Antisipasi Suhu Panas Ekstrem di Indonesia, Diperkirakan Bencana Kekeringan di Musim Kemarau

Oleh : Radar Medan | 17 Mei 2022, 07:48:27 WIB | 👁 1585 Lihat
Nasional
Antisipasi Suhu Panas Ekstrem di Indonesia, Diperkirakan Bencana Kekeringan di Musim Kemarau

RADARMEDAN.COM : Beberapa hari terakhir Indonesia diterpa suhu panas ekstrem. Menurut catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada 1-7 Mei suhu udara rata-rata di Indonesia adalah 33-36,10 Celcius. Meskipun belum memecahkan rekor suhu tertinggi di Indonesia, cuaca panas akhir-akhir ini sudah mengundang banyak keluhan.

Suhu tertinggi 36,10 Celcius tercatat di wilayah sekitar Jadebotabek dan Kalimarau di Kalimantan Utara. Rekor suhu panas di Indonesia pada April dalam 4-5 tahun terakhir masih dipegang Palembang pada 2019. Suhu udara di Kota Pempek tersebut mencapai 38,80 Celcius. Sementara suhu tertinggi pada Mei dicatat di Samarinda pada 2018, yang juga tercatat 38,80 Celcius.

“Masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari,” ujar Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi dalam keterangan tertulis, dikutip VOI, Minggu (15/5/2022).

Menurut Guswanto, ada beberapa hal yang menjadi penyebab suhu udara di Indonesia dalam beberapa hari terakhir di April-Mei terasa sangat panas. Pertama adalah posisi matahari yang berada di utara ekuator, mengindikasikan bahwa wilayah Indonesia sudah mulai memasuki musim kemarau.

Tingkat pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia sudah sangat berkurang, sehingga cuaca cerah mulai pagi hingga siang hari akan dominan. Dominasi cuaca cerah tersebut mengoptimalkan penerimaan sinar matahari di muka bumi, sehingga menyebabkan suhu udara yang dirasakan masyarakat terasa panas dan terik.

Banyak masyarakat yang menyebutkan suhu panas yang dirasakan di Indonesia adalah akibat heatwave, atau gelombang panas. Namun Guswanto menampik yang terjadi di Indonesia adalah fenomena gelombang panas.

“Suhu panas terik di Indonesia bukan gelombang panas,” kata Guswanto.

Terminologi gelombang panas menurut World Meteorological Organization (WMO) adalah situasi udara panas berkepanjangan selama minimal lima hari berturut-turut. Dalam fenomena gelombang panas, suhu harian tertinggi bisa di atas suhu maksimum rata-rata hingga 50 Celcius.

Meskipun bukan termasuk gelombang panas, namun Guswanto tetap mengingatkan agar masyarakat selalu menjaga kondisi dengan minum air dalam porsi yang cukup. Suhu panas terik di Indonesia diperkirakan akan terus berlangsung hingga pertengahan Mei.

Suhu panas yang dirasakan masyarakat di Indonesia belum sebanding dengan yang terjadi di India dan Pakistan. Di negara belahan Asia Selatan tersebut, suhu panas mencapai titik tertinggi dalam 100 tahun terakhir.

Dikutip dari The Guardian, suhu panas ekstrem tertinggi di Pakistan tercatat di Kota Jacobabad yang mencapai 490 Celcius. Sementara di India, suhu udara tertinggi dicapai di Kota Banda, yaitu 47,20 Celcius. Kedua kondisi panas ekstrem itu tercatat pada 30 April lalu.

Departemen Meteorologi India menyebutkan gelombang panas sebenarnya adalah hal biasa di negara itu dan Pakistan, namun kedatangan, intensitas, serta durasi tahun ini berbeda. Gelombang panas datang lebih cepat dan suhunya luar biasa. Para ilmuwan yakin fenomena gelombang panas kali ini dipengaruhi pemanasan global.

Apa yang terjadi di Indonesia, India, dan Pakistan kontradiktif dengan kondisi di Hong Kong dan Thailand. Suhu di Hong Kong pada 2 Mei tercatat 16,40 Celcius, yang merupakan terendah pada bulan Mei sejak 1917. Di Distrik Umphang, Thailand bagian barat yang berbatasan dengan Myanmar, suhu udara tercatat 13,60 Celcius pada 4 Mei. Itu adalah suhu terendah yang pernah tercatat di Thailand pada Mei.

“Bahaya cuaca dan iklim terutama banjir badai dan kekeringan, memiliki dampak yang signifikan pada banyak negara di kawasan Asia. Ini mempengaruhi pertanian dan ketahanan pangan, serta berkontribusi pada peningkatan perpindahan dan kerentanan migran, pengungsi, dan orang terlantar. Kondisi tersebut juga memperburuk risiko kesehatan, masalah lingkungan, dan hilangnya ekosistem alam,” ujar Petteri Taalas, Sekjen WMO.

Menurut catatan WMO, Asia mengalami suhu terpanas pada 2020 dengan peningkatan rata-rata 1,390 Celcius dibandingkan kurun waktu 1981-2010. Bahkan suhu terpanas hingga 380 Celsius pada 2020 juga tercatat di Kota Verkhoyanks, Rusia. Itu adalah suhu tertinggi yang pernah tercatat di wilayah Lingkaran Arktik.

Dari catatan United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP), badan PBB yang mengurusi masalah ekonomi dan sosial di Asia Pasifik, bencana alam banjir, kekeringan, dan badai di Asia pada 2020 menyebabkan kerugian hingga 408 miliar dolar AS atau hampir Rp6000 triliun.

Jadi sebaiknya Indonesia mewaspadai suhu panas ekstrem yang muncul akhir-akhir ini. BMKG sedini mungkin memberikan peringatan tentang ancaman kekeringan, yang bukan mustahil melanda Indonesia selepas Mei ini. Bumi memang semakin panas dan tak menentu. (KBRN)/PE


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

File_Kapolda.jpg

Apresiasi Kinerja Pers, Polda Sumut Beri Penghargaan kepada 5 Jurnalis dan Media

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔20:04:36, 30 Okt 2026

RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .

Berita Selengkapnya ▸
Deli_Serdang.jpg

Bantah Antikritik Soal Akun Anonim, Pemkab Deli Serdang Buka Suara Terkait Anggaran Rp38,5 Miliar

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔11:27:41, 22 Okt 2026

RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat. Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas