Kemarau Panjang Petani Karo Terpaksa Siram Tanaman
Oleh : Radar Medan | 08 Agu 2019, 17:54:37 WIB | 👁 5128 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Salahsatu anak petani Desa Situnggaling sedang menyiram tanaman tomatnya
RADARMEDAN.COM, Tanah Karo - Akibat kemarau yang berkepanjangan petani Tanah Karo terpaksa menyiram tanaman miliknya agar tidak layu dan mati. Pray Sihaloho salahsatu warga Desa Situnggaling, Kecamatan Merek Kabupaten Tanah Karo, terpaksa melakukan penyiraman tanaman tomat miliknya agar tidak layu. Hal itu dilakukan dua kali dalam sehari pagi dan sore harinya. Menurut Pray kalau tanaman tidak disiram maka bisa dipastikan akan mati karena kekeringan.
"Kalau tidak kita siram maka dipastikan dua tiga hari tanaman tomat saya akan layu dan akhirnya mati. Ini karena kemarau yang panjang kalau tidak salah disini sudah hampir sebulan tidak turun hujan,"kata Pray kepada media online RADARMEDAN.COM, Kamis(8/8/2019).
Pray juga menambahkan, pekerjaan menyiram tanaman sudah dilakukan sementara untuk saat ini saja harga sayuran Tomat tidak bersahabat hanya Rp seribu perkilonya. Namun dia berharap tanaman sayur tomat itu kelak pas saat panen memiliki harga yang tinggi karena perjuangan untuk menghidupkan tanaman miliknya ekstra kerja keras.
"Semoga saja harganya nanti saat panen bagus. Kalau harga sekarang murah, hanya Rp 1 ribu perkilo. Kalau ingat harga sekarang malas juga kita menyiramnya, tapi namanya perjuangan semoga harga sesuai nanti saat panen, ini hanya harapan kita. Karena harga itu tidak bisa pasti,"katanya.
Kejadian seperti ini, kata Pray, merupakan resiko bagi para petani karena tidak ada harga yang bisa menjamin, kadang dalam bercocok tanam merugi namun kadang bisa untung jika harga naik. Tapi sebagai petani dirinya tidak bisa mengeluh atau tidak bercocok tanam namun begitulah kehidupan sebagai petani yang sudah dilakoni bertahun lamanya.
"Kami petani ini kadang modal saja tidak balik, malah rugi banyak. Tapi ya mau gimana, kalau kita tidak menanam malah semakin parah biaya hidup dari mana? kami disini rata-rata semua keladang. Jadi kita berharap saja ada tanaman pas saat panen harga bagus," ujarnya berharap. (Ronni/red)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .