Buka Partisipasi Masyarakat Kaji Omnibus Law Ciptaker, Gubernur : Demo Boleh, Tapi Jangan Merusak

Oleh : Radar Medan | 17 Okt 2020, 06:42:13 WIB | 👁 228 Lihat
Berita Kota
Buka Partisipasi Masyarakat Kaji Omnibus Law Ciptaker, Gubernur : Demo Boleh, Tapi Jangan Merusak

RADARMEDAN.COM – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memimpin pertemuan bersama sejumlah kalangan di antaranya dari para akademisi, organisasi kemasyarakatan, organisasi buruh, serta media massa guna menyampaikan rencana kajian Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja yang saat ini menjadi pembahasan publik, di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman 41 Medan, Kamis (15/10).

Hadir di antaranya Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Sekdaprov Sumut R Sabrina, Rektor USU Runtung Sitepu, Rektor UMSU Agussani, Rektor Unimed Syamsul Gultom, Rektor UHN Haposan Siallagan, Plt Rektor UIN SU Syafaruddin, Ketua PWI Sumut Hermansjah, Sekum MUI Sumut Ardiansyah serta sejumlah perwakilan buruh dan lembaga lainnya.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa setidaknya ada 11 klaster permasalahan dalam UU Cipta Kerja, dimana pemerintah telah melakukan kajian terhadap kebijakan yang diperlukan dalam penciptaan lapangan kerja, serta kebutuhan atas regulasi yang diperlukan. Termasuk mengevaluasi berbagai undang-undang yang perlu dilakukan penyempurnaan.

Berdasarkan kajian tersebut, pemerintah telah mengidentifikasi beberapa aspek yang diperlukan dalam cipta kerja, yang dibagi dalam 11 klaster permasalahan yaitu penyederhanaan perizinan; persyaratan investasi; ketenagakerjaan; kemudahan, pemberdayaan dan perlindungan UMKM dan perkoperasian; kemudahan berusaha; dukungan riset dan inovasi; administrasi pemerintahan; pengenaan sanksi; pengadaan lahan; investasi dan proyek strategis nasional; dan kawasan ekonomi.

“Kita sudah mendapatkan draf UU Omnibus Law Cipta Kerja dan kita bagikan untuk dipelajari oleh masing-masing pihak. Jadi kita bagi per klaster. Setelah itu minggu depan, kita akan mulai diskusi dari klaster 1 sampai 11,” ujar Gubernur, usai memimpin rapat penjelasan teknis UU Cipta Kerja.

Diperkirakan Gubernur, kajian ini akan memakan waktu selama 11 hari, jika perhari dapat dituntaskan sebanyak 1 klaster. Dirinya berharap hasilnya menjadi masukan yang baik dari Sumut guna disampaikan kepada Persiden RI. Karenanya berbagai lembaga terkait mulai dari akademisi, ormas, organisasi buruh dan lainnya diikutsertakan dalam kajian ini.

Tidak boleh merusak

Namun dinamika yang muncul di masyarakat, diakui Edy, sebagai bagian dari hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di depan umum. Hanya saja ia mengingatkan agar tetap menjaga ketertiban, tidak merusak fasilitas atau mengganggu kepentingan umum. Meskipun pada dasarnya ia mengimbau rakyat untuk menahan diri.

“Mereka kan membicarakan tentang Omnibus Law. Ini kita sedang bahas dari hasil permintaan saudara-saudara kita itu. Untuk itu jangan dulu ribut. Nanti setelah kita bahas, kita sosialisasikan dan kita edukasi, baru boleh kita perbincangkan. Tetapi menyampaikan pendapat di depan umum kan sah saja, yang tidak boleh itu merusak,” jelas Edy.

Sementara Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Abdul Hakim Siagian menyampaikan apresiasi atas langkah yang diambil Gubernur, menyikapi persoalan yang muncul di masyarakat terkait UU Cipta Kerja. Sebab dari dinamika ini, justru berbagai elemen diminta memberikan pandangan dan masukan hingga kajian terhadap produk hukum tersebut.

“Menurut hemat saya, ini sangat akomodatif sekali. Jangan-jangan barangkali dia (Gubernur) sedang mempraktekkan visi misi bermartabat. Sekarang ini, masing-masing pihak diberikan tanggung jawab berupa kajian. Sangat tepat, apalagi setelah nanti dapat bahan resmi yang sama, hasilnya akan diteruskan dan mudah-mudahan jadi masukan dan pertimbangan dari Sumatera Utara bagi Presiden,” jelas Abdul Hakim.

Cara ini, kata Abdul Hakim, menunjukkan ada kebersamaan serta sikap elegansi keberadaban sebagai warga negara. Sehingga langkah meminta masukan ini juga bisa dikatakan sebagai tantangan oleh Gubernur kepada segenap komponen masyarakat yang memiliki perbedaan cara pandang dan menarik untuk dilakukan.

“Yang pasti, Pak Gubernur kan meminta siapapun yang cerita tentang Omnibus Law, cukupkan argumentasi alasannya dan dasarnya. Jangan kita berdebat, membacanya pun belum. Kan itu yang jadi masalah. Jadi menutup itu, penyampaian Undang-Undang ini sangat tepat, karena masih tetap bergejolak. Sehingga langkah ini pantas mendapat apresiasi oleh menteri,” sebutnya.

Sedangkan dari buruh sendiri, Ketua Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (Serbundo) Loren Aritonang menyampaikan satu dari beberapa keberatan mereka terhadap lahirnya UU ini adalah pemutusan hubungan langsung antara pekerja (buruh) dengan pengusaha karena adanya regulasi tentang penggunaan lembaga penyalur tenaga kerja atau dikenal dengan istilah outsourcing. Untuk itu pihaknya juga akan memberikan masukan berdasarkan kajian yang akan mereka lakukan sebagaimana diharapkan Gubernur.(Hms)/PE


TAG : sumut


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

IMG-20201018-WA0006_compress93.jpg

Kreativitas Mahasiswa Asal Pakpak Bharat, Olah Sampah Proyek Jadi Omzet Jutaan Rupiah

🔖 EKONOMI 👤Radar Medan 🕔13:33:31, 18 Okt 2020

RADARMEDAN.COM, PAKPAK BHARAT - Sejak pandemi COVID-19 enam bulan lalu, proses belajar mengajar beralih ke daring. Namun hal itu tak berarti membuat para mahasiswa tidak bisa mengembangkan kreativitas Jawari Hasugian, salah satu mahasiswa asal Singgabur kabupaten Pakpak Bharat yang sedang menjalani semester 3 fakultas hukum di salah satu . . .

Berita Selengkapnya
inCollage_20201017_212113729_compress11.jpg

Sat Narkoba Polres Karo Temukan Perladangan Ganja di Dokan, Cabuti 258 Batang Barangbukti

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔21:25:28, 17 Okt 2020

  RADARMEDAN.COM, KARO - Satres Narkoba Polres Tanah Karo menemukan ladang ganja di Perladangan Juma Rabin Desa Dokan Kecamatan Merek Kabupaten Karo, dengan jumlah pohon sebanyak 258 batang, dengan rincian lokasi pertama 74 batang dan kedua 184 batang, Sabtu (17/10/2020). Adapun kronologis penemuan ladang ganja itu sesuai data dari . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20201017-WA0010.jpg

Walau Hidup Susah, Anak Petani Ini Bisa Raih Gelar Amd R Mik

🔖 PENDIDIKAN 👤Radar Medan 🕔18:29:20, 17 Okt 2020

RADARMEDAN.COM, PAKPAK BHARAT - Seorang anak petani yang tidak memiliki uang pemasukan pasti setiap bulannya membuat Sriani Berutu ini dengan gigih melanjutkan studinya.  Sriani Berutu putri asal Pakpak Bharat ini bercerita kepada RADARMEDAN.COM, jika tidak menyangka bisa lulus dan mendapat gelar Amd R. Mik. Pasalnya kehidupan keluarganya . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20201017-WA0001_compress59.jpg

Proyek Jalan Salak-Kuta Liang Rp4,1 M Dibatalkan, DPRD Nilai Dinas PUPR Abaikan Kepentingan Rakyat

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔14:53:25, 17 Okt 2020

RADARMEDAN.COM, PAKPAK BHARAT - Debat anggota DPRD Pakpak Bharat, Selloh Cibro dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Agusman Padang, Jumat 17 Oktober 2020 berjalan alot.  Selloh beberapa kali melontarkan kata-kata 'pedas' kepada Pokja pengadaan barang dan jasa, Agusman Padang soal tidak dilaksanakannya . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20201016-WA0046_compress72.jpg

Samsat Kabanjahe Akan Gelar Pemutihan, Denda Pajak dan Biaya BBN Kenderaan Bermotor

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔07:00:08, 17 Okt 2020

RADARMEDAN.COM - Pemerintah provinsi Sumatera utara  mengeluarkan kebijakan pemutihan terhadap sanksi administratif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kebijakan ini berlaku mulai 15 September hingga 14 November 2020. Stimulus pemutihan ditengah pandemi Covid-19 ini diharapkan mampu menggairahkan . . .

Berita Selengkapnya
inCollage_20201015_183052066_compress5.jpg

Polsek Tigapanah Gelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan, Ada 26 Adegan Meninggalnya Rawat Sembiring

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔18:38:07, 15 Okt 2020

RADARMEDAN.COM, KARO -- Unit Reskrim Polsek Tigapanah, Polres Tanah Karo menggelar Rekonstruksi kasus pembunuhan untuk melengkapi P.19 JPU atas kekurangan berkas perkara Dugaan Pembunuhan dan atau Penganiayaan yang menyebabkan tewasnya seseorang. Sebagimana tertuang pada Laporan Polisi Nomor : LP/509/VII/SU/RES T. KARO/SEK TIGAPANAH, Tanggal 13 . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20201014-WA0003_compress95.jpg

Harimau Sumatera Terlihat Berkeliaran di Kawasan Pendakian Gunung Sibayak, Warga Diminta Waspada

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔16:11:59, 14 Okt 2020

RADARMEDAN.COM, KARO ---Seekor Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) beberapa kali terlihat seputar Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan kawasan pendakian Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, dalam kurun waktu 1,5 bulan terakhir. Berkaitan dengan hal tersebut, warga dan wisatawan dihimbau waspada dan berhati-hati jika berada . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20201013-WA0013_compress59.jpg

Hari Ini Tiga Orang Warga Karo Meninggal Dunia Akibat Terkonfirmasi Covid-19

🔖 KESEHATAN 👤Radar Medan 🕔22:53:19, 13 Okt 2020

RADARMEDAN.COM, KARO --Kasus terpapar pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Karo semakin meningkat hingga ditetapkannya Kabupaten Karo sebagai zona merah. Hingga hari ini Selasa 13 Oktober 2020, jumlah Pasien yang terkonfirmasi covid-19 naik secara signifikan, Informasi yang berhasil dihimpun dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan . . .

Berita Selengkapnya
FB_IMG_1602521230864_compress55.jpg

Tim Intel Kejatisu Tangkap Mantan Kabag Umum Toba di Medan

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔23:52:34, 12 Okt 2020

RADARMEDAN.COM - Tim Intel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara berhasil menangkap salah seorang mantan pejabat Kabupaten Toba. Pejabat yang ditangkap adalah terpidana Erwin Panggabean, mantan kabag umum yang telah di dakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan dan pensertifikatan tanah dalam program penataan, penguasaan, pemilikan, . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20201012-WA0014_compress19.jpg

Ungkap Kasus Narkotika 8,3 Kilogram, Kapolda Tegaskan Satu Pelaku Ditembak

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔14:17:51, 12 Okt 2020

RADARMEDAN.COM - Ditengah guyuran hujan yang begitu amat merintih, tak menyurutkan hati jajaran Ditresnarkoba Polda Sumut yang dipimpin oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin M.Si untuk melaksanakan Konferensi Pers tentang pengungkapan kasus menonjol tindak pidana Narkotika jenis sabu seberat 8,3 Kg, pada hari Senin (12/10/2020) . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Siapa Calon Wali Kota Medan Pilihan Anda?
  Akhyar Nasution
  Bobby Afif Nasution

Video Terbaru

Lihat Semua Video