Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Rakor SPI 2024: Sumut Masih Rentan Korupsi
Oleh : Radar Medan | 02 Okt 2025, 19:00:22 WIB | 👁 846 Lihat Pematangsiantar
Keterangan Gambar : Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Tindak Lanjut Capaian Indeks Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2024.
RADARMEDAN.COM, PEMATANGSIANTAR - Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Tindak Lanjut Capaian Indeks Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2024. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan SPI Tahun 2025 untuk seluruh pemerintah daerah di Sumatera Utara (Sumut).
Rakor berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Kamis (20/2/2025). Acara itu juga dihadiri Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., jajaran KPK, dan kepala daerah se-Sumut.
Bobby menilai hasil SPI Tahun 2024 yang disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi momentum penting. Ia menekankan perlunya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Sumut berkomitmen memperbaiki integritas melalui peningkatan transparansi pengadaan barang dan jasa, memperkuat sistem pengawasan internal, serta melibatkan masyarakat dalam pengawasan pembangunan daerah.
“Kondisi integritas Pemerintah Sumut Tahun 2024 mendapat skor 58,55 poin. Saat rapat dengan DPRD, kami juga membahas optimalisasi PAD dan pembebasan lahan milik PTPN yang masa HGU-nya sudah berakhir,” ujar Bobby.
Menurutnya, SPI memiliki tiga kategori: Rentan, Waspada, dan Terjaga. Dengan skor 58,55 poin, Sumut masih berada di kategori Rentan. Karena itu, hasil SPI 2024 harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kepercayaan publik.
Pimpinan KPK RI, Johanis Tanak, mengingatkan bahwa Indeks Integritas Nasional 2024 mencapai 71,53 poin. Ia menegaskan, hadirnya KPK di Sumut bertujuan mencegah korupsi melalui pemantauan integritas di pusat maupun daerah.
“Indeks korupsi di Indonesia masih tinggi karena pelayanan publik tidak berjalan benar. Berikan pelayanan yang baik, jangan korupsi, dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tegas Johanis.
Plt Deputi Korsup KPK/Direktur Wilayah I, Brigjen Pol Agung Yudha Wibowo, menambahkan bahwa SPI dilakukan untuk mengukur risiko korupsi pada pelayanan publik, pengadaan barang dan jasa, manajemen SDM, serta pengelolaan anggaran.
“Tujuannya untuk mengetahui kondisi korupsi sebagai dasar merumuskan kebijakan perbaikan tata kelola dan pemberantasan korupsi di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Rakor ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Togap Simangunsong, para bupati/wali kota se-Sumut, pimpinan OPD, serta unsur KPK RI. (Jait)/pe
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .