Bobby Nasution Perintahkan Pengawasan Oplosan Beras Fortifikasi Enam Merek Tanpa Label Kualitas Ditemukan di Binjai
Oleh : Radar Medan | 04 Nov 2026, 21:28:15 WIB | 👁 48 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Tim Pengawas UPTD Perlindungan Konsumen Disperindag ESDM Sumut bersama Tim Satgas Pangan Polda Sumut melakukan pemeriksaan beras di sejumlah toko dan ritel di Kabupaten Karo, Kota Binjai, dan Kabupaten Serdang Bedagai, 3–4 November 2026
RADARMEDAN.COM — Instruksi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution untuk memperketat pengawasan peredaran beras fortifikasi langsung ditindaklanjuti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM).
Hasil penyisiran tim pengawas di Kabupaten Karo, Kota Binjai, dan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) pada 3–4 November 2026 menunjukkan tidak ditemukan beras fortifikasi yang diperjualbelikan di sejumlah toko maupun ritel modern yang diperiksa.
Namun, pengawasan di Kota Binjai justru mengungkap temuan lain yang tak kalah penting. Tim menemukan enam merek beras yang tidak mencantumkan informasi kualitas beras pada label kemasannya.
Keenam merek tersebut yakni Berlian Merah, Harapan Baru Ramos, Shincan, Arjuna, Mutiara Nusantara 168, dan Harapan Baru Kuku Balam. Produk-produk tersebut ditemukan di Asia King Binjai.
Menindaklanjuti temuan itu, Tim Pengawas UPTD Perlindungan Konsumen meminta agar beras tersebut tidak diperjualbelikan maupun dipajang di area display sampai memenuhi ketentuan yang berlaku. Pengelola ritel juga akan diberikan surat teguran.
Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra (DJP) Harahap, mengatakan pengawasan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Gubernur Bobby Nasution untuk memastikan keamanan dan kepatuhan barang beredar, khususnya komoditas beras fortifikasi.
"Pengawasan ini kita lakukan untuk menindaklanjuti instruksi Gubernur Sumatera Utara. Tim turun langsung ke sejumlah daerah bersama Tim Satgas Pangan Polda Sumut dan melakukan pemeriksaan di pasar maupun ritel untuk memastikan kondisi peredaran beras," ujarnya kepada wartawan di Medan, Rabu (4/11/2026).
Di Kabupaten Karo, tim melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. Kepala Bidang Perdagangan, Tri Kapabel Kaban, menyampaikan bahwa pihaknya belum pernah melihat maupun menerima informasi mengenai peredaran beras fortifikasi di wilayah tersebut.
Beras yang selama ini beredar di Karo, menurut informasi yang diperoleh tim, didominasi beras premium, medium, serta beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke sejumlah toko beras, yakni Toko Sitangkai Mbuah di Berastagi dan Toko Bulir Mas di Kabanjahe. Hasilnya, tim tidak menemukan beras fortifikasi. Kedua toko tersebut diketahui menjual beras premium, medium, dan beras merah. Pemilik toko juga mengaku belum pernah menjual beras fortifikasi.
Meski belum menemukan produk yang menjadi sasaran pengawasan, Disperindag Karo menyatakan akan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait apabila nantinya ditemukan dugaan peredaran beras fortifikasi palsu, termasuk produk yang masuk dalam daftar 25 merek yang menjadi perhatian pengawasan.
Sementara di Kota Binjai, Tim Pengawas UPTD Perlindungan Konsumen menyisir tiga lokasi, yakni Brastagi Gatot Subroto, Asia King Binjai, dan Hypermart Binjai. Dari ketiga lokasi tersebut, tidak ditemukan penjualan beras fortifikasi.
Adapun di Kabupaten Serdang Bedagai, pengawasan pada 3–4 November 2026 menyasar tiga titik perdagangan, yakni ritel konvensional P&D Joni di Kampung Pon, Toko Maju Jaya di Perbaungan, serta ritel modern Alfamidi di Sei Rampah. Hasil pemeriksaan di seluruh lokasi tersebut juga tidak menemukan beras fortifikasi.
Dedi Harahap menegaskan, pengawasan barang beredar akan terus dilakukan untuk memastikan produk yang dipasarkan kepada masyarakat memenuhi ketentuan, termasuk kejelasan informasi pada label kemasan.
Temuan enam merek beras tanpa keterangan kualitas di Binjai menjadi perhatian tersendiri. Sebab, informasi pada kemasan merupakan salah satu aspek penting yang harus dipenuhi pelaku usaha agar konsumen memperoleh informasi yang jelas sebelum membeli produk.
Dengan pengawasan lintas daerah tersebut, Pemprov Sumut diharapkan tidak hanya memastikan beras fortifikasi yang beredar sesuai ketentuan, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap seluruh produk beras yang dipasarkan kepada masyarakat.
Sidak ini juga bertujuan menindaklanjuti operasi yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri yang mengungkap dugaan pengoplosan beras fortifikasi di pabrik PT UDS, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, baru-baru ini.(FS/PE)
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .