LSL Pengidap HIV/AIDS di Kota Lhokseumawe Tidak Otomatis Sebagai LGBT LSL bukan gay karena ternyata ada di anrara mereka punya istri
Oleh : Syaiful W Harahap | 31 Agu 2026, 15:51:50 WIB | 👁 105 Lihat Kesehatan
Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Sumber: badalo.com.br)
RADARMEDAN.com - “Istilah tadi (maksudnya: …. salah satu kelompok yang ditemukan dalam kasus HIV adalah LSL atau lelaki seks lelaki-Red.) kini kerap dikaitkan dengan komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).” Ini ada dalam berita “” (modusaceh.co, 27/8/20276).
Pernyataan di atas salah kaprah karena LSL yang tepat adalah Lelaki Suka Seks Lelaki yang merupakan padanan dari MSM (Men Who Have Sex with Men) tidak otomatis sebagai gay yaitu G pada LGBT.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC-Centers for Disease Control and Prevention) AS menyebut LSL merupakan kelompok yang beragam dalam hal perilaku, identitas, dan kebutuhan perawatan kesehatan. Istilah “LSL” sering digunakan secara klinis untuk merujuk pada perilaku seksual semata, tanpa memandang orientasi seksual (misalnya, seseorang mungkin mengidentifikasi dirinya sebagai heteroseksual tetapi masih diklasifikasikan sebagai LSL). (cdc.gov - 2021).
Maka, laki-laki pengidap HIV/AIDS yang disebut-sebut sebagai LSL di Indonesia tidak otomatis gay dengan orientasi seksual sebagai homoseksual (secara seksual tertarik kepada sesama jenis) karena ternyata mereka mempunyai istri. Sejatinya gay tidak tertarik kepada perempuan, maka yang disebut-sebut sebagai LSL di Indonesia adalah laki-laki heteroseksual dengan perilaku LSL.
Lagi pula pertanyaan untuk Penanggung Jawab Penyakit Menular Dinkes Lhokseumawe Rachmadyani:
Apakah tidak ada di antara yang disebut LSL mempunyai istri?
Di beberapa daerah yang menyebut LSL ternyata ada di antara mereka yang mempunyai istri. Maka, mereka bukan gay tapi laki-laki heteroseksual dengan perilaku seksual sebagai LSL.
Pertanyaan lain:
Apakah bisa dijamin yang disebut LSL itu benar-benar tertular HIV/AIDS melalui seks anal?
Apakah bisa dijamin yang disebut LSL itu benar-benar tidak pernah melalukan hubungan seksual berisiko dengan perempuan?
Dalam berita disebutkan: Karena itu, terhadap ibu hamil yang terdeteksi HIV, upaya pencegahan penularan kepada bayi dilakukan dengan penanganan sesuai prosedur, termasuk pemberian susu formula setelah bayi lahir.
Pertanyaan terkait ibu hamil yang HIV-positif: Apakah suami mereka menjalani tes HIV?
Kalau jawabannya tidak, maka itu bencana karena para suami ibu-ibu hamil yang terdeteksiHIV-positif jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS di masyarakat secara horizontal, terutama melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah.
Bahkan, ada laki-laki yang mempunyai istri lebih dari satu. Jika ada di antara suami ibu-ibu hamil yang HIV-positif mempunyai istri lebih dari satu itu artinya jumlah perempuan yang berisiko tertular HIV/AIDS kian banyak yang kelak bermuara pada bayi yang mereka lahirkan jika tidak ditangani secara medis.
Terkait dengan 63 kasus yang terdeteksi pada tahun 22025-2026 juga patut dipertanyakan karena itu hanya kasus yang terdeteksi. Namun, perlu diingat bahwa jumlah kasus yang dilaporkan tidak menggambarkan kasus AIDS yang sebenarnya di masyarakat karena epidemi HIV/AIDS erat kaitannya dengan fenomena gunung es.
Kasus HIV/AIDS yang dilaporkan atau terdeteksi digambarkan sebagai puncak gunung es yang muncul ke atas permukaan air laut, sedangkan kasus HIV/AIDS yang tidak terdeteksi di masyarakat digambarkan sebagai bongkahan gunung es di bawah permukaan air laut (Lihat matriks).
Gambar: Fenomena Gunung Es pada epidemi HV/AIDS. (Foto: Dok Pribadi/AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap)
Maka, warga Kota Lhokseumawe yang mengidap HIV/AIDS tapi tidak terdeteksi jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS di masyarakat, terutama melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah.
Penyebaran HIV/AIDS tersebut merupakan ‘silent disaster’ (bencana terselubung) ibarat ‘bom waktu’ yang kelak jadi ‘ledakan AIDS di Kota Lhokseumawe. [*]
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .