Oleh : Radar Medan | 22 Feb 2020, 07:52:46 WIB | 👁 1593 Lihat Ekonomi
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor komoditas pertanian Provinsi Sumatera Utara (Sumut) senilai Rp79,6 miliar, dengan total volume ekspor secara keseluruhan 4.058 ton, 373,6 meter kubik dan 42.500 bibit hortikultura. Komoditas tersebut nantinya akan dikirim ke 28 negara.
Adapun jenis komoditas pertanian yang diekspor diantaranya ampas sawit, cengkeh, eucalyptus sawn timber, palm kernel expeler (PKE), karet lembaran dan lempengan, kayu karet, kulit kayu manis, kelapa parut, kemiri, lidi, minyak sawit, daun nipah, pinang biji, refined bleached deodorized (RBD) olein, minyak kelapa mentah, kopi instan dan kopi, durian pasta, bibit tanaman hias, ubi jalar beku, lipan, sarang burung walet (SBW) dan kayu oak putih.
"Saya turut bangga atas pembangunan pertanian di Sumut. Berdasarkan catatan sertifikasi ekspor dari Karantina Pertanian terjadi peningkatan signifikan di tahun 2019 sebesar 23,7% dibanding tahun sebelumnya," kata Mentan di areal Kawasan Industri Modern II Jalan Nias Selatan Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang, Kamis (20/2).
Mentan mengapresiasi kenaikan peningkatan ekspor komoditas pertanian Provinsi Sumut dari Rp26,6 triliun tahun 2018, meningkat menjadi Rp32,2 triliun pada tahun 2019. Hal ini merupakan indikator pembangunan pertanian di Sumut sudah on the track, pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor. “Salah satu pilar utama perekonomian Indonesia itu ada di Sumatera Utara,” kata Mentan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina mengatakan Sumut memang memiliki potensi besar di bidang pertanian. Wilayah Sumut yang luas dan memiliki beragam lanskap sangat memungkinkan untuk meningkatkan produksi berbagai komoditas.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumut terus mendorong berbagai pihak untuk terus meningkatkan produksi dan ekspor komoditas pertanian di daerah ini. Apalagi saat ini salah satu prioritas pembangunan Pemprov Sumut adalah bidang pertanian.
“Tentunya jika produksi dan ekspor pertanian kita meningkat maka akan berkontribusi pada kesejahteran masyarakat Sumut, sehingga Sumatera Utara Bermartabat akan terwujud,” kata Sabrina.
Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan pihaknya berperan sebagai fasilitator perdagangan yang melakukan serangkaian tindakan karantina untuk memastikan komoditas pertanian ekspor Sumut memenuhi persyaratan teknis internasional atau Sanitary and Phyosanitary (SPS) Measures. “Produk pertanian yang diekspor sehat, aman dan memiliki daya saing di pasar global,” ujar Jamil.
Pada kesempatan tersebut Sabrina mendampingi Mentan meninjau kontainer yang berisi komoditas yang akan diekspor. Pelepasan ekspor ditandai dengan pemecahan kendi. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sumut Zonny Waldi dan Kadis Perkebunan Herawati.(HS)/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .