Wali Kota Wesly Silalahi: Pangan Lokal Kekuatan Bangsa, Bukan Sekadar Komoditas
Oleh : Radar Medan | 16 Okt 2025, 12:52:44 WIB | 👁 764 Lihat Pematangsiantar
Keterangan Gambar : Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi
RADARMEDAN.COM, PEMATANGSIANTAR - Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., menegaskan pentingnya pangan lokal sebagai pilar utama kemandirian kota. Menurutnya, pekarangan lestari adalah benteng ketahanan pangan, sementara diversifikasi konsumsi menjadi keniscayaan di tengah dinamika ekonomi dan perubahan iklim.
“Pangan lokal adalah kekuatan, pekarangan lestari benteng ketahanan pangan, dan diversifikasi adalah keniscayaan. Karena itu, mari bangun Pematangsiantar bukan hanya sebagai kota perdagangan, tetapi kota yang mandiri pangan, sehat, stabil, dan sejahtera,” ujar Wesly saat membuka peringatan Hari Pangan Sedunia (World Food Day) 2025 di Balai Bolon Lapangan Adam Malik, Kamis (16/10/2025).
Wesly menilai, Pematangsiantar memiliki kekuatan budaya, kreativitas, dan gotong royong yang dapat menjadi modal besar dalam membangun ketahanan pangan. Peringatan Hari Pangan Sedunia kali ini menampilkan Apresiasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Lomba Memasak Diversifikasi Pangan: Pasta Cabai, serta Gerakan Pangan Murah.
“Semua kegiatan ini adalah komitmen nyata kita memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendukung pengendalian inflasi,” katanya.
Ia menegaskan, kemandirian pangan tidak bergantung pada luas lahan, melainkan pada kreativitas dan kolaborasi masyarakat. Program P2L, menurut Wesly, membuktikan bahwa pekarangan rumah bisa menjadi kebun gizi keluarga.
“Kita sudah melihat bagaimana KWT menjadi motor penggerak ekonomi dan sosial. Hasil panen bukan hanya dikonsumsi, tetapi juga diolah dan dipasarkan,” ucapnya.
Wesly menambahkan, P2L juga berperan penting dalam menstabilkan harga, terutama pada komoditas hortikultura. Dengan pasokan mandiri, keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar dapat terjaga.
“Melalui lomba memasak berbahan pasta cabai, kita mendorong masyarakat mengenal cara praktis dan efisien dalam mengelola cabai. Jika masyarakat mulai menerima cabai olahan, fluktuasi harga bisa ditekan,” jelasnya.
Ia berharap peringatan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan: perluasan P2L, keterlibatan KWT dan PKK dalam urban farming, serta diversifikasi pangan di sekolah dan UMKM.
Sementara itu, Deputi KPw BI Pematangsiantar Yudha Wirawan menilai kegiatan ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan. “Ketahanan pangan tidak boleh bergantung pada lahan luas, tapi pada kreativitas dan kemandirian keluarga,” ujarnya.
Kegiatan juga diisi dengan lomba memasak pasta cabai, pameran pangan murah, serta apresiasi bagi KWT terbaik, dihadiri unsur Forkopimda, DPRD, TP PKK, dan camat se-Kota Pematangsiantar. (Jait)/pe
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .