Dokter Pesankan Penanganan Pasien Covid-19 Dilakukan dari Medis hingga Psikologis
Oleh : Radar Medan | 30 Apr 2020, 08:25:31 WIB | 👁 2023 Lihat Kesehatan
RADARMEDAN.COM - Peran para dokter dan tenaga kesehatan dalam menangani pasien Covid-19 merupakan faktor penting untuk mengobati dan menuntaskan pandemi ini. Namun upaya para pejuang di Rumah Sakit (RS) sebagai benteng terakhir tidak sekadar langkah medis, melainkan hingga melakukan pendekatan pikologis terhadap pasien.
“Pasien Covid-19 atau PDP adalah orang yang diberangkatkan dari rumah oleh keluarganya dan mereka (keluarga) tidak boleh masuk ke RS, dan hanya menunggu di rumah. Apakah mereka akan berkumpul kembali atau di penguburan? Ini masalah berat bagi pasien dan keluarga,” ujar Kepala RS Darurat Covid-19 Martha Friska, dr Fransiscus Ginting saat diwawancara Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, melalui sambungan video dari RS, Rabu (29/4).
Kemudian lanjutnya, pasien pun diisolasi dengan kondisi ketakutan serta merasa sendiri. Sehingga yang bersangkutan harus dipacu untuk bisa percaya diri dan yakin bahwa dirinya dirawat, diperhatikan dan dicintai dengan baik, sebagai kunci menanamkan keyakinan sang pasien.
“Karena apabila status sosial dan psikis pasien jatuh, maka secara ilmiah sistem imun responnya jelek dan ini akan membahayakan semua. Obat tidak akan bekerja banyak apabila pasien tidak yakin. Sehingga metode yang saya kemukakan di sini adalah langsung berinteraksi dan bercerita dengan pasien,” jelasnya.
Bahkan lanjut dr Fransiscus, dirinya tidak segan mengajak pasien yang dinyatakan dalam pengawasan (PDP) hingga positif Covid-19, untuk bercerita, berolahraga hingga bermain tinju, meskipun sempat muncul komentar bahwa apa yang dilakukannya itu sudah seperti orang gila.
“Kadang-kadang kalau saya ajak pasien kita sparing partner, saya dibilang gila. Karena memang harus gila kita melawan virus yang gila ini. Bahkan saya duduk dengan pasien hingga setengah jam,” sebutnya.
Upaya itu kata Fransiscus, dijalankannya untuk mencapai target zero mortality (nihil yang meninggal). Karena itu, semua upaya harus dijalankan maksimal, mulai dari pengobatan utama sampai melakukan pendekatan emosional kepada pasien.
“Kalau semua kita jalankan, termasuk menghibur langsung pasien, upayanya maksimal kita berikan. Kalau meninggal juga, itu sudah kehendak Tuhan. Tetapi kalau kita tidak maksimal, akan jadi pertanyaan, apakah karena kelalaian kita?” jelasnya.
Namun dengan peran pemerintah dan pihak terkait lainnya yang ikut membantu penanganan di RS, Fransiscus meyakini upaya tersebut tidak dilakukan sendiri. Karena itu pula, dirinya meyakini bahwa dokter dan tenaga medis di RS khusus Covid-19 akan aman dengan alat pelindung diri (APD) yang benar. Sebagaimana dirinya yang mengaku terus optimis dan merasa gembira bisa melayani pasien.
“Jadi intinya, pemberian obat-obatan itu merupakan hal yang standar. Saya mau lihat di sini pendekatannya harus emosional. Makanya saya juga melayani dengan gembira,” tukasnya.
Untuk itu, dr Fransiscus berharap upaya maksimal mulai dari medis hingga pendekatan emosional bisa diterapkan secara maksimal oleh seluruh RS yang menangani pasien Covid-19, termasuk juga tetap menjaga diri dengan baik saat di RS darurat maupun saat berada di luar. (Humas)/PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .