Di Deliserdang, Bobby Nasution Kunjungi Nelayan dan Serap Aspirasi Warga
Oleh : Radar Medan | 20 Nov 2024, 07:35:22 WIB | 👁 979 Lihat Politik
Keterangan Gambar : Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) nomor urut 1 Bobby Nasution berkunjung ke Kabupaten Deliserdang, Senin (18/11/2024) sore.
RADARMERAN.COM, DELI SERDANG - Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) nomor urut 1 Bobby Nasution berkunjung ke Kabupaten Deliserdang, Senin (18/11/2024) sore.
Bobby melakukan beberapa agenda, diantaranya berkunjung ke Tempat Pendaratan Ikan (TPI), Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu. Tampak, Bobby berbelanja beberapa hasil tangkapan laut para nelayan dan berbincang dengan mereka.
Setelahnya, tak jauh dari TPI, suami Kahiyang Ayu itu mengendarai sepeda motor memasuki area permukiman warga. Lalu, Bobby berdialog dengan warga untuk mendengarkan keluhan dan harapan warga terhadap dirinya.
"Minta (ditingkatkan) keamanan, Pak. Di tangkahan itu, Pak, sering terjadi pencurian, kayak batu jaring, jaring, kipas, dan minyak. Kan suami kami nelayan kecil kecewa mau berangkat bahan-bahan enggak ada (hilang)," adu salah satu warga, Wulan.
Warga lain, Sayani, mengadukan kepada Bobby bahwa pemberian bantuan pemerintah untuk warga miskin, tidak tepat sasaran. Bantuan dari pemerintah selalu diterima warga yang seharusnya tidak layak menerima.
"Saya tidak pernah dapat bantuan, Pak. Saya hanya menerima bantuan beras Bulog. Enggak ada keadilan, Pak. Mana yang dekat dia bantu," adu Sayani kepada Bobby.
Kemudian, Erna, mengadukan kepada Bobby bahwa tanggul di sekitar sungai telah runtuh. Terang Erna, akibat tanggul runtuh itu rumah miliknya nyaris masuk ke dalam sungai. Dia berharap, Bobby dapat membangun tanggul di sekitar sungai.
"Keluhan saya sama, Pak, bedanya air yang masuk dari depan rumah saya, Pak. Tanggulnya sudah runtuh, Pak, rumah saya hampir masuk dalam sungai. Anak saya kalau mau pigi sekolah harus buka sepatu dulu. Tolonglah, Pak," tutur Erna.
"Kami juga harapkan program berobat pakai KTP yang telah bapak gagas di Kota Medan dapat direalisasikan di Deliserdang. Program itu adalah salah satu yang dibutuhkan masyarakat," harap Erna.
Menanggapi keluhan-keluhan itu, Bobby mengatakan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah daerah harusnya memang dipergunakan untuk program-program pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Namun, penggunaan anggaran itu harus tepat sasaran.
"Anggaran yang dimiliki pemerintah provinsi itu harusnya sudah pernah kita lihat tapi bukan dalam bentuk uang cash, melainkan dalam bentuk program, pembangunan, jalan bagus, berobatnya sudah bisa pakai KTP," katanya.
"Makanya saya sampaikan, kalau jadi gubernur dengan uang yang tadi saya sampaikan, untuk mebangun 33 kabupaten-kota, dibilang cukup, enggak cukup, dibilang enggak bisa ngebangun, bisa juga ngebangun, asal uangnya tepat, bukan dipergunakan untuk yang enggak penting," tutur Bobby.(r/hm/pe)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .