Bupati Pakpak Bharat Gelar Dialog Bersama Masyarakat PGGS
Oleh : Radar Medan | 10 Mar 2022, 06:54:43 WIB | 👁 1737 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM, PAKPAK BHARAT - Sejumlah tokoh masyarakat mengakui jika program pembangunan pemerintah telah dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan PGGS, Kab Pakpak Bharat. Para tokoh masyarakat menyatakan walau sejumlah program yang lain masih ada yang belum terwujud, para tokoh bisa memakluminya karena terbatasnya anggaran akibat dampak pandemi Covid19 yang masih terjadi saat ini. Hal ini dinyatakan oleh sejumlah tokoh masyarakat Kec.PGGS saat pelaksanaan "Coffe Morning" di Aula Kantor Kecamatan PGGS,Selasa (08/03).
Coffe Morning tersebut dilakukan dialog antara pemerintah Kab.Pakpak Bharat yang dihadiri langsung oleh Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, serta didampingi para pimpinan OPD, bersama dengan para Kepala Desa, Ketua BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, masyarakat dan unsur lainnya.
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor pada kesempatan ini menekankan pentingnya memunculkan kembali budaya suku pakpak mersiurupen (gotong royong), perubahan moral, perubahan karakter serta disiplin masyarakat dalam berkehidupan sehari-hari.
Untuk itu Bupati pada kesempatan ini meminta aspirasi serta masukan dari para tokoh masyarakat serta masyarakat yang hadir pada kesempatan tersebut sehingga pemerintah nantinya bisa mengambil langkah langkah serta kebijakan kedepannya.
Kegiatan tersebut juga diselingi tanya jawab antara Bupati dan sejumlah undangan, terkait rencana pembangunan daerah ke depannya yaitu terkait pendidikan, pertanian, kesehatan, pariwisata dan sektor lainnya lainnya.
Acara yang dipandu oleh Plt Kadis PMD, Bupati Franc juga meminta seluruh kepala desa agar aktif serta jeli melihat potensi-potensi desa yang bisa dikembangkan di desa masing-masing. Bupati berharap para pemerintah desa bisa saling berkoordinasi dengan Pemerintah kabupaten melalui dinas-dinas terkait. Apalagi saat ini pemerintah sedang fokus pada pengembangan sektor pertanian.
Salah satu tokoh masyarakat PGGS, Lamsudin Manik mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu terobosan baru, karena selama ini kegiatan pemerintah bersama masyarakat seperti ini baru dilaksanakan saat kepemimpinan Bupati Franc Bernhard Tumanggor.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati atas pelaksanan kegiatan ini karena bisa berdiskusi dengan masyarakat bawah dan bisa bertemu langsung dengan Bupati," katanya.
Lamsudin Manik memohon kepada pemerintah agar lebih mempertimbangkan masyarakat setempat supaya masyarakat lebih terlibat dalam hal pengerjaan pembangunan yang ada di kecamatan PGGS.
Sementara itu, Wilson Manik, ketua Sulang Silima Marga Manik mengaku juga sudah merasakan kemajuan program-program selama kepemimpinan Bupati Franc di Kecamatan PGGS khususnya disektor pertanian dan Pendidikan. Wilson Manik, meminta agar para pengawas sekolah mulai tingkat Paud lebih aktif sehingga proses belajar mengajar di sekolah sekolah bisa diterapkan sesuai dengan ketentuan yang ada.(MB)/PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .