Proyek Pembangunan Tembok Belum Diberita Acarakan Sudah Ambruk
Ini Kata Inspektorat Taput: Kami tidak menyalahkan Perencana

Oleh : Radar Medan | 19 Des 2022, 18:56:30 WIB | 👁 1243 Lihat
Daerah
Proyek Pembangunan Tembok Belum Diberita Acarakan Sudah Ambruk

RADARMEDAN.COM, TAPANULI UTARA - Dugaan kurangnya pengawasan terhadap sejumlah proyek yang saat ini sedang berjalan diwilayah Tapanuli Utara menjadi sorotan pihak publik.

Seperti halnya dengan pembangunan salah satu pagar kantor KPU Tapanuli Utara yang bersumber dari APBD tahun 2022 baru baru ini sudah ambruk, bahkan informasi proyek tersebut belum dibayarkan oleh pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tapanuli Utara sebagai penyelenggara proyek.

Sementara perencanaan kegiatan proyek tersebut Erwin Manalu memilih bungkam saat dikonfirmasi oleh media.

Mengetahui bahwa Erwin Manalu sebagai perencanaan kegiatan pihak media mencoba menghubungi melalui WhatsApp pribadinya tidak merespon, bahkan dijumpai dikantornya yang bersangkutan acuh dan memilih mengutak atik ponselnya dan berpura pura tidur.

Dari keterangan Panitia Pelaksana Kegiatan PPK, B Simanjuntak proyek tersebut akan diberbaiki dengan bangunan baru.

"Itu sudah kita sampaikan kepihak rekanan dan mereka bersedia untuk memperbaiki, apabila mereka tidak mau memperbaiki maka yang dibayarkan hanya bangunan yang berdiri, itu akibat bencana kemaren,"  terang Bobby.

Ditanya apakah ada rekomendasi dari pihak penanggulangan bencana mengatakan itu akibat Gempa?

"Tidak ada" ucap Bobby.

Awak media ini juga mempertanyakan terkait dengan ambruknya tembok tersebut apakah sesuai dengan RAB?

"Setahu saya itu sesuai RAB dan juga hasil laporan dari pengawasan dilapangan, soal pengawas saya akui tidak setiap hari kelokasi proyek karena yang bersangkutan lagi prajabatan saat itu RABnya tidak bisa saya kasi karena itu bukan milik pribadi saya, saya kordinasi dulu kepimpinan lagipula saya tidak ada memegang RAB staf marga Sitompul yang pegang, lagian kok jadi formal sekali nanyanya," ucap Bobby menambahi.

Sementara pihak Inspektorat Taput melalui inspektur pembantu ( Irban 2) Nokman saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin 19 Desember 2022 membenarkan bahwa pihaknya sudah turun kelapangan untuk monitoring.

Apa penyebab tembok tersebut ambruk padahal belum diberita acarakan, apakah ada masalah mengenai pasangan material?

"Menurut informasi dari pihak KPU bahwa itu rubuh akibat Gempa, masalah spek itu tidak terlalu lari dari perencanaan buktinya itu batu bata masih lengket didinding, mungkin ada beberapa asumsi nantinya seperti pertanyaanmu, mengapa memakai diatas pasangan lama, kira-kira seperti itu. Kalau saya katakan salah bisa saya katakan tidak salah mungkin ada beberapa perhitungan dari bagian perencanaan bahwasanya ini tajam, tetapi lebih baik dia saja yang ditanya, tetapi sesuai hasil monitoring kami itulah yang pertama," ucap Nokman.

Lanjutnya, yang pertama kita monitoring kelokasi temboknya masih utuh batu bata nya masih lengket,cuman memang yang kita lihat bangunan atau pondasinya ikut, terbalik.

Sementara pada saat monitoring apakah dijumpai bangunan masih utuh atau sebagian material sudah ada yang pindah tempat?sebab saat tim media kelokasi bangunan tersebut sebagian sudah tidak ada lagi.

Amatan Media Radarmedan dilokasi pemasangan coran juga memakai batu padas.

"Kami sudah dua kali kelokasi gak tau siapa yang duluan kami atau kalian, tetapi pada saat pertama bangunan masih utuh.

"Terkait dengan pasangan material itu yang saya bilang tadi kalau dibagian pondasi berarti sudah sampai keperencanaan, kalau ada coran itu kita tulis bahwasanya ada coran yang bercampur dengan batu batu lain selain baru cor, kalo memang dibuat batu padas, ya tidak bisa bahkan kalau sesuai speknya gambar yang kami lihat pondasinya 20cm, tetapi soal perencanaan saya tidak bisa menyalahkan perencanaan, jadi sebenarnya yang mengetahui mengapa dibuat seperti itu ya merekalah yang jawab, dan sampai sekarang laporan masih kita buat, artinya begitu kita buat laporan masuk kepada mereka itu yang mesti ditanggapi pihak dinas terkait, perkim," jelas Nokman.

Namun ditanya apakah pondasi lama layak dipakai untuk bangunan baru?

"Semua harus memakai alat," terang Nokman Mengahiri.

Sebelumnya Awakmedia radarmedan pertama sekali menginformasikan kejadian tersebut langsung kepada kepala inspektorat taput E Siagian lewat Ponsel, yang bersangkutan langsung mengintruksikan anggotanya untuk segera turun kelapangan monitoring. Namun ada perbedaan tanggapan yang diberikan oleh pihak Irban 2 yang menyatakan sudah dua kali melakukan monitoring.

Dahlia Simorangkir/PE


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Deli_Serdang.jpg

Bantah Antikritik Soal Akun Anonim, Pemkab Deli Serdang Buka Suara Terkait Anggaran Rp38,5 Miliar

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔11:27:41, 22 Okt 2026

RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat. Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas