Terseret Arus Usai Pulang Sekolah, Dua Pelajar SMA di Langkat Ditemukan Tak Bernyawa
Oleh : Radar Medan | 28 Apr 2026, 09:04:42 WIB | 👁 722 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Dua pelajar SMA yang dilaporkan hanyut berhasil ditemukan tim SAR dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (25/4/2026).
RADARMEDAN.COM, LANGKAT - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan resmi menutup operasi Search and Rescue (SAR) di Sungai Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Operasi ini ditutup setelah dua pelajar SMA yang dilaporkan hanyut berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (25/4/2026).
Insiden nahas tersebut bermula pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Seusai jam sekolah, kedua korban bersama rekan-rekannya berniat menghabiskan waktu dengan berenang di area pemandian Sungai Sei Bingei, Dusun VIII Bandar Meriah, Desa Namo Ukur Utara. Diduga karena arus sungai yang sedang deras, kedua remaja tersebut terseret air dan hilang terbawa arus. Warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melapor ke pihak berwenang.
Memasuki hari kedua pencarian, kerja keras tim SAR gabungan mulai membuahkan hasil. Warga setempat menginformasikan penemuan korban pertama berjenis kelamin perempuan, Andini Natasya (18), pada pukul 02.45 WIB dini hari. Jenazahnya ditemukan mengapung sekitar 20 meter dari lokasi awal terseret dan langsung dievakuasi ke rumah duka.
Penyisiran kembali dilanjutkan pada siang harinya. Sekitar pukul 13.15 WIB, korban kedua berjenis kelamin laki-laki, Rasha (18), berhasil dievakuasi. Jasadnya ditemukan hanya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi awal kejadian. Korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk keperluan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa proses pencarian yang melibatkan puluhan personel dari unsur Polri, TNI, BPBD, dan relawan ini tidaklah mudah. Tim di lapangan harus berhadapan dengan kendala air sungai yang keruh, arus yang tidak stabil, serta banyaknya rintangan dan tumpukan material di dasar sungai.
"Alhamdulillah, kedua korban berhasil ditemukan, meskipun dalam kondisi meninggal dunia. Operasi SAR kami laksanakan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada, menggunakan metode penyisiran dan pemantauan bawah air dengan peralatan khusus," ujar Hery Marantika selaku Search Mission Coordinator (SMC).
Menyusul penemuan kedua korban, seluruh unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Atas kejadian tragis ini, Hery secara khusus mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar perairan berarus deras. Pihaknya meminta para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak dan menghindari lokasi pemandian yang tidak memiliki pengawasan keamanan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Laporan: Ss/hms)/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .