Harga Bawang Merah Anjlok, Puluhan Petani dan Mahasiswa Geruduk DPRD Sumut
Oleh : Radar Medan | 31 Mar 2026, 18:54:11 WIB | 👁 32 Lihat Ekonomi
Keterangan Gambar : Puluhan massa yang terdiri dari petani dan mahasiswa menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Gedung DPRD Sumut, hingga ke Polda Sumut Selasa (31/3/2026).
RADARMEDAN.COM – Gelombang keresahan petani bawang merah asal Tanah Karo akhirnya tumpah ke jalanan Kota Medan. Puluhan massa yang terdiri dari petani dan mahasiswa menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Gedung DPRD Sumut, hingga ke Polda Sumut Selasa (31/3/2026).
Sambil membawa sampel bawang merah hasil panen mereka, massa menyuarakan keprihatinan mendalam atas membanjirnya bawang merah impor ilegal yang kini mencekik leher petani lokal. Praktik "mafia pangan" ini dituding menjadi biang keladi anjloknya harga pasar yang membuat petani merugi besar.
Koordinator aksi, Sutra Sembiring, dengan nada getir menegaskan bahwa kondisi saat ini bukan lagi sekadar persaingan dagang biasa, melainkan bentuk ketidakadilan yang sistematis.
"Bawang ilegal masuk tanpa pengawasan, tanpa aturan. Sementara kami petani lokal harus tunduk pada segala prosedur. Jika pemerintah terus diam, ini adalah lonceng kematian bagi petani di Tanah Karo," tegas Sutra dalam orasinya di depan Gedung DPRD Sumut.
Menurut massa, keberadaan bawang impor ilegal di pasar-pasar tradisional Sumatera Utara telah merusak stabilitas harga dan menghancurkan ekosistem perdagangan lokal. Tak hanya soal perut petani, praktik ini juga dinilai merugikan negara dari sisi pajak dan membahayakan kesehatan konsumen karena kualitas pangan yang tidak terjamin.
Dalam tuntutannya, massa tidak hanya meminta penertiban pasar, tetapi juga menuntut reformasi di tubuh instansi terkait. Mereka mendesak Gubernur Sumut untuk mengevaluasi kinerja pejabat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta ESDM Sumut.
Lemahnya pengawasan dianggap sebagai "karpet merah" bagi para importir gelap. Selain itu, kinerja Satgas Pangan dan Ditreskrimsus Polda Sumut turut dipertanyakan. Petani meminta aparat tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar aktor intelektual di balik jaringan mafia impor tersebut.
Respon DPRD Sumut
Anggota DPRD Sumut, Gusmayadi SE, menyambut aspirasi petani dengan langkah konkret. Ia mendorong agar persoalan ini segera dibawa ke meja Rapat Dengar Pendapat (RDP).
"Segera buat surat untuk RDP. Kita harus panggil seluruh instansi terkait. Semakin cepat dibahas, semakin baik agar ada solusi konkret untuk menyelamatkan petani kita," ujar Gusmayadi di hadapan massa.
Salah seorang petani, Rusmiati br Tarigan ditemui wartawan Radarmedan.com menyampaikan harapannya agar pemerintah segara turun tangan.
"Gegara bawang impor ini gak laku bawang kami pak, tolonglah perhatian pemerintah, berantas bawang illegall ini, kami sudah habis modal tapi saat panen tidak ada pembeli, kalaupun ada harganya gak masuk akal, bisa ditawar hanya 15 ribu perkilogram," ujarnya.
Kevin Tarigan, koordinator mahasiswa menyampaikan harapannya agar pemerintah segara mengambil kebijakan.
" Kami berharap muncul kebijakan dari instansi terkait, sigap menagani perdagangan illegal ini. Sejak lebaran bawang lokal tak laku lagi," ucapnya.
Pantauan di lapangan, aksi yang mendapat pengawalan ketat dari personel Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru di bawah pimpinan Kompol Bambang Gunadi Hutabarat, berlangsung tertib hingga massa membubarkan diri.
Namun, para petani meninggalkan pesan keras bagi pemerintah provinsi dan aparat penegak hukum: jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata untuk memberantas mafia impor bawang, mereka mengancam akan kembali turun ke jalan dengan gelombang massa yang jauh lebih besar.(HM)
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .
RADARMEDAN.COM, BINJAI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui Sopian Daulai Nadeak, guru SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, yang dilaporkan orang tua siswa ke polisi. Pertemuan berlangsung di rumah Sopian, di Binjai, Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan harapannya agar . . .