Bobby Nasution: Bila Dipercaya Memimpin Sumut, Tak Ada Lagi Daerah Tertinggal

Oleh : Radar Medan | 29 Agu 2024, 22:07:27 WIB | 👁 785 Lihat
Politik
Bobby Nasution: Bila Dipercaya Memimpin Sumut, Tak Ada Lagi Daerah Tertinggal

Keterangan Gambar : Bobby Nasution didampingi H Surya beserta istri usai mendaftar maju sebagai Bacalon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut ke KPU Sumut, Rabu (28/8/2024).


RADARMEDAN.COM  - Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Bobby Nasution - H Surya akan mengatasi daerah tertinggal dan persoalan kesehatan jika diamanahkan memimpin Sumatera Utara 5 tahun kedepan.

Hal itu ditegaskan Bobby Nasution didampingi H Surya beserta istri usai mendaftar maju sebagai Bacalon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut ke KPU Sumut, Rabu (28/8/2024).

"Masih ada  daerah tertinggal di Sumut, kedepaannya tidak ada lagi daerah tertinggal di Sumatera Utara dan kita upayakan tidak lagi masuk kedalam daerah tertinggal,' tegasnya.

Bobby juga menyebutkan persoalan kesehatan, khususnya berobat cukup pakai KTP.

"Ada beberapa yang sudah kami hitung-hitung dan lihat- lihat, ini harusnya masyarakat Sumatera Utara kalau serius saja dalam jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam waktu 3 tahun bisa membuat seluruh masyarakat Sumut berobat pakai KTP," ungkapnya.

Namun demikian, semua program itu bukan semata dari personal keduanya.

"Bukan tentang personal baik saya dan Surya mengenai gagasan ini, akan tetapi semua partai politik. Harusnya apa yang dirasakan semua mengenai peran dari pemerintah provinsi, tentunya nanti kami akan membuat lebih baik lagi dari yang sekarang," katanya lagi.

Disinggung tentang kinerja selama ini memimpin Kota Medan, suami Kahiyang Ayu ini mengatakan seorang pemimpin harus menyelesaikan persoalan dan paham tentang persoalan yang ada.

"Namanya kerja ya harus ke lokasi, kalau ke gorong-gorong ya masuk ke gorong-gorong. Kalau kerjanya ke lokasi banjir, ya masuk ke lokasi banjir, gitu juga lokasinya ke sungai masuk ke sungai. Namanya menyelesaikan persoalan itu harus dilihat dan untuk  menyelesaikan persoalan tidak hanya di ruangan saja jadi harus dilihat sampai titik persoalan saja, jadi bukan siapa mirip siapa, cara kerja yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin Saya rasa harus turun sampai ke bawah dan melihat persoalan. Kalau jijik masuk gorong-gorong yah gawat. Semua pemimpin pengen menyelesaikan permasalahannya karena kita diajarkan menjadi pemimpin harus menyelesaikan permasalahannya dan tahu persolan," jelasnya.

Bobby yang hanya memiliki 3,5 tahun ini juga menjelaskan, mengenai program tidak bisa membuat prioritas daerah mana yang harus diselesaikan. 

"Untuk kesehatan dan pendidikan, seluruh kabupaten/kota prioritasnya sama. Tapi contoh soal pariwisata ada suatu daerah memiliki potensi wisata alamnya, ada tentang industrinya, ada tentang pertaniannya tentu potensinya berbeda-beda," katanya.

Begitu juga ditanya soal banjir yang beberapa hari terjadi di Kota Medan, Bobby dengan tegas bahwa persoalan banjir tidak semata menjadi tanggungjawab Kota Medan, namun tanggung jawab perintah pusat, provinsi dan Kota Medan.

"Persoalan banjir boleh dicek dan saya bukan menyalahkan, itu tanggungjawab pemerintah baik pusat, provinsi maupun Kota Medan itu sendiri. Silakan dicek, dilihat banjir kemarin rata-rata keseluruhannya luapan air sungai dan saya katakan persoalan banjir kita harus per. Luapan sungai kita yang kemarin sudah dibersihkan seperti sungai Babura yang dibersihkan pada awal tahun," sebut Bobby.

Demikian juga tentang program keagamaan, Bobby mengatakan Sumut kedepannya tidak ada program khusus keagamaan, namun  program untuk seluruh masyarakat Sumut. 

"Masyarakat Sumut itu bukan dilihat dari Suku dan Agama saja, itulah dasar keimanan kita, kesukuan dan tidak ada kita buat program khusus buat ummat muslim, program khusus umat kristiani  dan Hindu, tidak ada atau program khusus etnis tertentu tidak ada. Tapi program untuk masyarakat Sumatera Utara," tukasnya.

Sementara itu Ketua KPU Sumut Agus Arifin mengatakan bahwa proses pendaftaran Paslon Bobby-Surya tidak mengalami kedala dan berkas yang diserahkan lengkap.

"Hanya saja tadi pengurus parpol pendukung belum sempat mendampingi untuk mendaftar, tadi dikonfirmasi langsung lewat telpon apakah benar menandatangi surat dukungan," jelasnya seraya menyebutkan, ada 10 parpol yang mengusung Bobby-Surya.

Selanjutnya, kata dia, KPU Sumut telah memberikan rekomendasi kepada Bobby-Surya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke rumah sakit yang ditunjuk oleh KPU.

"Pemeriksaan kesehatan dilakukan dari tanggal 27 Agustus hingga 2 September 2024," ujarnya.(HM)/PE


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Deli_Serdang.jpg

Bantah Antikritik Soal Akun Anonim, Pemkab Deli Serdang Buka Suara Terkait Anggaran Rp38,5 Miliar

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔11:27:41, 22 Okt 2026

RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat. Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas