Dituding Merusak Lingkungan, TPL: Audit KLHK Buktikan Kami Taat Aturan

Oleh : Radar Medan | 27 Mei 2025, 18:31:34 WIB | 👁 1397 Lihat
Daerah
Dituding Merusak Lingkungan, TPL: Audit KLHK Buktikan Kami Taat Aturan

Keterangan Gambar : PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) merespons seruan "Tutup TPL" yang disuarakan sejumlah massa dalam aksi unjuk rasa di Tarutung, Tapanuli Utara, pada 27 Mei 2025.


RADARMEDAN.COM, TAPANULI UTARA - PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) merespons seruan "Tutup TPL" yang disuarakan sejumlah massa dalam aksi unjuk rasa di Tarutung, Tapanuli Utara, pada 27 Mei 2025.

Perusahaan menyampaikan klarifikasi lewat pesan tertulis kepada media dan menegaskan operasionalnya berjalan sesuai aturan yang berlaku.

"Kami menyampaikan klarifikasi ini sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas," tulis Corporate Communication Head TPL, Salomo Sitohang, dalam keterangan yang diterima redaksi.

TPL menyebut telah beroperasi lebih dari 30 tahun dan menjalin komunikasi aktif dengan masyarakat, termasuk tokoh adat, agama, akademisi, hingga LSM. Perusahaan menegaskan menolak tudingan bahwa keberadaan mereka menjadi penyebab bencana ekologi.

"Seluruh kegiatan kami telah sesuai dengan izin, peraturan, dan ketentuan dari pemerintah yang berwenang," lanjut pernyataan tersebut.

Menurut TPL, seluruh operasional dijalankan berdasarkan SOP yang terdokumentasi dengan pemantauan lingkungan secara berkala bersama lembaga independen bersertifikasi. Selain itu, proses peremajaan pabrik juga disebut telah menggunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan demi meminimalkan dampak ekologis.

TPL menyampaikan hasil audit Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2022–2023 menyatakan bahwa mereka taat terhadap seluruh regulasi tanpa pelanggaran baik aspek lingkungan maupun sosial.

"Perusahaan juga aktif dalam program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan dan dilaporkan secara berkala," jelasnya.

Terkait isu deforestasi, TPL menegaskan kegiatan tanam dan panen dilakukan dalam sistem berkelanjutan sesuai dokumen Amdal, dengan jeda waktu maksimal satu bulan antara pemanenan dan penanaman kembali. Dari total luas konsesi 167.912 hektare, hanya sekitar 46.000 hektare dikembangkan menjadi perkebunan eucalyptus. Sekitar 48.000 hektare lainnya dialokasikan sebagai kawasan lindung dan konservasi.

"Ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga keanekaragaman hayati dan kesinambungan bahan baku industri pulp," sebut TPL.

Saat ini, TPL mempekerjakan lebih dari 9.000 orang, baik langsung maupun tidak langsung, dan didukung oleh 4.000 Kelompok Tani Hutan serta pelaku UMKM. Perusahaan mengklaim keberadaannya memberi dampak ekonomi bagi sekitar 50.000 jiwa, termasuk keluarga pekerja dan para mitra usaha di sekitar areal kerja.

Meski mengaku menghargai hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, TPL mengingatkan agar segala tuntutan didasarkan pada data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Perusahaan juga membuka ruang dialog dari berbagai pihak demi terciptanya keberlanjutan yang adil di wilayah Tano Batak.

"Kami terus berbenah, bertumbuh, dan berkomitmen hadir secara positif bagi masyarakat dan lingkungan," tutup Salomo.(Dahlia'S)/PE


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas