Berhasil Ungkap Pengedar Narkoba Kelas Kakap, Kapolri Puji Kinerja Poldasu
Oleh : Radar Medan | 02 Okt 2020, 15:20:41 WIB | 👁 3555 Lihat Nasional
RADARMEDAN.COM - Kapolri Jenderal Idham Aziz memberi pujian kepada Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara Kombes Pol Robert Da Costa karena berhasil mengungkap dan menangkap bandar narkoba kelas kakap. Pujian ini diberikan karena kinerja Robert dan anak buahnya serius dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Sumut.
Menanggapi pujian ini, Direktur Resnarkoba Polda Sumut Kombes Pol Robert Da Costa mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan dari pimpinan Polri tersebut.
"Saya mengucap terima kasih kepada pimpinan yang telah memberikan pujian kinerja saya dan anggota," ucapnya, Kamis (1/10/2020).
Ia mengaku, keberhasilan kinerja mengungkap bandar narkoba di Provinsi Sumut tidak terlepas dari kerja sama dengan anggota.
"Keberhasilan direktorat narkoba tidak luput dari kerjasama dengan anggota yang hebat," katanya.
Robert berjanji akan bekerja lebih keras lagi untuk memberantas peredaran narkoba dan menangkap para bandar narkoba di wilayah Sumatera Utara.
"Ini jadi motivasi bagi saya dan anggota untuk terus bekerja demi Bangsa Indonesia," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, terakhir, Poldasu berhasil mengungkap penyeludupan narkoba jenis sabu seberat 100 Kg di Jakarta dari hasil pengembangan di Wilayah Sumatera Utara.
Tidak hanya memuji, Idham juga akan menghadiahkan sepatu kepada anak buahnya itu. Pujian itu terungkap dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR dengan Kapolri secara virtual di Jakarta, Rabu (30/9/20).
Dalam kesempatan itu, Idham memuji Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Sumatera Utara dan Riau yang berkinerja baik.
"Itu kayak Dirnarkoba Metro bagus itu, Dirnarkoba Sumut, Riau, saya suka itu. Saya bahkan tanya nomor sepatunya itu, pak. Berapa itu nomor sepatunya para Dir," ucapnya.
Begitu juga sebaliknya, Idham juga akan mencopot anak buahnya yang terbukti tidak becus memberantas peredaran narkoba di wilayahnya. Dia mengancam akan memasukkan pemain pengganti untuk Dirnarkoba di provinsi yang tidak bisa menindak tegas bandar-bandar narkoba.
"Saya sudah bilang ke semua Dirnarkoba, kalau dia takut-takut, saya cari pemain pengganti. Banyak pemain pengganti itu, kalau Dirnarkoba-nya 'ayam sayur'," katanya.
Idham menegaskan, dia ingin semua Dirnarkoba tidak ada yang tidak bisa menindak bandar narkoba dengan tegas atau dibahasakannya, seperti 'ayam sayur'.
Dalam kesempatan itu, dia kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas bandar-bandar narkoba yang mau merusak generasi bangsa.
"Sampai hari ini saya belum cabut perintah saya untuk menindak tegas kepada seluruh bandar-bandar (narkoba), apalagi yang dari luar negeri mau merusak generasi bangsa kita ini. Saya akan ambil alih tanggung jawab itu," ujarnya. (Rio-RM)/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .