Awal Februari, 10 Pejabat Publik dan 289 Nakes Anambas Terima Vaksinasi Covid-19 Sinovac
Oleh : Radar Medan | 29 Jan 2021, 12:04:04 WIB | 👁 1613 Lihat Kesehatan
RADARMEDAN.COM, ANAMBAS- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) melalui dinas kesehatan akan menggelar vaksinasi Covid-19 untuk 10 pejabat publik dan 289 tenaga kesehatan (nakes). Vaksinasi akan dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa, pada Senin 01 Februari 2021.
"Setelah pejabat publik dan unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat yang disuntik vaksin Covid-19 Sinovac, kemudian dilanjutkan 289 tenaga kesehatan yang divaksin," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Herianto diruang kerjanya, Kamis (28/01/2021).
Herianto menjelaskan, 10 pejabat publik tersebut terdiri dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) dan unsur Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) seperti Kapolres Anambas, Danramil mewakili Dandim, Ketua PN Tarempa, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa dan lainnya.
"Sedangkan untuk para nakes harus diutamakan, karena mereka-mereka yang berada di garda terdepan. Yakni para dokter, perawat, bidan hingga petugas laboratorioum yang langsung terjun dalam penanganan pasien Covid-19. Baik di Rumah sakit maupun di Puskesmas," jelasnya.
Herianto menambahkan, untuk vaksinasi tenaga kesehatan akan dilakukan di Puskesmas dan Rumah Sakit RSUD Tarempa yang berada di kecamatan Siantan.
"Kalau di RSUD Tarempa, suntikan vaksin Covid-19 diberikan 10 vaksin Corona Sinovac kepada Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat, selanjutnya kepada 289 nakes diantaranya 71 yang berada di Puskesmas dan 110 RSUD Tarempa serta 99 di dinas kesehatan," kata Herianto.
Sementara, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Baban Subhan menjelaskan, dalam menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac, setiap calon penerima harus memenuhi persyaratan. Yakni berusia 18-59 tahun, tidak pernah atau tidak sedang terkonfirmasi Positif Covid-19, serta tidak memiliki penyakit penyerta alias komorbit. Hal tersebut juga berlaku untuk semua, termasuk seorang kepala daerah.
"Karena ini persyaratan yang memang menjadi kebijakan dari Pemerintah Pusat, maka bagi kami yang ada di daerah hanya melaksanakan kebijakan tersebut. Intinya kami akan menyeleksi dari seluruh persyaratan tersebut," jelasnya.
Sementara itu, kepala Puskesmas Tarempa, Januardi saat dikonfirmasi media ini mengatakan, para Nakes di Puskesmas sudah siap untuk vaksin.
"Intinya, kami para tenaga kesehatan di Puskesmas siap di suntik vaksin Sinovac," ucap Januardi dengan tegas, Jumat (29/01/2021).
Januardi menambahkan, semua nakes yang akan divaksin Sinovac akan mendapat SMS blast dan sudah di balas.
"Setelah mendapat SMS blast, para Nakes akan dilakukan pengecekan suhu tubuh dan tekanan darah serta riwayat penyakit, apakah memiliki penyakit penyerta alias komorbit baru dilakukan vaksinasi," imbuhnya.(Toyami /PR)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .