Sarat Kejanggalan, Proyek Bangunan Baru di Menara Pandang Salib Kasih Diminta Dievaluasi
Oleh : Radar Medan | 27 Mar 2026, 16:22:57 WIB | 👁 824 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Pelaksanaan proyek pembangunan di kawasan wisata Menara Pandang Salib Kasih, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara tengah menjadi sorotan. Jumat (27/3/2026)(Ist)
RADARMEDAN.COM, TAPANULI UTARA - Pelaksanaan proyek pembangunan fasilitas baru yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) di kawasan wisata Menara Pandang Salib Kasih, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, tengah menjadi sorotan.
Proyek tersebut diduga sarat kejanggalan, mulai dari proses pembongkaran aset pemerintah yang disinyalir belum mengantongi izin penghapusan aset, hingga pelaksanaannya di lapangan yang mengabaikan sejumlah aturan.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi hingga Jumat (27/3/2026), tidak ditemukan adanya plang informasi proyek yang terpasang di area pengerjaan.
Padahal, keberadaan plang proyek merupakan kewajiban mutlak sesuai ketentuan transparansi publik agar masyarakat luas dapat mengetahui volume pekerjaan, nilai anggaran, hingga tenggat waktu pengerjaan.
Selain ketiadaan papan informasi, metode pengerjaan fisik di lapangan juga dinilai kurang memadai. Pekerjaan pengecoran tiang bangunan terpantau masih dilakukan secara manual dengan tenaga manusia tanpa menggunakan mesin pengaduk semen (molen), yang memunculkan tanda tanya terkait standar kualitas ketahanan bangunan ke depannya.
Hal yang paling disoroti adalah pengabaian terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Para pekerja di proyek tersebut terlihat tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Padahal, penerapan K3 secara tegas diwajibkan oleh pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan guna menjamin manajemen risiko serta perlindungan hak keselamatan pekerja.
Berbagai rentetan temuan dari awal pembongkaran hingga proses pengerjaan ini dinilai perlu dikaji kembali oleh instansi berwenang. Namun sayangnya, upaya untuk mendapatkan penjelasan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab belum membuahkan hasil.
Dinas Perumahan dan Pertamanan setempat selaku pihak pemilik aset bangunan terkesan tertutup.
Bendahara Pengurus Barang pada dinas tersebut, Malik Harahap, tidak pernah berada di kantornya saat hendak ditemui awak media. Bahkan, saat dihubungi melalui telepon selulernya, ia memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan apa pun.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Pimpinan Cabang (Pincab) BRI Tarutung selaku pihak penyalur dana CSR. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait dugaan kejanggalan proyek binaan mereka, pihak perbankan tersebut sama sekali tidak memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.(Dahlia'S)/pe
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .