Belajar dari Banjir Besar 2025, Rico Waas Perintahkan Penguatan Total Kesiapsiagaan Bencana
Oleh : Radar Medan | 14 Jan 2026, 17:30:39 WIB | 👁 64 Lihat Berita Kota
Keterangan Gambar : Rico Waas saat memimpin Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026 Dalam Rangka Peningkatan Ketangguhan Bencana, Pengendalian Banjir, Kesiapsiagaan Kota, Rabu (14/1/2026)
RADARMEDAN.COM - Banjir besar yang melumpuhkan hampir seluruh wilayah Kota Medan pada 27 November 2025 tidak boleh menjadi sekadar catatan sejarah. Bencana yang melanda 19 dari 21 kecamatan itu, menurut Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, harus menjadi fondasi penguatan total kesiapsiagaan dan penanganan bencana di Kota Medan.
Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026 Dalam Rangka Peningkatan Ketangguhan Bencana, Pengendalian Banjir, Kesiapsiagaan Kota, Rabu (14/1/2026), di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan.
Rapat kerja ini turut diikuti antara lain oleh Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Kepala Bappeda Ferri Ichsan, Inspektur Erfin Fahrurrazi, serta sejumlah kepala dinas dan badan di lingkungan Pemko Medan.
Rico Waas mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak melupakan pengalaman pahit tersebut, yang bahkan dirasakan sebagai banjir terbesar oleh warga Medan yang seumur hidup tinggal di kota ini.
Wali Kota menegaskan, kejadian serupa sangat mungkin terulang. Berdasarkan diskusinya dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), banjir besar 2025 disebut sebagai siklus 25 tahunan. Namun, dengan kondisi iklim dan cuaca yang semakin sulit diprediksi, potensi bencana dapat terjadi lebih cepat. Karena itu, Pemko menjadikan peristiwa 27 November sebagai bahan evaluasi menyeluruh.
Ia menekankan, penanganan bencana tidak boleh hanya dibebankan kepada BPBD. Meski BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Sosial menjadi ujung tombak di lapangan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus terlibat aktif sesuai tugas dan fungsinya masing-masing, baik dalam pengawasan, mitigasi, maupun penanganan saat bencana terjadi.
Terkait Standar Operasional Prosedur (SOP), Wali Kota menilai pola koordinasi penanganan bencana perlu disederhanakan agar lebih cepat, taktis, dan efektif. Ia pun mendorong pengembangan aplikasi kebencanaan terintegrasi yang memuat data Early Warning System (EWS), kewilayahan, dan laporan petugas lapangan. "Sistem ini diharapkan mampu memberikan gambaran kondisi secara real time kepada pimpinan sehingga pengambilan keputusan dan penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih tepat sasaran."
Dalam aspek komunikasi darurat, Rico Waas menyoroti gangguan jaringan yang kerap terjadi di wilayah terdampak banjir. Ia meminta agar solusi teknis disiapkan secara matang, termasuk kesiapan perangkat pendukung komunikasi seperti Starlink, mulai dari penempatan, mekanisme penggunaan, hingga penanggung jawab di lapangan.
Wali Kota juga menekankan penguatan relawan tanggap bencana sebagai bagian dari sistem penanganan yang menyeluruh. "Relawan diharapkan tidak hanya dibentuk di tingkat kelurahan, tetapi juga di setiap instansi, gedung, dan sektor usaha, seperti perbankan dan restoran. Setiap pegawai didorong untuk memiliki peran sebagai relawan, dengan sistem komunikasi dua arah antara relawan dan BPBD," sebutnya.
Wali Kota mengakui keterbatasan jumlah personel BPBD menjadi tantangan besar mengingat luas wilayah Kota Medan yang mencapai sekitar 250 kilometer persegi. Pengalaman banjir sebelumnya menunjukkan, konsentrasi penanganan di satu wilayah berisiko membuat wilayah lain terabaikan. Oleh karena itu, lanjutnya, relawan perlu dipersiapkan melalui pelatihan yang fleksibel, termasuk pelatihan daring, serta melibatkan mahasiswa dan masyarakat umum dengan sistem rekrutmen yang jelas.
Selanjutnya, Rico Waas meminta setiap kelurahan menetapkan titik kumpul dan lokasi evakuasi yang mampu menampung 150 hingga 300 orang. Setiap kecamatan juga harus memiliki tempat evakuasi skala besar dengan kapasitas lebih dari 1.000 orang. Lokasi tersebut harus aman, mudah diakses, berada di area yang lebih tinggi, dan didukung kerja sama dengan pemilik lokasi melalui nota kesepahaman, termasuk pengelolaan logistik.
Dalam hal logistik, Wali Kota menekankan perlunya standar makanan dan kebutuhan dasar di lokasi evakuasi yang praktis, bergizi, dan mudah disajikan. Ia meminta BPBD melakukan riset terkait jenis makanan instan dan pemanfaatan teknologi pangan agar penanganan pengungsi berjalan efektif.
Pada aspek sarana dan prasarana, Wali Kota menegaskan perlunya evaluasi dan penguatan peralatan kebencanaan yang masih terbatas. Ia meminta penguatan BPBD, termasuk kendaraan operasional dan peralatan pendukung, dijadikan prioritas. Selain itu, ia mendorong kerja sama dengan komunitas kendaraan off-road melalui pendataan dan MoU, serta menegaskan pentingnya Pemko Medan memiliki kendaraan tangguh banjir sendiri.
Terkait sistem peringatan dini, Rico Waas meminta agar Early Warning System dipersiapkan secara optimal, termasuk penempatan alat di kanal banjir dan titik rawan lainnya. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi dan pelatihan evakuasi kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang menunda evakuasi karena salah persepsi terhadap kondisi bencana hingga akhirnya terjebak.
Oleh karena itu, mitigasi berbasis pemahaman psikologis masyarakat perlu diperkuat. Penggunaan sirene sebagai tanda evakuasi harus memiliki standar yang jelas dan memberikan efek kejut agar masyarakat memahami urgensi kondisi darurat. Informasi evakuasi juga harus disampaikan melalui pengeras suara di lokasi strategis, seperti rumah ibadah dan fasilitas umum.
"Seluruh rangkaian mitigasi, edukasi, dan teknis evakuasi tersebut diminta untuk dituangkan dalam SOP yang jelas dan terintegrasi," tandasnya.(hm)
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .
RADARMEDAN.COM, BINJAI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui Sopian Daulai Nadeak, guru SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, yang dilaporkan orang tua siswa ke polisi. Pertemuan berlangsung di rumah Sopian, di Binjai, Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan harapannya agar . . .
RADARMEDAN.COM - Maxus Indonesia resmi meluncur di Medan melalui pameran dan konferensi pers yang digelar di Sun Plaza Mall, Jumat 31/10/2025. Pameran produk ini berlangsung hingga 2 November 2025 dan menjadi langkah perusahaan dalam memperluas jejaknya di wilayah Sumatera Utara, sekaligus menegaskan komitmen mendukung program kendaraan . . .
RADARMEDAN.COM - Sebanyak 53 orang Pejabat Fungsional diambil sumpah janji dan dilantik oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di ruang rapat III, Balai Kota, Rabu (22/10/25).
Para Pejabat Fungsional ini berasal dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.
Pelantikan dan pengambilan sumpah/ Janji Pejabat Fungsional . . .
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., resmi melantik Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Dr. Jean Calvijn Simanjuntak sebagai Kapolrestabes Medan.
Upacara serah terima jabatan (Sertijab) berlangsung di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said, Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan, . . .