DLH Labuhanbatu Tetapkan Sungai Kalundang Sudah Tercemar
Oleh : Radar Medan | 15 Nov 2023, 09:33:25 WIB | 👁 1844 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Labuhanbatu, menetapkan bahwa status Sungai Kalundang yang berada di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), tercemar.
Hal itu tertuang dalam surat edaran yang didapat sejumlah wartawan di Kecamatan Bilah Hilir.
Surat bernomor 660/731/DLH/TL/2023 tertanggal 3 November 2023 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muhammad Safrin, berisi himbauan kepada penduduk Gang Mulia Lingkungan Titi Panjang Hilir perihal pencemaran air Sungai Kalundang, yang ditujukan kepada Camat Bilah Hilir Ridwan Syahputra Harahap.
Dalam surat tersebut menghimbau agar penduduk Gang Mulia untuk sementara waktu tidak menggunakan air Sungai Kalundang dalam keperluan sehari-hari untuk minum, mandi dan mencuci pakaian, sampai dengan kondisi air Sungai Kalundang bisa pulih dan tidak tercemar lagi.
Terkait himbauan tersebut Lurah Negerilama Syarifuddin Nasution, ketika dihubungi melalui selularnya, Senin (13/11/2023) membenarkan pihaknya telah melakukan himbauan kepada warga agar tidak menggunakan air Sungai Kalundang untuk minum, mandi dan mencuci untuk sementara waktu.
"Himbauan sudah disampaikan lima rangkap kepada warga, foto copy surat DLH, Surat Camat dan Lurah melalui Kepling," pungkas Lurah.
Sementara, Kepala Lingkungan (Kepling) Titi Panjang Hilir Syahrudhona, mengatakan himbauan sudah disampaikan kepada warga dengan cara pemberitahuan melalui grup WhatsApp (WA) yang dibuatnya, serta ditempel di rumah-rumah warga. "Warga semua sudah tahu," terang Kepling.
Namun kata Kepling, himbauan tersebut tak dihiraukan warga, sebab hanya air Sungai Kalundang satu-satunya yang menjadi sumber air untuk kebutuhan sehari- hari seperti minum, mencuci maupun mandi.
Diakui Dona, alternatif lain memang ada, yaitu air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM), namun kebanyakan warga bukan merupakan pelanggan PUDAM. "Warga tidak berlangganan PUDAM," terangnya.
Lebih jauh diungkapkannya, beberapa waktu lalu, jumlah warga yang menderita gatal-gatal sebanyak 23 orang, tetapi bisa lebih dari data itu, sebab masih ada warga Lingkungan Titi Panjang Hulu belum masuk data. "Asumsi yang menderita gatal-gatal sekira 50 orang," ungkapnya.
Terkait himbauan Camat Bilah Hilir, Ketua Pemuda Karya Nasional (PKN) Kecamatan Bilah Hilir M Amin Hasibuan, mengapresiasi himbauan itu, namun menurutnya harus dipikirkan juga alternatif pengganti air yang bisa digunakan.
“Tolong dipikirkan, bila warga tidak menggunakan air Sungai Kalundang lalu warga mau pakai apa?” pungkas Amin.
Menurut keterangan warga sekitar, sumber limbah diduga berasal dari replanting perusahaan perkebunan kelapa sawit dimana ribuan pohon sawit yang direplanting justru ditanam di dalam parit bekoan untuk pembusukan, bukan dicincang di atas lahan seperti pada umumnya.
Sehingga, getah pohon sawit yang ditanam di dalam parit menimbulkan warna hitam, berlendir, bau busuk hingga masuk ke Sungai Kalundang. "Di hulu Sungai Kalundang ada replanting, pohon sawitnya dikubur di dalam parit bekoan, itu yang buat Sungai Kalundang berubah warna dan bau,” terang warga yang tidak bersedia jati dirinya disebutkan. (BS)/pe
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .