Dua Bulan Operasi, Polda Sumut Sita 373 Kg Sabu dan Tangkap 1.263 Tersangka
Oleh : Radar Medan | 03 Jun 2025, 21:40:59 WIB | 👁 855 Lihat Hukum dan Kriminal
Keterangan Gambar : Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvinj Simanjuntak menyampaikan capaian ini dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Selasa (3/6/2025).
RADARMEDAN.COM - Selama periode 9 April hingga 2 Juni 2025, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) berhasil mengungkap 959 kasus tindak pidana narkoba. Sebanyak 1.263 tersangka diamankan, termasuk jaringan internasional dan nasional yang beroperasi di wilayah hukum Polda Sumut.
Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, menyampaikan capaian ini dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Selasa (3/6/2025). Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba dilakukan secara menyeluruh, mengikuti instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan komitmen Gubernur Bobby Nasution pada saat pelantikan beberapa waktu lalu.
"Kapolri menekankan bahwa perang terhadap narkoba harus dilakukan dari hulu ke hilir, menyasar rantai suplai dan permintaan. Ini bukan hanya tugas polisi, tapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat," ujar Whisnu.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvinj Simanjuntak, merinci bahwa selama operasi, timnya menyasar sejumlah lokasi rawan narkoba, termasuk tempat hiburan malam dan pemukiman yang kerap dijadikan sarang peredaran.
Dari hasil penggerebekan, polisi menyita berbagai jenis narkotika dan obat berbahaya. Di antaranya sabu seberat 373,31 kilogram, kokain 891,84 gram, 42.265 butir ekstasi, ganja 62,78 kilogram, serta 2.163 butir pil happy five.
"Selain itu, kami juga mengamankan ribuan butir obat keras yang peredarannya tidak sesuai ketentuan. Modus penyelundupan dilakukan melalui darat, laut, dan udara," ungkap Jean Calvinj.
Dalam beberapa kasus, aparat menghadapi perlawanan dari para pelaku. Meski begitu, seluruh tersangka berhasil diamankan dan kini menjalani proses hukum.
Polda Sumut juga membentuk tim khusus di wilayah Polres Pelabuhan Belawan yang dalam waktu singkat berhasil membongkar 78 kasus dan menangkap 92 tersangka.
Keberhasilan ini disebut sebagai hasil kolaborasi lintas instansi, seperti Bea Cukai, Balai Besar POM Medan, otoritas bandara Kualanamu (Avsec), serta jajaran kepolisian di daerah.
Dari seluruh barang bukti yang disita, diperkirakan sekitar 2,36 juta jiwa berhasil diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Nilai ekonomi yang berhasil dicegah ditaksir mencapai Rp439 miliar.
"Polda Sumut akan terus bergerak memberantas peredaran narkoba dan aksi premanisme yang mengganggu ketertiban serta iklim investasi di wilayah Sumut. Kami mengajak masyarakat untuk berani melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait narkoba," tutup Kapolda.(HM/pe)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .