup di sana sehingga lantaran berbagai alasan berpindah ke kota, begitu pun sebaliknya.

Terdapat suatu kondisi yang sering kali terjadi di desa yang jarang terjadi di kota, khususnya sebagaimana pengalaman pribadi penulis, namun dipandang sebagai pengaruh cara dan bentuk (produk) manusia-manusia perkotaan. Sebagian kecil mungkin dari manusia-manusia kota yang menyebut produk kreativitas dan oleh masyarakat desa berperan sebagai konsumen.

Cara hidup yang beragam seperti berkelompok-kelompok atau individual mungkin tidak begitu tampak dalam masyarakat desa yang masih mengedepankan kebersamaan. Namun beberapa produk perkotaan yang bagi sebagian disebut sebagai bentuk kreativitas nyatanya dinikmati sebagian masyarakat desa, sayangnya negatif dan cenderung berlebihan.

Sebagai contoh musik. Musik yang diproduksi di kota baik berupa kaset (CD), flashdisk, maupun menggunakan alat handphone dengan menggunakan speaker sebagai medianya dapat terdengar hingga kemana-mana. Jika di perkotaan, musik sudah diproduksi oleh orang-orang di tempat-tempat tertentu seperti kafe, pasar, dan oleh pengamen di jalan-jalan, mungkin bagi sebagian banyak desa masih menggunakan cara tersebut yaitu memutar musik dengan alat pengeras suara.

Bedanya, jika bagi sebagian masyarakat kota menjadikan musik sebagai daya tarik untuk suatu kepentingan seperti menarik pelanggan kafe, atau mengamen, bagi sebagian masyarakat desa tersebut menjadikan musik sebagai konsumsi berupa hiburan dan dijadikan sebagai peneguh eksistensi terhadap yang lain, sehingga tidak jarang bagi sebagian lain lagi tersebut merasa terganggu dengan suara keras atau pilihan musik/lagu yang diputar.

Kondisi ini dalam kontrol tertentu masih dapat dimaklumi. Namun pada kondisi tertentu saat dirasa begitu mengusik, maka kreativitas pun terpancing untuk suatu kondisi positif juga. Sebagai contoh, kondisi demikian ditangkal dengan berbagai aktivitas positif. Tidak dengan sikap kontraproduktif, semisal kesadaran akan hidup bersama-sama secara kondusif dan toleran juga teguran justru menjadi potensi masalah lain yang belum siap lagi, maka produktivitas kegiatan positif menjadi pilihan terbaik.

Mengulas desa sebagai kampung halaman senantiasa mengingatkan sesiapa saja menjadi rindu dengan kampungnya dan ingin berkontribusi nyata. Selain itu, sebagai tempat di mana sanak keluarga dan handai taulan tinggal menjadikan setiap orang kampung di manapun sedang berada muncul rasa setidaknya hendak menjaga kebersatuannya.

Gambaran desa, bagaimana pun perubahannya dan hal yang telah dilewati tetap menjadi tempat yang tercinta. Perasaan ini mengingatkan penulis pribadi pada suatu lirik lagu kebangsaan yang pada suatu kesempatan juga dinyanyikan ayah penulis pribadi menjelang tidur kala itu. Berikut penggalan lagu kebangsaan berjudul Desaku. Diharapkan dapat mengingatkan pembaca kembali akan maknanya dan agar dapat menjaga persatuan kehidupan di desa dan tidak mudah bercerai.

"Desaku yang tercinta, pujaan hatiku

Tempat ayah dan bunda, dan handai taulan ku...

Tak mudah ku lupakan, tak mudah bercerai

Selalu kurindukan, desaku yang permai"

(Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil. *Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera)/pe


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas