Mesin Genset Pertanian Raib, Pihak Inspektorat Diminta Periksa Sejumlah Koordinator Penyuluh Pertani
Oleh : Radar Medan | 27 Jun 2026, 13:34:57 WIB | 👁 97 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Genset diduga raib dari tempatnya (Ist)
RADARMEDAN.COM, TAPANULI UTARA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus berupaya mengatasi krisis air untuk areal pertanian masyarakat di Desa Sitampurung, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Upaya ini dilakukan dengan cara membangun sumur bor dan bak penampung yang bersumber dari anggaran Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2025.
Namun sejak selesai dibangun, sumur bor bertenaga genset diesel tersebut tidak pernah beroperasi dan dibiarkan mangkrak. Padahal, di tengah kesulitan mendapatkan air untuk pertanian, warga sangat mengharapkan sumur bor tersebut bisa mengatasi kesulitan masyarakat.
"Setelah selesai dibangun, sumur bor ini sama sekali tidak berfungsi. Soalnya, genset untuk sumur tersebut diangkat kembali oleh Koordinator PPL Pertanian Taput bersama ketua salah satu kelompok tani di desa ini," terang salah seorang warga kepada media di lokasi pertanian, Sabtu (27/6/2026).
Ironisnya, genset tersebut dipindahkan ke desa lain dengan alasan bahwa genset hanya diperuntukkan satu unit per desa. Sementara itu, sumur bor yang dibangun di Desa Sitampurung berjumlah dua unit dengan jarak satu sama lain yang cukup jauh.
Koordinator Penyuluhan Kecamatan Tarutung, S. Hutabarat, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengaku bahwa ia ikut memindahkan mesin genset tersebut bersama warga Peatolong.
"Iya, benar. Saya ikut mendampingi kelompok mengambil mesinnya dan dipindahkan ke Dusun Peatolong," ucapnya.
Saat ditanya apakah sewaktu mengambil mesin genset tersebut diketahui oleh kepala desa dan dibuatkan berita acara, ia mengaku sudah membuat surat, namun enggan menjelaskan lebih lanjut terkait sepengetahuan kepala desa.
Berdasarkan amatan di lapangan saat ini, petani yang berada di sekitar sumur tersebut harus mengangkat air cukup jauh untuk memenuhi kebutuhan pertanian. Masyarakat berharap agar pembangunan sumur bor dapat difungsikan dan meminta aparat penegak hukum untuk memeriksa hasil pekerjaan sumur bor di dua titik tersebut.
"Yang kami tahu, penyaluran air pertanian tersebut harusnya memakai pipa dari Belteng. Bagaimana keberadaan bantuan tersebut? Kami berharap Bupati Tapanuli Utara melalui Inspektorat supaya memanggil dan memeriksa bangunan tersebut, serta memanggil siapa saja yang harus bertanggung jawab atas pengadaannya," ucap warga bermarga T. Hutabarat.
Sementara itu, Kepala Desa Sitampurung, K. Hutabarat, kepada media mengaku tidak tahu menahu terkait pengambilan mesin genset tersebut.
"Saya tidak tahu dan tidak ada surat pernyataan mesin itu diambil. Saya jelas keberatan karena masyarakat harus bersusah payah memindahkan mesin untuk memompa air kebutuhan pertanian," tegas Kepala Desa.
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .