Bupati Eddy Berutu Sambut Kunjungan Kepala BKKBN RI pada Sosialisasi Pencegahan Stunting
Oleh : Radar Medan | 24 Jun 2022, 17:58:01 WIB | 👁 2129 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM,DAIRI - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo mengunjungi Kabupaten Dairi.
Kedatangan itu disambut Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua PKK Dairi, Romy Mariani mengikuti kegiatan dalam rangka roadshow bersama mitra kerja dengan tema 'Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting.
Dalam kesempatan itu, Bupati Eddy Berutu menjelaskan Stunting adalah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung pada masa 1000 hari pertama kehidupan sejak kehamilan hingga bayi berusia 2 tahun.
Stunting menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.
"Angka kasus stunting di Kabupaten Dairi masih butuh perhatian serius. Sebab itu pemerintah pusat menetapkan Dairi sebagai salah satu kabupaten prioritas pencegahan penurunan stunting," ungkapnya.
Menangani hal tersebut, pemerintah Dairi berusaha keras dan terus mencari solusi serta membuat berbagai program agar angka stunting di Dairi terus menurun.
"Dalam program Bangga Kencana ini diharapkan mempermudah pemerintah daerah dalam pengaturan kelahiran; menjaga kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak," sebutnya.
Selain itu, kegiatan ini guna meningkatkan akses dan kualitas informasi pendidikan konseling. Program ini juga meningkatkan partisipasi dan kesertaan KB pria.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Dairi akan melaksanakan pelayanan KB bergerak ke desa desa termasuk desa terpencil bersama tim koordinasi percepatan penurunan stunting.
"Perlu saya tambahkan tahun 2023 untuk program kencana ini Pemkab Dairi telah mengusulkan anggaran rehab balai penyuluhan KB, pengadaan laparoskopi, pengadaan BKB Kit Stunting dan pengadaan Bed Gynektologi," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo berpesan agar lebih fokus terhadap pemetaan program KB agar lebih terkendali.
"Fokus pada siapa yang hamil, siapa yang mau hamil, dan siapa yang stunting. Jadi fokus disitu supaya progamnya tidak kemana - mana," sebutnya.
Selain itu, dirinya meminta agar Pemkab Dairi lebih mendahulukan siapa - siapa saja yang lebih membutuhkan program KB.
"Kepada siapa yang ingin memiliki anak, ketimbang yang sudah tidak memiliki anak. Itu lebih di prioritaskan. Selain itu juga kepada pasangan baru, itu juga diutamakan," terangnya.
Di samping itu juga, Pemkab Dairi juga diharapkan untuk fokus terhadap anggaran dana yang saat ini masih terbatas.
"Karena anggaran dana terbatas, sehingga kita harus mengerucut kepada sasaran. Saya yakin Dairi ini, subur makmur ,InsyaAllah angka stunting dapat dicegah," tutupnya.(HM)/PE
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .