Oleh : Radar Medan | 24 Sep 2020, 20:03:51 WIB | 👁 2098 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM, DAIRI - Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu meresmikan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kabupaten Dairi, Kamis (24/9/2020) di Jl Keluarga Berencana Sidikalang, Dairi. Peresmian dihadiri Komisioner Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang SH, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumut, Dra Hj Marhamah M.Si, Ketua TP. PKK Kabupaten Dairi, Ny. Romy Mariani Eddy Berutu, Forkopimda Kabupaten Dairi, para Pimpinan OPD dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Dairi.
Bupati Dairi, Dr. Eddy Kelleng Ate Berutu menyampaikan, Puspaga diperuntukkan untuk membina keluarga yang baik dalam melindungi hak anak. Keberadaan lembaga konsultasi untuk orang tua/ keluarga ini juga merupakan salah satu indikator penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) klaster II terkait lingkungan keluarga dan pengasuhan anak.
“Puspaga dibentuk sebagai perwujudan program three ends, dengan mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia dan mengakhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan,” ujarnya.
Kadis PPPA Provinsi Sumut, Prov Dra Hj Marhamah M.Si menyampaikan, Puspaga hadir sebagai upaya pemerintah untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Diakuinya, Pemda tidak bisa bekerja sendiri sehingga harus didukung dunia usaha lain.
“Memperkecil kasus kekerasan terhadap anak Puspaga hadir. Puspaga juga memberikan layanaan preventif dan promotif. Launcing diharapkan tidak hanya seremoni, tapi bagaimana komitmen kita untuk menularkan di lingkungan kita maupun masyarakat,” ujarnya.
Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak, Veryanto Sitohang menyebutkan, launching puspaga dijadikan wadah informasi dan konseling.
“Puspaga kita harapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan anak. Kami sangat mendukung launching puspaga, kota layak anak dengan titipan dan komitmen, sehingga kita segera menghasilkan Perda perlindungan anak di Dairi,” ujarnya.
Sementara, Ketua TP PKK Kabupaten Dairi, Ny. Romy Mariani Eddy Berutu juga mengatakan Keluarga merupakan tatanan sosial terkecil dalam masyarakat dan merupakan fondasi utama dalam membangun sistem dan tatanan sosial, sehingga ketahanan keluarga merupakan basis ketahanan nasional.
Oleh sebab itu pola pengasuhan anak menjadi sangat penting karena akan sangat berpengaruh pada pembentukan generasi penerus bangsa kita. Selain itu, keluarga juga tempat pertama dan utama dalam pengasuhan dan pendidikan moral anak untuk dapat mewujudkan generasi yang unggul.
“Kami berharap Puspaga ini dapat melayani dan mendampingi keluarga dalam bentuk konseling agar dapat memecahkan permasalahan keluarga dengan layanan dari tenaga profesional (psikolog dan konselor). Saat ini Puspaga Kekelengan memiliki 1 orang tenaga psikolog dan 25 konselor yang kemarin sudah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi dari Dinas P2AP3KB bekerjasama dengan Komnas Perempuan yang menghadirkan Veryanto Sitohang dari Jakarta,” jelasnya.(HM/PR)
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .