Jepang Ubah Aturan Penerus Kaisar dan Perempuan Tetap Tersisih Revisi ini juga tetap mempertahankan sistem suksesi bagi laki-laki
Oleh : Syaiful W Harahap | 21 Jul 2026, 13:17:23 WIB | 👁 90 Lihat Internasional
Keterangan Gambar : Banyak warga Jepang ingin melihat Aiko, putri Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, menggantikan ayahnya sebagai penerus takhta. (Foto: dw.com/id - Yomiuri Shimbun/AP Photo/picture alliance)
RADARMEDAN.com - Jepang mengubah aturan penerus kekaisaran untuk mengatasi krisis pewaris. Revisi ini juga tetap mempertahankan sistem suksesi bagi laki-laki, meski mayoritas jajak pendapat mendukung kaisar perempuan. Don Huh melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 21/7/2026).
Parlemen Jepangpada Jumat (17/7/2026) pekan lalu, mengesahkan revisi besar pertama terhadap aturan terkait penerus kekaisaran demi mengantisipasi kemungkinan garis pewaris laki-laki terputus di masa depan.
Berdasarkan aturan yang berlaku, hanya laki-laki yang berasal dari garis keturunan ayah yang dapat menjadi kaisar Jepang. Sementara itu, anggota keluarga kekaisaran perempuan diwajibkan keluar dari keluarga kekaisaran jika menikah dengan warga biasa.
Sebagai gantinya, adik Naruhito, Pangeran Akishino, yang juga dikenal sebagai Fumihito, menjadi putra mahkota. Putra Akishino, Pangeran Hisahito, berada di urutan kedua dalam garis suksesi kekaisaran.
Sebuah panel yang dibentuk Perdana Menteri Junichiro Koizumi pada tahun 2005 secara bulat merekomendasikan agar perempuan diizinkan menjadi kaisar dan suksesi dapat diteruskan melalui garis keturunan perempuan. Namun, usulan itu ditangguhkan setelah kelahiran Pangeran Hisahito pada 2006 meredakan kekhawatiran akan krisis pewaris.
Pangeran Hisahito adalah anggota keluarga kerajaan laki-laki pertama yang lahir dalam empat dekade terakhir. (Foto: dw.com/id - Kyodo/picture alliance)
Memperluas calon pewaris takhta laki-laki
Saat ini, hanya ada tiga orang yang secara teori dapat menggantikan Naruhito yang kini berusia 66 tahun. Pertama, adiknya Putra Mahkota Akishino (60). Kedua, Pangeran Hisahito yang kini berusia 19 tahun, dan terakhir paman Naruhito, Pangeran Hitachi yang menginjak usia 90 tahun.
Perubahan terbaru ini memungkinkan kerabat laki-laki keluarga kekaisaran dari garis keturunan lain untuk kembali menjadi anggota keluarga kekaisaran. Keluarga-keluarga kekaisaran dari garis keturunan lain itu kehilangan statusnya setelah Jepang menyerah pada akhir Perang Dunia II. Sejak saat itu, para anggotanya hidup sebagai warga sipil.
Berdasarkan undang-undang baru ini, lelaki dari garis keturunan tersebut dapat kembali menjadi anggota keluarga kekaisaran melalui adopsi jika telah berusia minimal 15 tahun. Mereka yang diadopsi tidak memperoleh hak suksesi, tetapi anak laki-laki mereka nantinya berhak masuk dalam garis pewaris takhta.
Meski demikian, secara hukum, perempuan tetap tidak diizinkan untuk menjadi kaisar.
Meski didukung Perdana Menteri Sanae Takaichi, aturan baru yang disahkan parlemen tidak sejalan dengan aspirasi banyak warga Jepang. Berbagai jajak pendapat menunjukkan mereka lebih memilih Putri Aiko sebagai penerus takhta.
Sebuah jajak pendapat berskala nasional yang dilakukan oleh Mainichi Shimbun pada bulan Juni 2026 menunjukkan bahwa 40% responden mendukung baik kaisar perempuan maupun suksesi melalui garis keturunan perempuan. Sementara 33% responden mendukung kaisar perempuan, tetapi menentang suksesi melalui garis keturunan perempuan. Secara keseluruhan, 73% mendukung kaisar perempuan, hanya 6% responden yang menentang gagasan tersebut.
Meninjau kembali aturan suksesi kekaisaran
Ini merupakan revisi penting pertama terhadap Undang-Undang Keluarga Kekaisaran Jepang sejak 1947. Menurut Sven Saaler dari Sophia University di Tokyo, perubahan tersebut menunjukkan bahwa "kesetaraan gender masih belum menjadi prioritas."
"Kemungkinan perempuan menduduki takhta kekaisaran kini justru semakin jauh akibat perubahan aturan ini," katanya kepada kantor berita Jerman, dpa.
Dalam artikel editorialnya, surat kabar liberal Asahi Shimbun mempertanyakan pernyataan dalam sidang parlemen yang menyebut suksesi laki-laki berlangsung tanpa putus selama 2.600 tahun. Menurut koran tersebut, sebagian silsilah awal keluarga kekaisaran lebih banyak didasarkan pada mitologi daripada sejarah yang dapat diverifikasi.
Asahi Shimbun juga mencatat bahwa banyak kerajaan di Eropa telah mengubah aturan suksesi agar perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama, seiring meningkatnya hak politik perempuan setelah dua perang dunia. Perubahan itu dilakukan untuk mencerminkan prinsip kesetaraan sekaligus menjaga stabilitas pewarisan takhta.
Keiko Hongo, profesor emeritus sejarah Jepang abad pertengahan dari University of Tokyo, mengatakan kepada Asahi Shimbun bahwa para perempuan yang pernah menjadi kaisar memiliki peran penting dalam sejarah, terutama karena pada masa itu perempuan umumnya tidak diperbolehkan memimpin keluarga samurai.
Menurut Hongo, keluarga kekaisaran saat ini sudah memiliki legitimasi yang cukup. Karena itu, suksesi melalui perempuan dinilai lebih alami dibanding menghidupkan kembali garis keturunan laki-laki melalui kerabat jauh.
Ketua Partai Demokrat Konstitusional, Shunichi Mizuoka, juga mempertanyakan perubahan undang-undang tersebut karena dianggap bertentangan dengan prinsip kesetaraan gender. Ia menyerukan agar sistem suksesi yang hanya mengakui laki-laki dari garis keturunan ayah harus diakhiri.
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan bahwa garis keturunan laki-laki adalah "satu-satunya sumber kewenangan dan legitimasi kaisar." (Foto: dw.com/id - Kyodo/picture alliance)
Kelompok konservatif ingatkan soal tradisi
Pendukung revisi aturan tersebut menolak anggapan bahwa sistem suksesi laki-laki merupakan bentuk diskriminasi terhadap perempuan.
Surat kabar konservatif Sankei Shimbun mendukung perubahan itu dengan alasan bahwa suksesi kekaisaran sejak dahulu selalu mengikuti garis laki-laki sehingga tidak berkaitan dengan diskriminasi gender.
Media tersebut juga memperingatkan agar tradisi itu tidak ditinggalkan, mengingat Pangeran Hisahito masih menjadi satu-satunya pewaris laki-laki yang memenuhi syarat di generasinya.
Akira Momochi, profesor hukum tata negara di Kokushikan University, mengatakan kepada Sankei Shimbun bahwa reformasi ini akan membantu mempertahankan tradisi suksesi melalui garis laki-laki.
Menurutnya, belum ada kebutuhan mendesak untuk membahas kemungkinan perempuan menjadi kaisar karena jalur suksesi dari Naruhito kepada Akishino lalu Hisahito sudah jelas.
Sementara itu, Kenichi Kawamura, tokoh politik sekaligus penasihat Central Union of Japan-Korea Friendship Associations, mengatakan bahwa perizinan soal anggota keluarga kekaisaran perempuan yang telah menikah tetap berada dalam keluarga kerajaan merupakan langkah praktis untuk memastikan stabilitas suksesi keluarga kekaisaran.
Pada prinsipnya, Kenichi Kawamura mendukung adopsi anggota laki-laki dari keluarga kekaisaran yang dulu kehilangan statusnya. Namun, ia juga berpendapat bahwa mereka sebaiknya mendapat pendidikan sebagai anggota keluarga kekaisaran sejak kecil.
Secara pribadi, Kawamura mengatakan bahwa Putri Aiko dapat dipertimbangkan menjadi kaisar untuk satu masa pemerintahan sebagai langkah darurat jika keluarga kekaisaran tidak lagi memiliki pewaris laki-laki. Namun, ia tetap menolak perubahan aturan yang memungkinkan takhta diwariskan melalui garis keturunan perempuan.
"Kaisar adalah simbol seremonial yang mendoakan kemakmuran Jepang, mirip dengan Paus, sehingga harus tetap berada di luar politik," kata Kawamura kepada DW.
"Saya berharap reformasi ini dapat membantu menciptakan keluarga kekaisaran yang stabil, dihormati, dan dicintai oleh masyarakat Jepang." (Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris/Diadaptasi oleh Pratama Indra/Editor: Muhammad Hanafi)/dw.com/id. [*]
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .