Festival Layang-Layang Danau Siombak Tahun 2019 Meriah
Oleh : Radar Medan | 09 Sep 2019, 11:33:51 WIB | 👁 2093 Lihat Olahraga
RADARMEDAN.COM - Festival layang-layang diharapkan dapat menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kota Medan. Terlebih, kegiatan ini menunjukkan sebuah kebiasaan dan kearifan lokal yang memiliki arti besar serta mampu memupuk rasa kekeluargaan antar sesama sebagai wujud bahwa warga Kota Medan dapat saling berbaur, bersatu dan bersama dalam segala hal.
Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Medan diwakili Kadis Pariwisata Agus Suriono ketika hadir dalam pegelaran Festival Layang-Layang Danau Siombak Tahun 2019 di Jalan Kota Cina, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (8/9). Tujuannya adalah menghidupkan dan membangkitkan kembali permainan tradisional yang sarat akan nilai kebersamaan tersebut ditengah-tengah maraknya permainan online yang semakin menjamur.
"Kami (Pemko Medan) tentu menyambut postif kegiatan ini. Terlebih hal ini bertujuan untuk kembali mengedukasi sekaligus menanamkan kecintaan kita terhadap budaya-budaya lokal yang sejak lama kita kenal dan miliki. Selain itu juga sebagai sarana memperkenalkan keberadaan Danau Siombak menjadi lokasi wisata bagi warga yang hadir ke sini," kata Agus.
Pada festival yang diikuti ratusan peserta yang mengikuti lomba layang-layang model sari bulan, tanduk dan paha ayam tersebut, Agus menyampaikan kekagumannya. Sebab, menurutnya membuat layang-layang dengan model yang tidak mudah tersebut tentulah membutuhkan kreatifitas tinggi untuk menghasilkannya serta tekhnik yang tepat agar dapat menaikkannya setinggi mungkin.
"Mungkin kita melihat ini sebagai sesuatu yang sederhana. Namun, jika dilihat bukan hal mudah untuk membentuk dan menjadikan layang-layang ini sehingga memiliki bentuk yang unik dan beragam. Oleh karenanya, bagi para peserta yang ikut andil dalam festival ini kami mengaku senang dan bangga karena masih menaruh perhatian dan ketertarikan pada permainan tradisional ini," ungkapnya.
Terakhir, Agus berharap kegiatan ini dapat menjadi kegiatan rutin tahunan sehingga dapat dimasukan dalam calender of event Kota Medan sebagai upaya menarik wisatawan untuk datang berkunjung. "Kepada semua pihak terkait yang telah menginisiasi dan mensukseskan kegiatan ini kami ucapkan terima kasih. Semoga ini menjadi kontribusi bersama untuk lebih meningkatkan dan memajukan Kota Medan khususnya di sektor pariwisata," harapnya.
Festival layang-layang yang berlangsung di sekitar area Danau Siombak ini juga berada tak jauh dari Museum Situs Kota Cina di Kecamatan Medan Marelan. Selain lomba layang-layang kegiatan juga diisi dengan workshop pembuatan layang-layang, pameran, karnaval, serta bazar kuliner khas Melayu. Nantinya para peserta juara akan mendapatkan uang pembinaan, trophy serta sertifikat sebagai bentuk apresiasi. (Humas)/PE/red
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .